Kapan ae wis Cak. Tapi apa ya pada mau bentuk
forum-foruman lagi? Atau paling tidak forum itu
jadi efektif? Nek aku kok sebaiknya yaaa tetap
saja bergerak mengalir sembari menebarkan kesadaran
kepada khalayak tentang SIAPAKAH LEGISLATOR
kita sekarang ini.
Sebab aku cumak ngeling-eling pengungkapan data
dari Om Arbi Sanit von UI yang menyatakan bahwa
35% anggota parlemen adalah BISNIS-man. Atau
pengusaha. Lho kalau pengusaha kan dah ndak
perlu kan gaji-gaji anggota DPR itu. Wong mereka
membayari sesama anggota untuk ikutan dukung
mendukung saja mampu kok. Dan apa sifat pengusaha
selain mencari KEUNTUNGAN?
Maka bayangin ketika pintu-pintu keuntungan itu
kelihatannya mau ditutup oleh suatu sistem PEMBUKTIAN
TERBALIK? Lha kita ini memang aneh kok. Bukti kok
harus yang jelas terdokumentasi, ya payah lah. Lagi
pula berlindung dibalik rumusan "Praduga Tak Bersalah"
lha kapan bisa menyangka, mendakwa dan menuduh
seseorang kalau selalu harus kembali kepada praduga
tak bersalah?
Ilustrasi kecil telah disampaikan oleh FPKB (sekjen?)
yang menyatakan bahwa ada Ferari dan Jaguar di
BASEMENT gedung DPR. Apa ya wajar ferari dan
jaguar itu mewakili bemo dan angkot daripada rakyat?
Jadi fakto-visual tetap tidak dapat menjadi barang
bukti kan? Harus terdokumentasi. Paling tidak kalau
ada anggota parlemen mampu punya ferari dan
jaguar, yaaa masak mobil dinas parlemennya di
embat pisan ke rumahnya? Lak nyimut. Sama lah
dengan teman-teman ku yang tiap hari blebar-
bleber ber blazer dan taruna, sementara itu kantornya
sendiri cuman punya Mitsubishi Van angkatan 1987!
untuk antar jemput pimpinan tata usaha.
Jadi kalau berlaku pembuktian terbalik, sudah banyak
bukti nyata yang terlihat! gitu lho.
salam bukti-buktian dan balik-balikan lah!
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
----- Original Message -----
From: "GIGIH NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, March 31, 2001 5:04 PM
Subject: [Kuli Tinta] Re: [indonesia_damai] pembuktian terbalik
--- prameshi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Julius Usman anggota komisi II mengatakan bahwa
> pembuktian
> terbalik adalah alat GD untuk menjaring lawan-lawan
> politiknya
> disamping tidak sesuai dengan UU yang ada.
>
> Setelah dokter bingung kini anggota DPR semakin
> nggak jelas
> posisinya didalam menyikapi tuntutan rakyat mengenai
> reformasi
> total. Seperti telah menjadi pemahaman bersama bahwa
> pemberantasan
> da pengsusutan tuntas KKN adalah tema utama
> reformasi total. Kini,
> ketika pihak eksekutif ingin menjaring mereka yang
> tidak bisa
> membuktikan dari mana asal kekayaannya malah ada
> wakil rakyat yang
> menentangnya, bahkan mengatakan kalau Perpu yang
> dibicarakan GD
> sebagai pribadi dalam rapat PKB itu seperti UU
> subversif menurut
> JU.
>
> Saya yakin, banyak diantara anggota DPR yang seperti
> JU. Saya
> ingin bertanya bagaimana caranya agar mereka para
> wakil rakyat itu
> mau mendengar aspirasi rakyat tanpa harus
> berdemonstrasi? Apakah
> FID bisa menyuarakan?
>
> prameshi
Kayaknya memang harus dibentuk sebuah kelompok baru,
peduli bangsa, untuk mengadili tikus-tikus got ini,
dengan mengundang mereka dalam sebuah forum diskusi
atas sikap-sikap mereka tersebut. Ayo, kapan kita mulai.
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/?.refer=text
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--