Kemarin, Pak Ustadz al Mudurini berkunjung di Pagelaran.
Tujuannya "nyeleneh". Beliau hanya pengin nonton berita
Jum'atan nya GD karena terjebak acara di Bogor dengan
seorang Profesor sepuh. Aku memang sering merasa aneh.
Mengapa isi ngobrol dengan Pak Ustadz itu malam harinya
segera mendapat inti yang sama dari mai-jap (e-mail japri)
mBak Yuni tentang kun faya kuun (yang salah kutulis kun fa
yaa kun).
Sebagian lagi ada pada posting Kang Dipo ini,
tentang kodrat alam... weleh-weleh... kan jadi mbantu
nih buat nulis reply-an? Siangnya dapat message yang
menjadi massage jiwa buat Jum'atan dari Kang Babat.
Aneh bukan, kosmos spiritualitas hari Jum'at itu? Penuh
mistery dan "wingit", bagi yang percaya dan mencoba
berusaha merasakan, to be led memahami. Bagi yang
tidak... ya ndak tahu haahaahaaa... (jadi ingat posting
tentang Jumat Agung di Kuli-tinta.... hehe, sayang Lik
Uhu tidak ikutan komentar.../;-}=)
KetentuanNya sebagai "Sang Marbudi Ing Rat" memang
telah disandang pada segala makhluk sejak
diciptakan. Ya, Dia yang jauh tanpa batasan tapi
dekat tanpa 'singgungan' (Adoh tanpa wangenan,
cedhak tanpa senggolan). Ini kalau ngomongin "spiritual".
Spirit yang ada pada semua ciptaan. Bahkan ada yang
berteori, segala yang ada ini adalah hidup. Termasuk
Universe sendiri adalah Hyang Hidup. Maka mati hanyalah
sekelebatan kodrat Hyang Hidup. Bahasa yang mengenal
sifat kebendaan mati antara lain adalah bahasa Jawa. Bahasa
yang mengenal idiom PATI dan MATI. Urip dan Ngaurip.
Jagatnya ngaurip hanya sekelebatan kilat, jagatnya
urip berimpit dengan jagatnya 'pati' yang langgeng....
demikian sekelumit "ngelmu tuwa" yang ditanyakan oleh
mBak Yuni...
[hihihi... dalam hati jadi khawatir ada yang menganggap
aku ini dukun dan paranormal... hiiiy...]
Rasa duren menjadi sempurna dengan "ngelamuti"
bijinya. Nikmatnya rambutan Binjai menyempurna
dengan "mengelothok" arylus dari bijinya... Buah-buah
segar tapi keras dan kenyal, nikmat di-lotis dengan
mendulitkan pada sambal... ah, jadi nggedabyah.
Belum lagi hakekat sate ayam madura adalah
cuilan-2 daging ayam ditusuk rapi yang "gluprut"
bumbu kacang, tak iya?
Makan roti Chapati ala Asia Selatan dan Persia,
semakin nikmat bila rela mencelup-celupkannya
pada kuah curry yang pekat dan tajam bau
jeruk-arab atau garam massala. Dituntaskan dengan
menjilati serta ngemut jari bekas kuah curry.
Beda dengan menikmati colenak atau jibeuh
maupun jagung bakar nano-nano.... wuiik.
panganan kabeh.... euy!
Salam ngaurip Kang Dipo,
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
----- Original Message -----
From: "dipo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, April 21, 2001 2:54 AM
Subject: [indonesia_damai] Tanpa biji---> Re: Sosiology Pisang
Rela nerima konsekuensi duren tanpa biji? Mana tahan... Bagaimana
mungkin hidup cuma nontonin pohon & daun-demaunnya doang. Kalopun
berbuah, masak iya cuma ngunyah itu kulit berikut duri-demurinya.
Ah, betapa sepinya dunia tanpa biji duren. Apalah artinya rasa duren
tanpa ngemut bijinya...
Mestinya manusia itu malu sama biji duren ya Ki, kendati berbeda
susduk & bentuk, biji & arylus ini merupakan satu kesatuan tak
terpisahkan. Kalau biji diibaratkan presiden dan arylus diibaratkan
kabinetnya, maka sudah selumrahnya terjadi proses anabol - katabol
yang mengubah segala pengetahuan para menteri jadi energi penggerak
roda pemerintahan. Menteri yang puwinterr tapi kurang enzim pasti dong
mengganggu proses metabolisme. Akibatnya, gerak roda jadi seret atau
macet samasekali.
Penggantian menteri yang kekurangan enzim, mestinya nggak perlu
menimbulkan sakit hati & dendam berkepanjangan yang cuma bikin
sengsara rakyat.
Kita memang perlu banyak belajar bab konsekuen dari alam. Kalo bener
anggota dewan & majelis punya niat baik terhadap kondisi yang terus
memburuk ini, mari konsekuen dengan putusan Sidang MPR 1999. Kalau
presiden dianggap gagal dalam tugasnya, maka aggota dewan & majelis
harus konsekuen mengakui itu sebagai kegagalan mereka juga. Jadi,
silakan rame-rame tetep ngantor di Senayan sampe 2004 atau...
Nah, untuk pemilu mendatang (apapun sistemnya), partai-parti sebaeknya
adu program penyelamatan negara. Pasti dah yang berani perang lawan WB
& IMF, bakal dapat banyak suara.
salam belgeduwelbeh,
go to hell with your AIDS!
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--