Kapolri Membantah Penjarahan oleh Polisi
Penjarahan harta benda milik pengungsi warga Madura di Sampit, Kalimantan
Tengah, disinyalir melibatkan anggota kepolisian. Kapolri Jenderal Polisi S.
Bimantoro membantah.

 = Bapak di Jakarta, peristiwanya nun jauh di Sampit. Dari mana Bapak bisa
tau, kalau itu nggak benar terjadi?

( Satu hal lagi,ada juga berita yg mengatakan pihak keamanan telah membeli
dng harga yg super murah (mis. sepeda  motor yg relatif masih baru dibeli
dng harga Rp 100.000-200.000, atau menukar menukar barang2 berharga (seperti
sepeda motor, mobil, lemari es) milik warga korban kerusuhan dng barang2
pangan pihak keamanan (mis. mobil ditukar dng sejumlah minuman/makanan yg
kalau dinilai dng uang harganya mungkin hanya puluhan atau seratusan ribu
rupiah). Menurut saya ini sama teganya dng berita penjarahan tsb. Kalau mau
bantu, kenapa duitnya / makannannya saja yg dikasih)

 Malaysia Membutuhkan Dokter Indonesia
 Pemerintah Malaysia berminat mendatangkan 300 dokter Indonesia dengan
ikatan kontrak lima tahun. Sebab, selain serumpun, mereka mengaggap dokter
Indonesia bisa diandalkan.

= Padahal di Negeri sendiri, WNI-nya malah banyak yg berobat ke Singapore.




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke