----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, February 28, 2001 11:26 AM
Subject: [padhepokan-nusantara] DI MALAM SEPI, AKU MENANGIS SEPI
Sepuluh hari sudah, peristiwa yang menyedihkan itu berlangsung.
Diawali pada hari Minggu, 18 Pebruari 2001, kerusuhan antar etnis
meletus di bumi Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah, tepatnya di
Sampit, Ibu Kota Kab. Kota Waringin Timur.
Memang ini bukan kerusuhan yang pertama kali tejadi. Tapi ini sebuah
kerusuhan di tengah reformasi, dan krisis nasional belum selesai.
Dalam keadaan krisis ini, kita kehilangan kendali. Kita tidak tahu
lagi kemana harus pergi. Kita tidak tahu lagi kemana harus mencari.
Kita tidak tahu lagi apa yang harus dicari.
Apanya Bung, yang harus dicari? Solusi!!! Solusi untuk mengatasi
persoalan negeri ini. Bukan kata evolusi, revolusi, atau reformasi!
Semua itu sudah basi. Karena dibalik itu --kalian para Elite, kamu
berebut materi. Kamu katakan ingin menegakkan demokrasi. Di mana-mana
kamu tebar benih demonstrasi.
Kallaa! Sumpah tidak demikian. Itu semua hanyalah 'demons trasi' dan
demon krasi. Tahukah kamu apa artinya itu? Yaa, trasinya para setan
[demons] dan pemerintahannya iblis [demon].
Jikalau demikian, mana ada nurani? Penderitaan orang kecil, kamu tak
peduli. Nyawa manusia tak kamu hargai lagi. Rupanya kamu tak punya
hati! Kata kasih, kata sayang, kamu usir pergi. Kamu saling lempar
petisi. Kamu saling ngotot di atas kursi. Kamu klaim ingin perbaikan
hidup ini. Di negara tercinta Indonesia, kamu bertikai. Semua teriak,
"Integrasi.., integrasi!" Tapi yang kau keluarkan 'tahi' disintegrasi.
Mana mungkin ada solusi, kalau begini?!
Lihatlah apa yang terjadi di siang ini. Perhatikan malapetaka yang
menimpa bangsa ini. Renungkanlah di malam hari. Sujud sungkurlah
wahai para elite negeri, kepada Tuhan pemilik kursi. Sadar, sadar,
dan sadar, wahai para mala', wali, ulama dan umara! Mari kita takluk-
kan "EGO" atau Hawa Nafsu kita yang sudah menjelma jadi Babi ini.
Bukankah kita ke mesjid, gereja, vihara dan pura untuk menggapai Yang
Maha Suci? Tapi mengapa di luarnya kita pilih yang bau.....
Kata anak kecil, dasar babi, ada yang suci pilih ..... [kotoran]
Semoga Tuhan memberi petunjuk hidupmu. Tapi bagaimana mungkin Dia
mau memberi petunjuk, bila hati tertutup rapi?
Kalau tetap begini, wajar aku menangis sendiri, menangis sedih melihat
pertiwi. Di malam sepi, aku menangis,......sepi [karena tak ada elite
yang peduli].
Rintihan anak bangsa.
Namun manakala Anda merasa tak berkenan kirimlah e-mail ke alamat berikut:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
