BERITA | MEMBERS |FREE E-MAIL | KOMUNITAS | CHAT | i-GUIDE . detikFinance | detikHot | detikKuis | detikLelang | detiki-Net | detikNews | detikSports Agenda | Belanja | Cuaca | Foto | i-Guide | Index | Kampus | Kamus | Karir | Kolom | Suara Pembaca | English Edition Adil | Amien Rais | Gede Prama | Perspektif Wimar | Rhenald Kasali Rabu, 11/04/2001 politik & peristiwa . . . Amien: Bila Tuhan Menghendaki, Gus Dur Pasti Turun Reporter: Abdul Haerah detikcom - Makassar, Ketua Umum DPP PAN Amien Rais masih berharap agar Presiden Gus Dur mengundurkan diri. Meski saat ini Gus Dur menolak, namun Amien yakin, jika memang Tuhan menghendaki, maka Gus Dur akan turun. Hal itu dikemukakan Amien Rais saat menjadi pembicara dalam Tablig Akbar di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/4/2001). Tablig yang diselenggarakan DPW PAN Sulsel ini dihadiri oleh ribuan warga Sulawesi Selatan. Di hadapan massa, Amien bernostalgia ketika Poros Tengah mencalonkan KH Abdurrahman Wahid sebagai presiden. Menurut dia, pencalonan Gus Dur itu sebetulnya melewati berbagai tahapan proses. Ceritanya, saat itu setelah pertanggungjawaban Habibie ditolak MPR, berbagai ketua partai politik berkumpul di rumah Habibie. Menurut Amien, hadir dalam pertemuan yang digelar sejak pukul 23.00 WIB itu, Akbar Tandjung, Hamzah Haz, Yusril Ihza Mahendra, Wiranto, Dawam Rahardjo, Adi Sasono, Nurmahmudi Ismail. Amien sendiri datang pukul 04.00 WIB dinihari. Pertemuan itu untuk membahas siapa yang berhak dicalonkan sebagai presiden. Tawaran diberikan kepada Akbar, Yusril, Hamzah Haz, dan Wiranto. Namun, mereka menolak. Lantas, Amien jadi pilihan terakhir. Tapi, Amien menolak. Maka Amien mengusung nama Abdurrahman Wahid. Lantas nama Gus Dur itu disetujui oleh Poros Tengah. Namun, lanjut Amien, setelah beberapa bulan Gus Dur menjabat sebagai presiden, Poros Tengah yang terdiri dari berbagai parpol malah paling getol memintanya mundur. Menurutnya, ada beberapa alasan Gus Dur diminta mundur. Pertama, Gus Dur tak bisa lagi memegang amanah yang diberikan kepadanya. "Kasus Bulog dan Brunei menunjukkan hal demikian," kata Amien. Kedua, kata Amien, dari segi kejujuran Gus Dur tidak bisa lagi dipegang kata-katanya. Menurut guru besar Fisipol UGM ini, beberapa kali, Gus Dur melakukan kebohongan publik dengan pernyataaan kontroversialnya. Selain itu, Amien juga menilai Gus Dur sudah jauh dari sifat seorang kenegarawanan. Oleh karena itu, Amien merasa lebih baik Gus Dur harus mundur dari presiden. "Bila Tuhan menghendaki, Gus Dur pasti turun. Itu tak bisa dipercepat atau diperlambat. Biar pun Gus Dur mengerahkan puluhan ribu massa-nya tapi dirinya akan turun, bila Tuhan menginginkannya," kata Amien. Amien juga meminta para pendukung Gus Dur supaya tidak melakukan reaksi yang berlebihan menanggapi tuntutan Gus Dur mundur itu. Amien Rais yang juga Ketua MPR ini mengaku kecewa dengan pola kepemimpinan Gus Dur. "Kalau ada orang yang kecewa dengan kepemimpinan seorang kiai Abdurrahman Wahid, mungkin Amien Rais lah oirangnya. Soalnya, sayalah yang memprakarsai pencalonan Gus Dur dulu," ungkapnya. Dalam tablig akbar yang berakhir pada pukul 14.30 WITA ini, Amien juga menyinggung tentang keadilan di Indonesia yang masih sangat jauh dari yang diharapkan. Namun, Amien masih optimis Indonesia memiliki masa depan yang cerah asalkan semua pihak mau belajar dari masa lalu. (asy) ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
