Bung Mustafa, Bung Basri dll.
Mungkin pendapat saya ini kampungan dan pandir.
Tapi tak apalah saya kemukakan. Pendapat ini sebetulnya
hanya berdasarkan nalar anak SMP yang baru mendapat
mata ajaran CIVICS (Kewargaan Negara). Seorang anak
SMP yang sempat kagum pada cerita (dongeng) gurunya
tentang pidato-2 tokoh BPUPKI, khususnya adu argumentasi
antara Mr. Soepomo dan Ir Soekarno, tentang syarat
pendirian suatu negara.
Pada intinya Soekarno lebih mengedepankan yang penting
ada DASAR negara dulu. Maka muncul ajuannya yang disebut
Pancasila sebagai dasar negara. ["Pancasila" ini semalam
mendapat kritikan dari Dr Ikras Nusa Bhakti sebagai dasar
impor dari barat. Dengan alasan diantaranya bahwa agama/
faham monotheisme adalah berasal dari faham theisme
bangsa Timur Tengah. Benarkah demikian?].
Dan memang negara ini dibentuk dengan suatu pernyataan
yang disebut dengan PROKLAMASI, kemudian dengan
KERJA KEBUT SEHARI, PPKI berhasil menyusun dasar
negara yang lebih konseptual berupa UUD-45 lengkap dengan
pembukaan dan aturan-2 tambahan dan peralihannya. Dasar
negara yang mengandungi Pancasila di pembukaannya.
Seharusnya dengan dasar itu, negara ini dapat beroperasi
secara gradual menuju kemajuan yang berarti dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Sayang, masalah
ideologi yang mendasari pancasila selalu saja menjadi
ganjalan. Yang menghasilkan friksi-friksi antar unsur bangsa.
Dan ideologi pokok (ketuhanan yang maha esa) sampai
sekarang tetap menjadi masalah krusial.
Seharusnya masalah itu perlu dikubur dalam-dalam.
Asal masih berpegang dalam dasar negara, dapatlah
diselenggarakan operasi bernegara yang makin dewasa.
Operasi lembaga-2 negara harusnya semakin baik
dengan mengacu pada aturan tambahan dan aturan
peralihan dari UUD-45 itu sendiri. Perubahan itu
harusnya telah mampu mewujudkan Parlemen yang
tangguh yang mampu dengan bijak menyusun suatu
konstitusi yang lebih baik dibanding UUD-45 yang
hanya berupa kerja panitia KEBUT SEHARI dan
pernah dinyatakan sebagai UUD sementara!.
Sambil mengupayakan agar kehidupan rakyat semesta
yang juga tunduk pada konstitusi yang masih berlaku.
Itu pendapat saya yang masih tipis pengetahuan dan
pemahaman saya dalam hidup bernegara dan berbangsa.
Kemudian tentang Bp. Amien Rais, Bp. Abdurrahman
Wahid, Ibu Megawati dan Bp. Akbar Tanjung. Menurut
saya alangkah baiknya bila keempatnya dapat menjadi
mitra usaha dalam penyelenggaraan negara. Bukan
sekedar menjadi MITRA TANDING politik.
Kalau GD dinilai kurang baik, apakah tidak mungkin 3 yang
lain membantu memperbaikinya? Karena toh masih
sama-sama berpegang pada dasar negara dan undang-
undang dasar yang sama. Kalau ternyata GD harus di-
lengserkan, yah, tentunya ada cara-cara yang lebih
bijak bukana dengan segala kasak-kusuk dan perbuatan-2
yang mencolok di mata orang bodoh sebagai upaya-2
penumbangan.
Atau, karena kesannya pihak yang sangat tahu akan
kemampuan presiden dan potensi wakil presiden
adalah Bp. Amien Rais, mengapa tidak sekalian saja
kita mendukung beliau untuk naik (atau turun?)
menjadi kepala negara yang merangkap menjadi
kepala pemerintahan. Tentunya dengan legowo pula
melepas kedudukannya sebagai ketua MPR, yang
terbukti sejak dini mampu memberikan angka merah
pada raport Abdurrahman Wahid dalam waktu kurang
dari 1 tahun. Toh di lembaga yang beliau ketuai masih
ada wakil-wakil ketua, yang lebih banyak jumlah dan
lebih mencerminkan dukungan rakyat daripada hanya
seorang WAKIL PRESIDEN.
Dengan demikian, tak akan lagi ada usaha-usaha
penggoyangan kursi kepresidenan, karena presiden
telah di-salirani (dibadani) sendiri oleh mantan
Ketua MPR yang pernah secara simbolik menyerahkan
mandat berbangsa dan bernegara kepada presiden
kita yang ternyata tidak becus dan penuh ketidak
mampuan untuk mengembannya. Apalagi telah ada
jastifikasi dari para wakil rakyat bahwa presiden
kita itu telah melanggar UUD-45 dalam memorandum.
Atau ada usulan lain lagi yang lebih jitu? Mari kita
berandai-andai, mumpung masih dilingkungan MAYA!
salam,
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
