"Apa lagi Nggleng, malem Minggu nggak libur koen?"

"Weeh, tumben, begitu dikontek langsung nyahut, Kang.
Malem Minggu itu kan hari besar bagiku, Kang. Di TVRI
ada tayangan budaya tradisional kadang-kadang diisi
wayang kulit, kadang-kadang wayang golek dan lain-lain.
Di RCTI setelah sinema Borobudur, dilanjutkan dengan
tayangan Kethoprak Humor, yang walaupun dagelan,
tetap ada sedikit pesan akan nilai-nilai budaya sendiri.
DI Indonsiar biasanya wayangan sampai fajar.. lho 
hari besar kan Kang Sondong?"

"Walah, alasan.... padune kowe gak gableg cara lain
buat berhibur saja kok Leee, Le. Mbok kayak orang-
orang berleter B itu yang tiap akhir pekan memuncak
ke arah Cianjur, untuk beristrirahat... hehhe.. nek wani,
lho Le... kan kamu itu tergolong anggota PSTI, Pagu-
yuban Suami Takut Isteri.. hehehe.... ngaku lah!"

"Semprul Kaler tenan kok Sampiyan itu Kang. Justru 
karena aku ketemu beberapa kotak bergerak berletter
B itulah aku kontak Sampeyan"

"Oh ya? Terus apa hasilnya?"

"Aku ketemu eh.. kepethuk Ibu Mega Kang!"

"Wuuuik... gombal.. lha kamu kok bisa ketemu Wapres.
Lha kemarin saja acara penanaman pohon sukun ndak
jadi dilaksanakan di sekolahanmu gitu kok!"

"Lha iya itu masalahnya. Tapi kan peristiwa pencanangan
SUKUNOLOGY atau SINGKONGNOMY itu ndak dapat
tanggapan blas kan Kang. Kecuali malah beberapa kolega
yang di manca negara.... hehehe..."

"Apa bener, kamu ketemu Bu Mega. Terus dimana, ngapain
dan kamu dapat apa?"

"Yaaa dapat macetnya.. hehehe. Lha aku kepethuknya beliau
naik VW-kodok item-nya itu kok. Sedang aku diangkut Panther
oleh Lek Giek. Diajak nengok kebun pisang di daerah Ci Mahpar
dan Jayanti, Kang. Itu lho dekatnya padang Golep itu lho."

"Lha waktu itu Bu Mega ngapain?"

"Yang jelas menurut Pak Karna supir, beliau sedang keluar
meninggalkan pesanggrahannya di sekitaran Jayanti situ"

"Lha apa hubungannya?"

"Ndak papa sih, cumak masalahnya kan Ibu Mega itu nyetir
sendiri mobilnya. Terus itu tuh, ada mobil PatWal 3 biji,
JIP Mercy 2 biji dan satu mobil Van tertutup rapat, gitu lho
Kang...."

"Lho wajar kan, seorang Wapres ngerig wadyabala protokoler
Le... Jangan gitu ah..."

"Yang jelas gara-gara rangkaian prosesi itu, kami terpaksa
dihentikan selama kurang lebih 10 menit... nunggu dulu..
ah, mungkin biar kami bisa lebih jelas menikmati pemandangan
Wapres nyetir mobil sendiri ya Kang?"

"Ooooh, baru ngeh aku... mengapa dulu Ibu Mega mengatakan
semakin sulit menemui pengikutnya dari kalangan bawah,
semenjak jadi Wapres...."

"Nhaaaa, gene dong?"

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke