"Nggleng... Lagi ngapain Le...? Kontek Nggleng!"
"Sampeyan, Kang. Selagi menikmati 'brakotan' dengkul
ayam nan gurih gini kok ngontak Gineng - Pameling tah?
Ada apa, Kang Sondong?"
"Kowe nonton siaran liputan 6 SCTV ndak, Le?"
"Woow, aku lebih seneng Metro Hari Ini kok Kang. Habis
tadi diungkapkan bahwa dialognya sama Pak Amien
Rais sih.."
"Weleh, kowe ini Le. Sama Pak Amien Kok bolehnya
'kipa-kipa' jangan Gitu Le. Pak Amien tetap tokoh nasional.
Tanpa Pak Amien belum tentu gerakan reformasi dulu
berhasil melengserkan mBah Harto, Bapak Pembangunan
itu, ngono!."
"Nyiiak... sama saja. Tanpa Pak Harto, niscaya Pak Amien
juga ndak akan seterkenal itu.. tak iya? Kabeh eh.. semua
ada perannya sendiri-sendiri Kang. Tapi bukan itu kok alasan
ku. Hanya sekedar 'nglengkara' pikiranku ini bila mengikuti
sepak terjang lokomotif Reformasi itu."
"Huusy.. nglengkara itu artinya memar itu Le. Lha kamu merasa
disakiti apa sama Pak Amien? Jangan gitu ah. nDak baik
sebagai salah satu bagian angkatan muda yang hampir
tua, ngono. mBok sedikit 'angon ulat'. Bertepa-slira seperti
yang sekarang lagi hangat dibicarakan di milist favoritmu,
[EMAIL PROTECTED] itu Nggleng..."
"Justru karena aku ini merasa kebanyakan tepaslira atau
berfikir empatik begini ini jadi 'nglengkara' tadi, Kang.
Coba Sampeyan pikirken lagi. Sekarang presiden GD
yang sejak dulu diketahui sering mencla-mencle, lemah karena
keterbatasan fisik dan kesehatannya, kok dipromotori jadi
presiden, kemudian disalah-salahkan melulu?. Malah sekarang
orang mulai menyalahkan dan meragukan kemampuan GD
dalam menangani 'tumpukan paper works' hayo? Siapa yang
salah dan mencla-mencle serta membohongi diri sendiri,
rakyat dan dunia, Kang?"
"Nguawur saja! Masalah ini bukan itu. Sudahlah Nggleng,
jangan kamu merasa bener sendiri. Pinter sendiri, diatas
langit masih ada langit lagi, kata Kho Ping Hoo dulu... Wah,
kalau tadi kowe nonton SCTV pasti tambah Denggleng
bolehnya mikir, Le..!"
"Emang ada apa dengan Pak Amien?"
"Itu tuh, soal pertemuan segi empat yang tanpa diagonal
dan titik temu itu lho Le. Kan Pak Amien bilang kalau
sekarang sebetulnya sedang nunggu-nunggu gerakan
proaktif Presiden Wahid untuk memprakarsai pertemuan
itu lengkap dengan agenda-agendanya... tapi kok..."
"Tar dulu.. bukannya selama ini dari 3 tokoh selain GD,
Pak Amien ini yang sempat menyatakan bahwa pertemuan
dengan GD adalah tak ada gunanya? Bahkan sempat di
depan khalayak beliau bilang tidak perlu lagi berkomunikasi
dengan GD...?"
"Nggleng, kamu ini seperti pembela berani mati GD saja.
Yang imbang dong nontonnya. Jangan pernyataan-2 Pak
Amien saja yang disoroti. Yang jelas tadi Pak Amien bilang,
bahwa mungkin tidak bisa hadir, karena rencana akan
ada Rakernas PAN. Sedang beliau kan ketua umum PAN,
ndak lucu kan kalau Rakernas tanpa dipimpin oleh Ketua
Umum?
"Lho, apa malah ndak mutu, Kang. Ketua Umum kan hanya
di PAN yang cuman 7% di parlemen. Lha kedudukan dia
sebagai Ketua MPR yang nota bin bene adalah musyawarahnya
rakyat, gimana?"
"Nggleng, dalam musyawarah kan ada wakil? hahahaha...
ndak mudeng-mudeng saja kamu ini.....!"
"Aees.. gombal. Pokoknya aku ini paling anti dengan orang
yang plin-plan. Merangkap antara jadi pejabat tinggi negara
sekaligus menjadi ketua umum Partai. Babah itu Megawati
kek, Akbar Tanjung kek, Amien Rais kek, Yusril kek.. pokoknya
ndak mutu. Lha enak saja, sewaktu berangkat rapat DPP
pakai fasilitas jabatan sebagai ketua DPR kek, MPR kek,
wapres kek... eee cumak rapat untuk kepentingan PARTAI..."
"Huuu.. bathukmu iku Leeee... diajak mikir serius malah misuh
misuh... dah dulu ya.. besuk lagi kalau sudah agak tenang
saja, kita kontak lagi.. setuju....?"
[kontak Gineng-Pameling putus dari sebelah pihak]
Pagelaran, 15 April 2001
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--