"Huahahahaaa... Nggloooeng.. Kontuuuuek... 
Hahahaha!"

"Husssy.. Kang Sondong, sudah tua kok masih 
cuwawakan? Ndak memper blas, Sampeyan. Aji 
Gineng-Pameling warisan mbah canggah Cakra 
"Cindhe Amoh" Dipa, kok dibikin cengengesan?"

"Justru hahaa... itu hehehe.. hihihii...Ituu huhuhu 
Nggleng, aku ndak kuat lagi ngampet ngguyu.. 
hahahaaaaa.. Ngimpi apaaa semalam?"

"Ngimpi 'nguntal cecak' kali Kang? Kenapa, pagi-pagi 
'cuwawakan' ndak karuan. Untung lewat aji Gineng-Pameling, 
jadi ndak ngganggu tetangga, Sampeyan... Ada apaah?"

"Justru itu, Nggleng cocok sama batinku.... Kowe iku, sama 
Kakangnya kok brani-braninya bilang 'cuwawakan'? Di mana 
Le, adab sopan santunmu, dimana azas senioritas mu? Tahu 
gitu dulu waktu kecil tak buang ke Kali nGglogog kowe...!"

"Eit, sorry.... Nuwun Sewu Kaka Prabu.... Ini kan kebawa suasana.
Banyak rembugan tidak mutu menyebar ke mana-mana... Ada
apa sih Kang?"

"Mangkanya to Leeee, nonton juga siaran Liputan 6 pagi SCTV,
biar segar suasana... hehehe..! Berita ndak mutu, konyol tapi
menyedihkan. Itu lho Le soal kebijakan pemerintah menaikkan
harga BBM untuk industri itu lho..."

"Lho kan bener kan? Buat Industri yang selama ini menikmati
keuntungan dan utangan milyaran, harus menerima kenaikan
itu, demi pemerataan fasilitas umum sesuai kemampuan
dan kejahatannya... hehehe..."

"Wiiiisss, Kowe ki. Asal diajak rembugan serius malah
nyengenges. Kakangnya tertawa bahagia dikritik... Gombal
tenan kok Leee. Kenaikan BBM u/ Industri sih mungkin
baik. Tapi implementasinya, pelaksanannya yang bikin
konyol. Kan ada aturan buat beli BBM di SPBU tidak
boleh pakai dirigent atau drum to Le? Lha terus gimana
no para nelayan. Apa memper kapal-nya disuruh
BRANGKANGAN ke SPBU? Hayo Le, nyoto kowe
pinter, pikirkan masalah GOMBAL ini...."

"Hehehehee... huahahahaa.... maaf Kang, ikutan
ketawa... waawawawawaaaaw? SCTV memang Ngepot
ya Kang. Pagi-pagi ngepot Solar Kapal Nelayan...
Pinjem angkring sate Madura saja Kang... hehehe..
kan bentuknya percis Kapal....hehehee... maaf 
becanda. Yaaah, kalau logis dan bijaksana, mustinya
di pantai-pantai tempat sandar dan layarnya kapal-
kapal cilik itu disediakan SPBUKN (SPBU khusus
nelayan) baru aturan diberlakukan.... atau, SPBU
umum mengeluarkan identitas resmi yang diketahui
segala pihak yang meyakinkan bahwa pembeli
pakai dirigent atau drum itu nelayan.... hayo,
enak kaaan...? Senengannya kok berita dibesar-
besarkan, bikin emosi ajah... "

"Oh.... iya, bener juga ya? Ning apa yang gini-gini
ini diterima oleh para beliau?"

"Weleh, tumben ndak misuhi Kang?"

"Dasar Solar Kowe!"


    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke