Kalok ndak salah lhoya!
pada setiap IJAZAH atau dokumen-2 tanda lulus selalu
dibubuhi peringatan untuk pemegangnya agar menjaga
"kelulusannya" itu dalam berkarya. Sepanjang pekerjaan-
nya menggunakan arti kelulusannya itu. Lulus menjadi
dokter, misalnya, maka ya haruslah mengikuti kode
etik kedokteran yang diantaranya tidak sembarangan
menyampaikan hasil diagnosis terhadap seorang pasien.
Apalagi yang disampaikan itu adalah seseorang yang
bukan pasiennya, dan berdampak luas bikin kacau sak
negara!
Untuk itu (kata Timbul), harusnya perlu dilacak dari
mana lulusnya dokter-dokter itu. Berhak lho orang
menuntut kepada ALMAMATER-nya untuk mencabut
gelar dokternya. Asal itu betul-betul melanggar etika
kedokteran. Tapi ya embuh ding wong sekarang ini
yang namanya gelar akademik dan gelar-gelar
perolehan dari perguruan tinggi itu sangat laris manis
dan laku dijual. Lihat saja (dulu ada yang mberitahu
aku) di kalangan DPR ada berapa yang memperoleh
gelar-gelar baru berupa DOKTOR HC. Doktor HUMORIS
CAUSA... hahahaa. Juga profesor-profesor yang dengan
enaknya tetap menempelkan gelarnya untuk urusan
jabatan non akademis itu.
salam humoris causa,
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane dokter ambek dukun?
----- Original Message -----
From: "GIGIH NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, March 31, 2001 5:28 PM
Subject: Re: [indonesia_damai] ADA YANG TAHU PERSISNYA ?
--- prameshi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Yang saya baca tidak begitu.
>
> Ada 4 dokter spesialis semuanya memakai H
> didepannya. tetapi
> mereka bukan dokter istana. Sanggaha itu telah
> diberikan oleh
> dokter kepresidenan. Mana yang bener?
>
> prameshi
Boleh jadi begini :
1. Ada pasien, yang mengaku-aku sebagai GD, yang
mendatangi praktek dokter tersebut. Namun sebelum
dokter selesai melayaninya, meski sudah memeriksanya,
pasien tersebut melarikan diri dari ruang praktek,
malah belum membayar pula. Seperti juga buruh-buruh
yang sering mendatangi kantor bernama DPR untuk
mengadukan kebuntuan tuntutan mereka yang tak tahu
harus ke mana, maka keempat dokter tadi menggunakan
logika yang sama, 'ah ke kantornya DPR saja'. Dan
dibawanya surat dokter tadi.
2. Ada orang yang minta contoh sebuah 'surat
pernyataan sakit', yang bisa dihgunakan untuk
mem-PHK-kan seseorang, atau bisa dipakai untuk 'surat
istirahat' atau 'cuti di luar tanggungan', dengan
membuat spesifikasi kondisi fisik seseorang.
Dokter-dokter tersebut, dengan culunnya, lalu membuat
sebuah contoh surat yang kira-kira akan dibuatnya,
jika benar-benar pasien tersebut tadi sesuai dengan
yang dibilang sama pemesan surat-surat tadi. Karena
pesanan cuma melalui telepon, dan cuma menyebut 'aku
pak X, dari DPR', dan 'tolong antar surat tersebut ke
kantor saya', maka berbondong-bondonglah dokter tadi
ke kantor DPR.
3. Membuat upaya-upaya menghilangkan kepercayaan
terhadap pihak lain. Kehilangan kepercayaan itu bisa
kepada pasien yang disebutnya dalam surat sakit tadi.
Atau, agar rakyat tidak lagi menaruh kepercayaan
kepada dokter, karena terbukti dokter pun bisa melacur
seperti itu demi ambisinya, yang bisa berupa ambisi
kekayaan, maupun politik asal-asalan. Kalau soal agar
rakyat tak percaya sama DPR, tanpa surat itu sih,
sudah lama.
4. Atau dokter tersebut ingin menabur umpan, untuk
mempertontonkan siapa-siapa saja tikus-tikus got yang
bakal ngebacot abis, menyambar kesempatan, dengan
penerbitan surat sakit tersebut. Jika benar, terbukti
tikus-tikus got yang itu-itu juga adanya, yang dengan
mulut penuh comberan segera ngablak.
5. Telah terjadi pelanggaran sumpah kedokteran yang
sangat berat, karena dorongan niat busuk dokter. Jika
demikian, pihak IDI harus turun tangan menjelaskannya.
Jika tidak, maka IDI bisa dibilang masuk dalam
konspirasi butut untuk membuat negeri ini anget terus,
dan semakin mendorongnya ke jurang kehancuran.
Jika sudah demikian halnya, maka arek-suroboyo pasti
akan mengucapkan kekesalannya, melalui umpatan
'jancuk!' saja.
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/?.refer=text
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~>
Make good on the promise you made at graduation to keep
in touch. Classmates.com has over 14 million registered
high school alumni--chances are you'll find your friends!
http://us.click.yahoo.com/03IJGA/DMUCAA/4ihDAA/BE_UlB/TM
---------------------------------------------------------------------_->
=================================================
Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa
yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk
menggali
berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang
lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang
akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik.
Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
=================================================
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--