Naga sebagai lambang kekuatan jahat bukan merupakan kebudayaan Barat.
Lambang Naga sebagai kekuatan jahat berasal dari budaya bangsa Ibrani
(Israel). Antara dinosaurus dan naga (dragon) jelas berbeda. Di film2
Holywood, tidak setiap ceritanya menceritakan Naga sbg binatang yg jahat.
Contohnya adalah film "Dragon Heart" yg dimainkan a.l. oleh Sean Connery
(suara) menceritakan seekor Naga  yg baik hati bernama Draco.

Mempelajari Alkitab, tidak bisa dipelajari seperti mempelajari sebuah karya
ilmiah semata. Tetapi, selain keimanan, harus melihat juga latar belakang
sejarah dan budaya bangsa Israel, karena dari sinilah berasal Alkitab
ditulis. Karena dalam budaya bangsa Israel lambang kejahatan antara lain
digambarkan dengan Naga, maka Naga bagi bangsa Israel memang merupakan
lambang kejahatan. Tetapi, tidak bisa lalu digeneralisasikan dengan logika,
berarti orang Kristen menganggap Naga itu lambang kejahatan. Logika seperti
ini adalah logika yg tidak valid, dan terlalu naif/sempit.

Untuk menceritakan kejahatan dengan sebuah lambang, penulis Alkitab, sesuai
dng latar belakang budayanya menggunakan lambang Naga. Hal ini dimaksud u/
memperjelas ilustrasi cerita yg hendak disampaikan. Sama dng dalam budaya
Tiongkok, yg untuk memperjelas suatu kekuatan yg positif, gagah perkasa,
enerjik, dll, dilambangkan dengan Naga. Jadi, untuk menjawab pertanyaan:
apakah Naga (Liong/Lung) merupakan lambang kejahatan? Jawabannya harus
dengan melihat per kasus, yakni dengan melihat latar belakang budaya di mana
cerita/legenda itu ada.

Budaya umum pd setiap negara, mengangguk pertanda kita setuju. Di sebuah
negara kecil (saya lupa namanya), mengangguk malah artinya kita tidak
setuju. Memegang hidung orang lain di banyak negara bisa membuat orang yg
dipegang hidungnya itu marah. Tetapi, di Arab Saudi, memegang hidung dapat
diartikan sebagai pertanda kita minta maaf dan sangat menyesal. Ini hanya
sekedar memberi ilustrasi ttg perbedaan yg saling kontradiktif dalam budaya
bangsa2.

Oleh karena itu melakukan suatu penafsiran atas sesuatu hal hendaklah kita
berwawasan luas.

Di milis ini pernah beberapa pesertanya menertawai cerita Alkitab yg
melambangkan Naga sbg lambang kejahatan. Bagi saya perilaku ini tidak etis
dan tidak disertai dasar pemahaman ttg budaya dan latar belakang sejarah
sebagaimana saya sebut di atas. Menertawai budaya atau kepercayaan orang
lain, siapa pun dia, merupakan perilaku yg tidak etis.

Kalau cerita Naga sebagai lambang keperkasaan disampaikan kpd orang Israel
yg tidak mengerti budaya ini, tentu akan membuat mereka juga bingung. Karena
bagi mereka Naga itu lambang kejahatan.

Sebagian orang dlm masyarakat ini memang ada yg mempunyai wawasan yg sempit,
yang menafsirkan sesuatu berdasarkan penafsiran yang sempit, harafiah, dan
fanatik buta. Tanpa mau tahu tentang sejarah, asal-muasal, dan budaya dari
mana suatu cerita itu berasal. Orang2 seperti ini bisa berasal dari mana
saja. Baik yg beragama (agama apapun dia), maupun yg tak beragama.

Ada org Kristen yg juga seperti ini. Karena dlm cerita Alkitab, ular
merupakan lambang kejahatan. Maka, orang ini sangat anti terhadap semua yg
berbau ular. Termasuk gambar ular. Ketika ada saudaranya yg memakai baju yg
bergambar ular, dia menjadi marah, dan menyuruh saudaranya itu ganti baju.

Maka saya pun berkata kepadanya, "Kalau begitu Anda jangan pergi ke apotek
membeli obat!" Dengan heran, dia bertanya: "Kenapa?" Saya katakan, "tidak
tahu kah Anda bahwa lambang apotek itu ada gambar ularnya?"

Jadi, sekali lagi kita hendaklah berwawasan luas dalam menafsirkan dan
melalukan segala sesuatu. Putih melambangkan kesucian/kebenaran/kejujuran.
Sebaliknya hitam melambangkan kejahatan/kegelapan/ketidakjujuran. Apakah,
lantas, kita harus anti terhadap segala sesuatu yg berwarna hitam?


----- Original Message -----
From: Jonathan Goeij <[EMAIL PROTECTED]>
To: Cari_yahoogrou <[EMAIL PROTECTED]>; fica-net_fica_
<[EMAIL PROTECTED]>; tionghoa-cultu <[EMAIL PROTECTED]>;
Tionghoa-net_e <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, March 25, 2001 12:12 PM
Subject: [t-net] Liong dan dragon


> Dragon dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai naga, didunia barat
merupakan lambang sebagai kekuatan jahat. Bentuk dari dragon digambarkan
seperti Dionosaurus dengan sedikit modifikasi dan dari mulutnya bisa
mengeluarkan api yang membakar. Didalam alkitab terutama dikitab wahyu iblis
digambarkan sebagai ular naga yang sedang mengincar mangsa. Didalam berbagai
legenda barat diceritakan para pahlawan yang berjuang dan mengalahkan dragon
(naga).
>
> Liong atau lung (mandarin) diterjemahkan menjadi dragon (Inggris) dan naga
(Indonesia), dan berlawanan dengan legenda dunia barat Lung di legenda
Tionghoa melambangkan sebagai semangat para pahlawan yang pantang menyerah
dalam menghadapi kejahatan dan juga merupakan lambang dari Kaisar, Kaisar
dikatakan sebagai putra naga. Semangat Liong/lung dikatakan sebagai semangat
yang gigih, lurus, setia dan pantang menyerah. Pendek kata Liong/Lung boleh
dikata adalah simbol dari semangat orang Tionghoa.
>
> Ada dua pengertian yang saling bertolak belakang dari kata naga ini, yang
satu adalah lambang kejahatan (naga dunia barat) dan yang lain adalah
lambang kebaikan (Tionghoa). Ataukah penterjemahannya yang kurang tepat,
mungkin lebih baik Liong/Lung tidak diterjemahkan sebagai dragon/naga tetapi
tetap sebagai Liong/Lung.
>
> Tadi siang saya kongkow2 dgn dr. Irawan waktu saya mampir di Tionghoa
Cultural Center, dr. Irawan mempunyai pertanyaan:
>
> Apakah Liong/Lung itu adalah iblis ?
>
> Adakah yang bisa menjawab.
>
> Salam,
> Jonathan Goeij<br clear=all><hr>Get your FREE download of MSN Explorer at
<a href="http://explorer.msn.com">http://explorer.msn.com</a><br></p>
>
>



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke