26 April  2001 : 09:24
     
Akibat Kepentingannya Terganggu
Amerika Cabut Dukungannya Terhadap Gus Dur
     
     
bangsaku.com -   Adagium "Dalam Politik Tidak Ada teman Yang Abadi, Yang Ada 
Kepentingan Abadi" berlaku buat Amerika. Siapapun dia, bila kepentinganya tidak 
terpenuhi secara maksimal maka ia harus dicoret dari daftar sebagai teman. 
Termasuk Presiden Abdurahman Wahid.
     
Gus Dur, nama pendek Sang Presiden, saat ini sudah tidak didukung oleh Amerika. 
Masalahnya, ya itu tadi kepentingan Amerika terganggu atau, dengan bahasa yang 
lebih sarkastis, Gus Dur sudah tidak menguntungkan Amerika lagi, buat apa jadi 
teman.
     
Analisa ini dibeberkan oleh KH Abdul Qadir Djaelani, anggota DPR RI dari Partai 
Bulan Bintang (PBB) kepada bangsaku, Kamis (26/04/2001).
     
"Amerika saat ini sudah hands off (berlepas diri -red) dari Gus Dur," katanya.
     
Raibnya dukungan Amerika ini, jelas Qadir, disebabkan oleh tiga hal. Pertama, 
partai yang berkuasa saat ini adalah partai Republik, yang memiliki orientasi 
kuat terhadap ekonomi. Indonesia memiliki hutang sebesar $210 Milyar. Negara 
Paman Sam itu berkeyakinan kalau Gus Dur terus berkuasa maka ekonomi Indonesia 
pasti morat marit dan, ujung-ujungnya , tidak kuat bayar hutang. "Partai 
Republik berpikir kalau Gus Dur yang tetap berkuasa, akan merugikan Amerika," 
ujarnya.
     
Alasan kedua, kestabilan Asia Tenggara merupakan hal yang  sangat penting. 
Indonesia, merupakan negara yang cukup berpengaruh untuk kawasan Asia. Bila 
Indonesia tak kunjung stabil maka berpengaruh kepada pasar. Pasar Asia pasti 
ikut-ikutan tidak stabil. Kalau pasar Asia tidak stabil, imbasnya adalah 
kepentingan bisnis Amerika di kawasan ini juga terganggu.
     
Ketiga, alasan kepentingan  strategis regional. Bila kawasan Asia terus 
bergejolak, maka China, sebagai salah satu saingan Amerika, akan terus melaju 
tak tertahankan.
     
Bagaimanapun, adanya dukungan dari luar negeri, apalagi dari sebuah negara 
adidaya semacam Amerika, memiliki pengaruh yang cukup besar bagi seorang kepala 
negara. Dan, bila dukungan itu lenyap maka tak ada harapan lagi bagi seorang 
kepala negara utuk bertahan.(msa)
     
     
SOURCE : BANGSAKU.COM
     




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke