Legitimasi suatu tindakan anarki tidak pernah bisa dibenarkan?,.
tidak gentle dan coward kata orang barat.
Mendingan Argumen vs Argumen sono di DPR, MPR atau Tempat yg enak
lainnya seperti di Gardu-nya Indosiar, untuk apa?, untuk kita
mencari solusinya secara bersama2.

Kasian orang yg ada diakar rumput, udah miskin dimampaatin lagi,
tega benar mereka2 yg berbuat begitu?.

Salam,
-----

Saya kutip salah satu kalimat anda : "Mestinya, dua-duanya, ya tidak
benar."
Klarifikasi ini, yang mestinya di underline, yang hilang pada beberapa
tulisan anda disini ataupun di milis sebelah. Dari anda mungkin tidak
terlalu berpengaruh. Tapi saya membaca hal yang sama dari
apa yang dikatakan ketua PBNU. Kuatirnya, ini bisa menjadi semacam
legitimasi untuk tindakan anarki tsb.

Mestinya, meski lagi "panas sampai keubun-ubun", pemimpin2 itu bisa
menyerukan kearah yang lebih baik. Misal, "karena kita memang sama2x marah
terhadap apa yang dilakukan dpr kita, mari kita melakukan
aksi melawan hal tsb. Ayo kita mogok kerja seminggu penuh seluruh jatim."
Itu misalnya. At least, itu bukan tindakan kriminal - memang sih sama2x
nyusahin... ;-( . Poin saya, saya nggak mengharapkan
akar rumput mengerti dan bertindak lebih bijak, tapi pemimpin2x nya yang
menyerukan untuk itu. Bukannya bersikap sama.

Jadi bukannya memberi kesan support tambahan : Nggak apa-apa ngrusak. Orang
dpr nya saja begitu. Biar mereka tahu, kalau mereka begitu, ini akibatnya.

Kecuali kita semua sepakat rusak-rusakan, ya ayo ...

Idb

-----Original Message-----
From: GIGIH NUSANTARA [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]

Merestui ? Ah ya endak. Kalau kita bisa 'menerima'
logika dari apa yang dilakukan oleh kalangan anggota
parlemen, mengapa kita tak coba pula 'menerima' pula
logika yang dipakai kalangan akar rumput, yang
memiliki keterbatasan di banyak hal? Mestinya,
dua-duanya, ya tidak benar. Ini kan tak lebih sebgaai
proses 'dol-tinuku' saja kalau bagi rakyat kecil. Apa
yang 'ditawarkan' oleh pihak 'sana', tak lebih sebagai
jualan, yang akan mereka beli. Sekedar menjawab apa
yang dilakukan oleh kalangan parlemen semata.

Kalau itu membuat 'sekalian hancur', maka apa boleh
buat. Sebab, yang harus lebih paham mengenai 'sekalian
hancur' ini adalah para parlemen-wan/wati, baru rakyat
di aras bawah.

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke