Cak,
Aku jadi heran dengan ceritamu itu. Kenapa persis benar
dengan solusi yang ditawarkan oleh AAM, bahwa yang
berhak menentukan syah tidaknya putusan DPR atau
Presiden dalam berkonflik adalah MPR... 

Wah, betulnya semalem aku mau kasih komentar lewat
telepon. Apa daya telepon-ku masih manual di kamar,
sedang TV ada di ruang umum.. jadi ndak nyambung
blas. Yang akan kusampaikan kepada yang mulia
pengamat itu yaa seperti tulisan Sampeyan itu.
Bahwa DPR itu kedudukannya kuat (setimbang dengan
Presiden), karena ya itu tadi. DPR 100% merangkap
anggota MPR. Lak gebleg, karena anggota MPR
yang DPR : non-DPR adalah 5 : 2...  Tambah lagi
yaitu, ketua MPR-nya itu yang ndak nguwati blas.
(sekarang lagi ngapain ya?)

Ada lagi pengamat yang sanggup jadi presiden (paling
tidak pernah merasa sanggup untuk mresiden). Pengamat
dan ekonom katanya sih. Tapi duh Caaaak.. calam
melihat masalah bangsa ini terlalu amat sangat ngodok-
njeron mbatok... moto mlolok gak delok blas. Masalah
bangsa ini terjemahannya sebatas pada:
1. dijothak-nya NKRI oleh IMF dan WB
2. nilai tuker rupiah thd. dollar
Diajak mikir lebih jauh sama Cak Matori, malah
mutung dengan selalu bertanya dan ngeyel.. sampai
'hahahaaaa....' itulah jawaban Cak Mat diakhir
wawancara jarak jauh, tadi siang di MetroTV...

Ampuuuun... jangan-jangan para pengamat (minus Bung
Indra deh..;{) ) tak lain adalah partisan DPR. Entah dengan
target apa nanti seandainya GD jadi dilengserkan.
Hanya saja aku kok jadi ketawa ya. Ketawa dengan
pendapat mantan menteri kehakiman dan ham,
YIM, yang menunggu pemberhentian dari presiden
untuk mundur. Daripada menyerah dengan mundur
duluan.. takut disangka kalah.. hahahaa... mungkin GD
memetik pelajaran dari mantan anak buah ini ya Cak?

Yang jelas sih selama sidang tak lihat banyak anggota
yang tertidur, baca koran atau sedang 'berhand-phone'
ria. Padahal menurut tatakramanya dalam bersidang,
apalagi sidang DPR... apa pantas membiarkan HP
stand-by? Jangan-jangan anggota DPR yang gini-gini
ini nanti langsung aja angkat tangan setuju bila ditawari
apapun oleh panitia sidang. Lha blas ndak ngikutin kok.

Kujurrr tenan!

    Ki Denggleng Pagelaran
------------------------------------------------------
Kang Babat melok sidang antarane ya?


----- Original Message ----- 
From: "GIGIH NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 30, 2001 3:30 PM
Subject: [asu] DPR tidak berdaya


Betapa 'arif'-nya para member DPR kita. Meski mereka
berkata keras, mengomentari kinerja GD yang disebutnya
sangat buruk, namun mereka 'merasa', bahwa DPR sama
sekali tidak bisa memundurkan GD. Maka oleh itu,
mereka 'memohon' kepada lembaga tertinggi, MPR
maksudnya, untuk menyidangkan GD untuk ditanyai soal
kinerjanya yang buruk itu.

DPR tidak berdaya ?

Sama sekali tidak. Bahkan mereka menggunakan prosedur
'memohon' tersebut sebagai pamer kekuasaan dan
kekuatan mereka, yang jauh lebih tinggi dibanding
Presiden. Sebab, mereka juga anggota MPR. Akankah
mereka berubah pikiran ketika melompat menjadi anggota
MPR ? Jelas tidak, bukan?

Jadi prosedur-prosedur mulai dari Pansus, sampai
Memorandum, dan SI, sebenarnya adalah sebuah
kemubaziran belaka, yang juga mahal.

Jadi ?

DPR benar-benar superbody yang amat digdaya di negeri
ini. Bahkan di salah satu fraksi tadi pagi
menyebutkan, bahwa kesalahan GD utamanya adalah karena
melawan DPR. Bukan main bukan ?

Jadi, prosedur 'memohon' MPR untuk bersidang adalah
sebuah bentuk pameran kekuatan yang berlangsung secara
sinis. Meminta kepada dirinya sendiri? begitu dibilang
memohon? Bukan main.

Man Jamino cuman komentar 'pek-pek-en, le......!'

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices
http://auctions.yahoo.com/

Gak nguthik http://www.crosswinds.net/~suroboyo/mat.htm
duso berat, kuwalat, isok koyok jambu mente 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 





...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke