sementara Amin Rais nggak (mau) kalah dengan jurus
asal gempur yang gombal dan juga mengandung unsur
kelicikan dan kekejaman. jurus Jum'at-an bareng
Kiemas, jurus muhammmadiyah nyembah mega, jurus mbayar
kyai sunda....

iz

> -----Original Message-----
> From: Ali Hasan [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, February 23, 2001 10:21 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]; Millis Kuli-Tinta
> Subject: [Kuli Tinta] JURUS : KOMPLIT SILIT PULITIK
> 
> 
> Dari namanya orang sudah bisa menduga. Paijo itu
pasti orang 
> Jawa. Betul
> sekali. Dia orang Palur asli, sebuah desa dipinggir
kota 
> kelahiran saya,
> Solo. Bukan doktor atau mropesor. Profesinya cuma
guru silat 
> biasa. Tentu
> saja, ya silat jawa . Spesialisasinya ditekuninya
dengan sabar
> bertahun-tahun. Dia adalah peneliti sekaligus
produsen jurus 
> silat asli
> 
> Jurus kuno silat cina seperti "membuka jendela,
memandang 
> rembulan" , atau
> "mencet gunung Thay , menghirup harumnya ", atau
jurus pendekar mabuk
> bu-tong-pay bukanlah suatu yang asing. Malahan
kesemuanya 
> telah dikembangkan
> dan disatukan dengan jurus-jurus ampuh peninggalan
para 
> senapati Mataram dan
> para satria Majapahit. Tidak mau kalah dari peneliti
padi 
> dari IPB, sudah
> 560 varietas jurus baru yang lahir di padepokannya.
> 
> Empat tahun sudah. Baru minggu yang lalu saya sempat

> menjenguknya. Palur
> tidak banyak berubah. Tapi wajah Paijo yang tampak
berubah.  
> Lebih bersinar
> dan bergairah. Obrolan kita yang biasanya lebih
didominir pada soal
> olah-batin, sekarang ini bergeser kepada
olah-kanuragan. 
> Obrolan selalu saja
> di interupsi oleh gerakan-gerakan silat indah yang
seperti 
> mengalir mbludak
> dari batin Paijo. Luar biasa!. Pada suatu saat
singkat, saya 
> hitung dia
> bergerak dalam empatpuluhdua jurus. Daun dan buah
Talok yang 
> tumbuh rindang
> dihalaman pun tidak kuasa menahan pancaran tenaga
dalam  
> gerakan-gerakan
> dahsyat Paijo. Rontok berguguran dimana-mana.
> 
> Setelah jiwa dan raganya mencapai ketenangan lagi,
barulah 
> Paijo sempat
> bercerita. "Mas, seperti kata banyak orang, setiap
kejadian 
> pastilah banyak
> membawa hikmah. Masa reformasi ini, tegasnya masa 
> kepemimpinan Gus Dur ,
> memberikan banyak inspirasi pada saya. Tingkah laku
beliau 
> menjadi semacam
> lantaran membanjirnya ilham terciptanya jurus-jurus
baru. 
> Kalau dulu selama
> duapuluhtahun masa orde baru saya cuma berhasil
mencipta dua 
> jurus baru,
> dalam dua tahun ini rata-rata dalam sehari tercipta
dua jurus baru.
> Alhamdulillah , semuanya ampuh sekali ".
> 
> "Coba Mas Dul nanti bisa lihat. Jurus saya ini
namanya "Komplit Silit
> Pulitik". Itu terutama jurus mempertahankan diri
yang nyaris sempurna.
> Seperti si gus itu lho..! gagal total , tapi bisa 
> dipertahankan dengan amat
> indahnya....nama jurusnya , apa?  apa itu ? komplit
silit 
> pelitik.., apa (
> maksudnya mungkin konflik elite politik ). Semua
kritik, semua yang
> mengungkap kebobrokan, dibelokkan dan diartikan
sebagai 
> ambisi orang lain
> buat mengganti kedudukannya! Piye, to Mas! Lha wong
ora iso 
> opo-po kok ora
> gelem ngaku !? hebatnya banyak ngintelek yang
termakan 
> jurusnya! Dadi picek.
> Tidak bisa melihat borok yang sudah meruyak seluruh
tubuhnya.". Paijo
> kemudian mendemonstrasikan Jurus Komplit Silit-nya. 
> Pertahanan yang indah
> meskipun mengandung unsur kelicikan dan kekejaman.
> 
> Penasaran pun timbul. Dengan bersenjatakan mandau
dan tombak 
> beracun saya
> membuat serangan kilat kearah pak Paijo. Paijo pun
dengan 
> mangagumkan mampu
> berkelit dengan mudah dan licin. Entah karena apa ,
pandangan 
> saya sempat
> gelap sejenak kena angin sambarannya.Dengak ngakak
keras dia 
> berkata: " Yang
> saya pakai itu jurus "leher disembelih, jalan-jalan
ke 
> sahara" .  Itu juga
> bagian dari Jurus Silit Pulitik. Anda kan sudah bisa

> membuktikan sendiri.
> Cukup manjur untuk melawan jurus Sampit punya
sampeyan itu. 
> Yang ngelawan
> Komplit Silit, pastilah buta alias picek,
gelap-total mata 
> kepunyaan para
> pakar dan para intelek. Apalagi orang awam yang
katanya sudah 
> siap demokrasi
> itu". Saya pun terpaksa manggut-manggut mengakui
kehebatan 
> jurus Silit itu.
> 
> Kunjungan ke Palur yang direncanakan setengah hari,
dengan senang saya
> perpanjang sampai dua hari. Saya pun sempat
menikmati 
> bermacam-macam jurus
> karya anak bangsa pak Paijo yang jenius itu.
Macam-macam, 
> semua mengagumkan.
> Jurus  Fitnah Zarima, Amin pun Teler, jurus yang
amat busuk. 
> Jurus Mega
> Tugas Sehari-Hari, jurus tipu muslihat spesial
menghadapi 
> wanita agak gemuk.
> Jurus begundal Matori Nyedot Umbel si gus, jurus
peninggalan 
> feodal yang
> masih banyak penggemarnya. Jurus Pkb Nggandol Kimas,
jurus simpanan
> orang-orang berjiwa miskin. Jurus En-U Nebang Pohon.
Jurus 
> Bakar-bakaran,
> jurus serangan balik yang artistik, menyala dan
penuh 
> flora-fauna. Jurus
> Menerima Uang Zakat Sultan Brunei, jurus partai
kay-pang penuh mental
> pengemis rendahan. Jurus Cinta Aryantie, jurus penuh
gelora 
> syahwat . Juga
> jurus pamungkas : Jurus Ambruk Negeri .  Jurus
Melewati 
> Sepuluh Ribu. Dan
> Jurus Gus Dur Akhirnya Nggelundung . Dan sebagainya.
> 
> Wassalam
> Abdullah Hasan.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail. 
http://personal.mail.yahoo.com/

...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke