Beberapa kutipan dari Gema Warta RNSI yang menarik (selengkapnya baca di bawah):: " ......... Kita kan bukan negara Islam, kata Hamzah jadi jika konstitusi menyatakan Megawati menjadi Presiden, maka PPP akan mendukungnya, meski ia perempuan. ...... " " ... Sebelum berangkat menurut suatu sumber, ia sudah menganjurkan kepada beberapa perwira yang dipanggilnya ke Istana agar melakukan saja kudeta yang mereka rencanakan. Ia sudah pasrah. Tetapi para perwira itu meyakinkannya bahwa mereka tidak akan melakukan kudeta. ..." " ... Dalam pelbagai pembicaraan dengan kelompok Poros Tengah, baik Taufik dan Megawati tetap meminta fatwa MUI soal wanita tidak boleh menjadi presiden, dicabut. Taufik menyadari bahwa hal itu merupakan kartu truf Poros Tengah. Begitu Megawati menjadi presiden bisa saja kartu Fatwa MUI itu yang dimainkan oleh Poros Tengah. Fatwa itu jelas tidak bisa dicabut seenaknya. Tetapi Mega tetap mendesak pihak Muhamadiyah mau pun Poros Tengah agar fatwa itu ditiadakan. Ternyata permintaan Megawati dan Taufik itu tidak dikabulkan Amein Rais, Dien Syamsuddin maupun Hamzah Haz. Maka bisa diperkirakan bahwa Megawati tidak akan segera melangkah meninggalkan Gus Dur tanpa jaminan tersebut. ..." ----- Original Message ----- From: RNW BERITA list manager <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, March 02, 2001 9:10 PM Subject: Warta Berita - Radio Nederland, 02 Maret 2001 > --------------------------------------------------------------------- > > WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP > Edisi: Bahasa Indonesia > > Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh > Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. > > --------------------------------------------------------------------- > > Edisi ini diterbitkan pada: > > Jumat 02 Maret 2001 14:10 UTC > > > * POSISI TAUFIK KIEMAS MAKIN MENGUAT, BAGAIMANA POSISI MEGAWATI? > > > Posisi politik Taufik Kiemas kini bertambah kuat setelah dirangkul > Poros Tengah. Jika Mega sampai bisa menjadi presiden, maka bisa > dipastikan Taufik akan memimpin PDI-Perjuangan. Pertanyaan besarnya, > kapan Megawati akan menjadi presiden, sesudah Gus Dur menyelesaikan > empat tahun jabatannya ataukah sebelum itu? Koresponden Syahrir > mengirim laporan berikut dari Jakarta: > > Setelah dua kali bertemu dengan pimpinan-pimpinan partai Islam dalam > Poros Tengah, maka posisi Taufik Kiemas dan faksinya di > PDI-Perjuangan bertambah kuat. Kelompok Cendana pun terwakili dalam > pertemuan-pertemuan itu melalui Fuad Bawazier. Selama ini hanyalah > Gus Dur yang membesar-besarkan peranan Taufik dengan beberapa kali > mengatakan bahwa Taufik sudah menjamin akan mendukungnya sampai tahun > 20004. Bagi Gus Dur ini berarti bahwa Megawati dan PDI-Perjuangan > akan tetap menopang kekuasaannya sampai periodenya berakhir. Dan > meski pentolan-pentolan PDI Perjuangan belakangan membantahnya, namun > Gus Dur tetap percaya pada jaminan Taufik itu. Tetapi itu semuanya > menjadi sirna ketika Gus Dur ditinggalkan PDI-Perjuangan saat DPR > melakukan pemungutan suara mengenai diterima tidaknya hasil Pansus > Buloggate dan Bruneigate sebulan yang lalu. > > Taufik memang punya alibi tidak bisa mendukung Gus Dur, karena ia > saat itu sedang berobat di India. Tetapi sekembalinya dari India, > Taufik melalui orang-orang dekatnya justru meminta Gus Dur segera > menyerah dan mengundurkan diri secara terhormat. Maka terbukalah > kedoknya bahwa ia sesungguhnya setuju istrinya menggantikan Gus Dur, > asal konstitusional. Pendapatnya itu pun didukung Angkatan Darat. Ia > pun kemudian melakukan manuver-manuver politik untuk Megawati dengan > mendekatkan diri pada tokoh-tokoh keturunan Partai Masyumi lama yang > kini bersatu dalam Poros Tengah. Taufik juga keturunan anak tokoh > Muhamadiyah, Sumatera Selatan. Sama halnya seperti kakek Megawati, > yaitu ayahnya Fatmawati Soekarno yang merupakan warga Muhamadiyah > Bengkulu. Ini sudah merupakan alasan yang cukup bagi tokoh-tokoh > Poros Tengah seperti Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra untuk > menerima Taufik dan Mega dalam barisan mereka. > > Bagi Amien Rais dan kawan-kawannya, langkah-langkah Taufik ibarat > orang kembali ke kampungnya yang asli. Taufik lagi-lagi menunjukkan > bahwa dialah orang penentu di PDI-Perjuangan. Baik Suparlan maupun > Royani Haminullah, anggota-anggota PDI-Perjuangan yang dekat dengan > Taufik pernah mengatakan kepada Radio Nederland bahwa Taufiklah yang > sesungguhnya menjadikan Megawati Wakil Presiden. Ketika Megawati > dikalahkan Poros Tengah di MPR, Taufiklah yang menggerakkan massa di > daerah-daerah seperti Solo dan Bali. Setelah terjadi penumbangan > pohon dan pembakaran gedung-gedung , Poros Tengah yang tadinya mau > mengangkat Hamzah Haz sebagai Wapres lalu mengalah dan mempersilakan > Megawati duduk di kursi orang kedua Republik. Tetapi berhasilkah > Amien Rais cs mendesak Megawati dan Taufik agar Sidang Istimewa MPR > dipercepat. Ternyata tidak. Soal Memorandum kedua pun tidak. > > Sholat Jum'at bersama pimpinan politik dan membicarakan > masalah-masalah bersama. Secara tersirat kami sudah memahami bahwa > perlu pergantian pimpinan nasional, kata Amien Rais. PK dan PPP > langsung menyatakan akan menerima Mega sebagai Presiden jika Gus Dur > harus turun. Nur Wahid dan Hamzah Haz mengatakan demikian. Kita kan > bukan negara Islam, kata Hamzah jadi jika konstitusi menyatakan > Megawati menjadi Presiden, maka PPP akan mendukungnya, meski ia > perempuan. Baik militer maupun kalangan Poros Tengah sangat khawatir > jika Gus Dur bertahan lebih lama, merekalah yang akan terpojok. Kalau > Gus Dur bisa bertahan dua sampai tiga bulan dia memang bisa dianggap > hebat apalagi jika ia bisa melewati Sidang Istimewa. > > KSAD Endriartono sudah mengaku kepada pers bahwa Gus Dur sudah minta > kepada TNI dan Polri agar diberlakukan Darurat Militer tetapi > perwira-perwira TNI dan Polri menolak. Kini, jika Gus Dur kembali, ia > bisa menunjukkan bahwa meski keadaan di Indonesia morat-marit ia bisa > meninggalkan tanah air tanpa khawatir dikudeta. Sebelum berangkat > menurut suatu sumber, ia sudah menganjurkan kepada beberapa perwira > yang dipanggilnya ke Istana agar melakukan saja kudeta yang mereka > rencanakan. Ia sudah pasrah. Tetapi para perwira itu meyakinkannya > bahwa mereka tidak akan melakukan kudeta. Maka kini setelah Gus Dur > kembali lawan-lawan politiknya sudah harus bersiap-siap untuk > menerima serangan balik Gus Dur. Ia jelas dapat mengatakan bahwa > selama ia meninggalkan tanah air, Wapres tidak mampu mengatasi > masalah Sampit. Megawati pun tidak berani mengangkat Ketua Mahkamah > Agung yang baru. Artinya ia sengaja mau melakukan uji coba, mentest > apakah Mega mampu memimpin negara. Ternyata ia belum mampu. Padahal > Gus Dur sudah berkali-kali jalan-jalan ke luar negeri untuk melihat > kemampuan Megawati. Kini, Gus Dur pun tahu bahwa lawan-lawan > politiknya dari Golkar dan Poros TRengah akan menggerakkan semua > elemen pendukungnya menyambutnya dengan demonstrasi besar ketika > pesawat yang membawa Gus Dur mendarat di lapangan udara yang hingga > kini belum jelas tempatnya. Apakah di Cengkareng, Halim Perdana > Kusumah ataupun di Juanda Surabaya. Jika ia mendarat di Jawa Timur, > ia tentu akan disambut massa pendukungnya. > > Yang menjadi pertanyaan sekarang ini mengapa massa NU selama > kepergian Gus Dur tidak banyak bergerak? Ada yang mengatakan ini > disebabkan karena Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mau diadu dengan Gus > Dur, karena itu Hasyim dan ulama-ulama NU lainnya diajak ke Arab > Saudi. Yang lainnya mengatakan, Gus Dur ingin menunggu hasil lobby > Taufik dengan kalangan Poros Tengah dan militer. Bagaimana pun ia > percaya pada Taufik karena mungkin Gus Dur pun menguasai data-datanya > Taufik. Dalam pelbagai pembicaraan dengan kelompok Poros Tengah, baik > Taufik dan Megawati tetap meminta fatwa MUI soal wanita tidak boleh > menjadi presiden, dicabut. Taufik menyadari bahwa hal itu merupakan > kartu truf Poros Tengah. Begitu Megawati menjadi presiden bisa saja > kartu Fatwa MUI itu yang dimainkan oleh Poros Tengah. Fatwa itu jelas > tidak bisa dicabut seenaknya. Tetapi Mega tetap mendesak pihak > Muhamadiyah mau pun Poros Tengah agar fatwa itu ditiadakan. Ternyata > permintaan Megawati dan Taufik itu tidak dikabulkan Amein Rais, Dien > Syamsuddin maupun Hamzah Haz. Maka bisa diperkirakan bahwa Megawati > tidak akan segera melangkah meninggalkan Gus Dur tanpa jaminan > tersebut. Setidak-tidaknya NU tidak pernah mengeluarkan fatwa yang > malarang wanita menjadi presiden. Fatwa MUI lah yang menjadi halangan > Megawati bekerjasama dengan Poros Tengah. Fatwa itulah yang dahulu > dianggap massa PDI Perjuangan sebagai akal-akalan Poros Tengah, untuk > mencegah Megawati menjadi presiden. Kini bola lagi-lagi ada di kaki > Gus Dur. Kemana bola itu akan ditendangnya? > > > --------------------------------------------------------------------- > Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum > > > Copyright Radio Nederland Wereldomroep. > --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
