Mohon maaf kalau memforward renungan ini. Tapi karena isinya sangat relevan
dengan keadaan bangsa kita khususnya minggu ini, saya rasa baik juga untuk
dibaca oleh lebih banyak orang. Intinya adalah:

(1) Mereka sedemikian asyik bertarung sehingga tidak melihat bahaya yang
lebih besar di depannya. Pertikaian itu harus dibayar dengan nyawa.

(2) Kita lupa bahwa dalam suatu perkelahian tidak ada yang menang. Keduanya
adalah sama-sama pihak yang kalah. Saat menyimpan dendam, kemarahan kita
meledak-ledak. Saya tidak tahu apa yang diributkan kedua burung itu, tetapi
yang jelas kematian mereka tidak berarti. Begitu juga dengan
pertikaian-pertikaian kita.

(3) Bersiaplah untuk memaafkan, dan mengakulah bila Anda memang bersalah.
Mintalah agar Roh Allah memberi Anda "kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri"
(ayat 22-23)

(4) Dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan
saling mendengki (ayat 26)

salam hangat,

Martin Manurung

Tanggal : Senin, 30 April 2001
Bacaan  : Galatia 5:13-26
Setahun : 2 Tawarikh 23-25
Nats    : Jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan,
           awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan
           (Galatia 5:15)
Judul   :
                       MATI TAK BERARTI

Saya sedang meluncur di sepanjang jalan raya dengan kecepatan
kira-kira 100 km per jam ketika tiba-tiba di depan saya tampak
dua burung gereja sedang bertarung sengit di tepi jalan.
Bulu-bulu mereka sudah rontok hingga beterbangan, namun mereka
masih saling menyerang dengan dahsyatnya.

Manakala mobil saya semakin mendekat, mereka tampak semakin seru
bertarung. Tiba-tiba mereka terbang bersama-sama dan mengepakkan
sayap membabi buta menuju mobil saya. Lalu dengan suara keras
mereka membentur kaca mobil, dan mati dengan meninggalkan lumuran
darah dan bulu. Mereka sedemikian asyik bertarung sehingga tidak
melihat bahaya yang lebih besar di depannya. Pertikaian itu harus
dibayar dengan nyawa.

Betapa seringnya kita berlaku seperti kedua burung itu! Kita lupa
bahwa dalam suatu perkelahian tidak ada yang menang. Keduanya
adalah sama-sama pihak yang kalah. Saat menyimpan dendam,
kemarahan kita meledak-ledak. Saya tidak tahu apa yang diributkan
kedua burung itu, tetapi yang jelas kematian mereka tidak
berarti. Begitu juga dengan pertikaian-pertikaian kita.

Petiklah pelajaran berharga dari kedua burung gereja itu. Lupakan
keluhan-keluhan Anda, bersiaplah untuk memaafkan, dan mengakulah
bila Anda memang bersalah. Mintalah agar Roh Allah memberi Anda
"kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (ayat
22-23).

Jika Anda sedang terlibat pertikaian, ingatlah pada kedua burung
gereja yang mati konyol itu! � MRD

                MENGUMBAR KEMARAHAN KEPADA ORANG LAIN
                 HANYA AKAN MsENYAKITI DIRI SENDIRI


e-RH versi web:             http://www.glorianet.org/rh/042001/30.html
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Ayat Alkitab:      http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Gal/T_Gal5.htm#5:13

     Galatia 5:13-26

  13. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.
     Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai
     kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah
     seorang akan yang lain oleh kasih.
  14  Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini,
     yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
  15  Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan,
     awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
  16  Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan
     menuruti keinginan daging.
  17  Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan
     keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya
     bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang
     kamu kehendaki.
  18  Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh,
     maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
  19  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran,
     hawa nafsu,
  20  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri
     hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
  21  kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap
     semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat
     dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia
     tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
  22  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,
     kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
  23  kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang
     menentang hal-hal itu.
  24  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah
     menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
  25  Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga
     dipimpin oleh Roh,
  26  dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling
     menantang dan saling mendengki.


2Tawarikh 23 -- 25     http://www.bit.net.id/SABDA-Web/2Ta/T_2Ta23.htm

Diterjemahkan oleh Yayasan Gloria dengan izin
Hak Cipta (c) pada RBC Ministries



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke