prof doktor john banting memang demokrat sejati.... mBin ------\ Wajar, Pengerahan Massa NU dan Muhammadiyah Tersandera koridor.com [9 Apr, 10:07] Wakil Ketua PP Muhammadiyah Dr Dien Syamsuddin menilai, pengerahan massa untuk kepentingan politik tertentu sebagai sesuatu hal yang wajar dalam penyampaian atau artikulasi kepentingan. "Pengerahan massa untuk memperkuat posisi politik masing-masing merupakan sesuatu yang sah-sah saja, karena dalam politik, politicall pressure termasuk dengan pengerahan massa sah saja adanya, dan merupakan salah satu cara artikulasi diri. Misalnya karena gagal bersaing dan bertarung di arena formal, DPR atau MPR, kemudian mengandalkan kekuatan massa," ujar Dien Syamsuddin dalam Diskusi Trijaya FM, di Jakarta, Senin (9/4). Hal tersebut dinilai wajar saja, tambah Dien, selama pengerahan itu sebatas artikulasi diri dan dimaksudkan sebagai political pressure atau tekanan politik. Sementara, hal itu akan berkembang menjadi negatif bila berkembang menjadi anarkhisme dan tindakan perusakan. Sejauh ini, menurut Dien, gejala pengerahan massa belum sampai tingkat membahayakan. "Saya belum melihat upaya-upaya yang dilakukan sebuah kelompok untuk memperkuat diri kemudian melakukan manuver-manuver mobilisasi massa besar-besaran dalam dimensi-dimensi keagamaan. Ini baru political pressure, atau mungkin agak lebih tinggi political threat (ancaman politik)," jelas Dien. PP Muhammadiyah sendiri, kata Dien, senantiasa menyikapi perkembangan situasi secara rasional, secara dingin, dan tetap mengedepankan akal sehat. "PP Muhammadiyah sangat menekankan Ukhuwah Islamiyah terlalu mahal untuk kita korbankan begitu saja," tegasnya. Sementara mengenai konflik Presiden Wahid dan Ketua MPR Amien Rais, menurut Dien, konflik kedua elit politik nasional saat ini perlu dipisahkan dengan NU dan Muhammadiyah. Dalam pandangan Dien, NU dan Muhammadiyah saat ini sama-sama dalam kondisi tersandera oleh dinamika politik yang terjadi. Gejala aksi massa disebabkan para kelompok kepentingan tidak siap dengan suatu konsep atau visi baru reformasi, dan ini menunjukkan indikator kelemahan landasan kultural masyarakat menghadapi perubahan, termasuk untuk reformasi dan demokrasi. (fero / al) ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
