> ---------------------------------------------------------------------
> 
> WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
> Edisi: Bahasa Indonesia
> 
> Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
> Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> Edisi ini diterbitkan pada:
> 
> Selasa 24 April 2001 14:00 UTC
> 
> 
> * ANCAMAN PBM TIDAK AKAN MEMBUAT ANGGOTA DPR GENTAR
> 
> Ketua DPR Akbar Tandjung menegaskan, berapapun jumlah anggota Pasukan
> Berani Mati (PBM) yang akan dikirim ke Jakarta dan menduduki Gedung
> DPR/MPR pada 30 April 2001, tidak akan mempengaruhi keputusan
> fraksi-fraksi DPR untuk mengeluarkan Memorandum II untuk Presiden
> Abdurrahman Wahid. Akbar Tandjung lebih lanjut menyatakan, ancaman
> PBM tidak akan membuat anggota DPR gentar mengambil keputusan
> Memorandum II. Lebih lanjut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:
> 
> Menurut Akbar Tandjung, pada Rapat Paripurna DPR 30 April mayoritas
> fraksi-fraksi di DPR telah menyatakan sikap untuk memutuskan
> Memorandum II yang berlaku satu bulan. Fraksi-fraksi itu termasuk
> Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Golkar yang keduanya
> menguasai DPR dan MPR secara mayoritas. "Apa yang akan diputuskan
> nanti merupakan proses konstitusi yang harus dihormati semua pihak.
> PBM tidak bisa mempengaruhi sehingga keputusan tidak akan berubah,"
> katanya.
> 
> Sesuai rencana ribuan pendukung Gus Dur dari berbagai daerah terutama
> Jawa Timur akan datang ke Ibukota mulai hari ini. Mereka akan
> menduduki Gedung DPR/MPR. Mereka antara lain terdiri atas Front
> Pembela Kebenaran (FPK) yang sebelumnya telah dilatih ilmu kekebalan.
> Orang-orang ini juga dikenal sebagai Pasukan Berani Mati atau PBM
> yang disebut-sebutkan Akbar Tanjung. Mereka jelas tidak bisa berbuat
> banyak kecuali menakut-nakuti anggota-anggota DPR yang umumnya memang
> sudah takut. Kedatangan pasukan Gus Dur ini sebenarnya sudah
> terlambat dua bulan. Seharusnya mereka datang sebelum Memorandum Satu
> dikeluarkan. Tetapi ketika itu mereka belum siap baik dari segi dana
> maupun organisasi. PBM menurut pengakuan kalangan NU sendiri dibentuk
> oleh kyai-kyai garis keras.
> 
> NU dalam mempertahankan Gus Dur terpecah dalam tiga kubu.Yang
> moderat, ragu-ragu dan garis keras. Kalangan garis keras sebenarnya
> ingin agar keluar Resolusi Jihad atau Fatwa Bughot tetapi keinginan
> mereka itu ditolak kyai-kyai yang moderat. Maka tidaklah mengherankan
> jika kemarin Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi yang tergolong moderat
> menyatakan tidak bertanggungjawab atas gerakan-gerakan di Jakarta
> setelah tanggal 29 April, saat Istigotsah diselenggarakan."Kehadiran
> massa di Jakarta adalah untuk berdoa. Kami tidak mengundang mereka
> dalam kapasitas berani mati, ujarnya menjelaskan. Maka mereka harus
> datang untuk berdoa, tambahnya. Memang sebagaimana halnya di TNI di
> kalangan NU  pun kini ada komando tandingan yang terselubung.
> 
> Lawan-lawan Gus Dur bahkan militer di Jawa Tengah mencari kambing
> hitam dengan menuduh partai anak muda PRD dan LSM-LSM  menyusup di
> kalangan massa pendukung Gus Dur. Padahal sesungguhnya
> kyai-kyai muda NU yang bertanggungjawab. Sama halnya dengan laskar
> jihad yang dahulu diberangkatkan ke Maluku yang juga dipimpim
> tokoh-tokoh muda. Demikian pula dengan massa NU yang hari ini tiba di
>  Jakarta. Mereka memang siap untuk berbagai situasi termasuk yang
> paling keras pun. Massa dari Banyuwangi punya pengalaman ketika
> tokoh-tokoh NU dibunuh militernya Soeharto. Namun yang paling
> berbahaya tentunya ialah massa pemuda pengungsi Madura dari Sampit
> yang di antaranya banyak kehilangan keluarga mereka dan praktis masih
> dalam keadaan stress berat.
> 
> Akan tetapi jangan dikira bahwa golongan anti Gus Dur takut. Habib
> Husein Alhabsyi, Presiden Ichwanul Muslimin Indonesia yang menganggap
> dirinya seolah nabi Musa yang menghadapi Firaun Gus Dur, menganggap
> segala ilmu kebal itu omong kosong."Tidak ada orang yang bisa merayap
> di tembok seperti cicak", katanya. Di zaman nabi-nabi orang berperang
> berdarah-darah. Sekarang pun begitu, kata Habib itu yang sudah
> menyatakan kesediaannya menjaga gedung DPR/MPR jika TNI/Polri sudah
> tidak mampu lagi. Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jamaah
> Ustadz Djaffar Umar Thalib juga menyatakan, pasukannya siap
> menghadapi massa pendukung Presiden Abdurrahman Wahid jika melakukan
> perbuatan anarkis. Kelompoknya telah menyiapkan sekitar 600 orang
> laskar terlatih yang akan didatangkan dari Solo, Jateng, untuk
> ditempatkan di depan Gedung DPR/MPR dan di kantor Pimpinan Pusat
> Muhammadiyah, Jakarta.
> 
> Menurut Djaffar , pihaknya juga siap menambah pasukan yang saat ini
> masih ada di Maluku, jika memang
> keadaan menghendaki demikian. Kesiapan tersebut, katanya, bukan
> merupakan tantangan bagi pendukung Presiden Abdurrahman Wahid, namun
> merupakan reaksi atas teror-teror yang dilakukan pendukung Gus Dur,
> khususnya yang tergabung dalam pasukan berani mati atau PBM. Laskar
> Jihad setuju agar Presiden Abdurrahman Wahid mengundurkan diri atau
> diberhentikan melalui Sidang Istimewa MPR, namun Laskar Jihad tidak
> setuju bila penggantinya adalah Megawati. "Laskar Jihad tetap
> berpegang pada ketentuan agama yang mengharamkan pemimpin wanita.
> Selain itu pemerintahan Megawati nanti diperkirakan tidak akan jauh
> berbeda dengan pemerintahan Abdurrahman Wahid, yakni di-backing-i
> para preman, sehingga kalau ada masalah juga akan mengerahkan
> massanya," kata Djaffar.
> 
> Dilihat di lapangan, nampaknya pasukan anti Gus Dur masih kurang siap
> ditinjau dari segi pengorganisasian. Kalau dari segi dana, menurut
> suatu sumber, aliran dari kalangan Cendana dan jenderal-jenderal
> pensiunan Orde Baru cukup lancar. Tetapi mungkin juga agak terlambat.
> Mereka terlambat karena semula mereka berharap dari Ginanjar, Fuad
> Bawazier dll. Tetapi tokoh-tokoh dari masa pemerintahan Soeharto itu
> ternyata sedang dibuat sibuk oleh Gus Dur dan kejaksaan agung.
> Ginanjar masih dalam tahanan dan Fuad Bawazier sudah ke luar negeri.
> Maka jika benar kalangan NU mampu mengerahkan massa  sampai 100.000
> orang ke Jakarta mereka tentu akan berada di atas angin. Tetapi
> hingga kemarin para pendukung Gus Dur baru mampu memobilisasi 100 bis
> saja. Maka beberapa hari mendatang ini menjelang tanggal 30 April
> akan menentukan siapa yang paling mampu memobilisasi massa dan
> mempengaruhi DPR.
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
> 
> Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
> ---------------------------------------------------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke