> --------------------------------------------------------------------- > > WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP > Edisi: Bahasa Indonesia > > Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh > Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. > > --------------------------------------------------------------------- > > Edisi ini diterbitkan pada: > > Senin 30 April 2001 14:30 UTC > > * HARI HARI AKHIR GUS DUR SEMAKIN MENDEKAT > > Kecuali Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, PKB, tujuh fraksi > menyepakati memorandum II. Sidang Istimewa bakal digelar dan > hari-hari akhir Gus Dur semakin mendekat. > Berikut penjelasan Ade Komaruddin, salah seorang penggagas > memorandum. Apakah hari ini paling bahagia. > > Ade Komaruddin (AK): Ya, syukur saya ucapkan kepada Tuhan karena > semuanya sesuai dengan apa yang kami inginkan selama ini. Dan tentu > ini masih merupakan proses yang perlu waktu dan kita akan ikuti > proses itu dengan baik, sesuai dengan aturan aturan konstitusi. > > Radio Nederland (RN): Sejauh ini, sudah berapa fraksi yang menyetujui > Memorandum II? > > AK: Tujuh fraksi sudah menyepakati dan Fraksi TNI/POLRI menginginkan > diselesaikan melalui MPR. Dan PKB tentu menolak Memorandum ini. > > RN: Dari Penjelasan PKB apa kira kira alasan utama yang dipakai > menolak Memorandum II? > > AK: Saya kira alasan mereka klasik ya..tidak ada hal yang baru dalam > upaya mereka memperjuangkan mempertahankan kekuasaan Gus Dur. Banyak > argumentasi yang mereka buat tentu dalam kerangka mempertahankan Gus > Dur. Bagi kami itu logis logis saja, sebagai fraksi pendukung utama > Presiden Gus Dur ya. Yang paling penting adalah mereka tidak > mengganggu acara ini dengan manuver manuver seperti pada awal rapat > tadi, yang sangat memalukan saya sebagai anggota DPR. Mengangkat hal > hal kecil yang seharusnya tidak perlu diangkat untuk mengganggu > jalannya sidang. > > RN: Misalnya apa itu pak Ade? > > AK: Ya tadi dengan interupsi-2x yang sesungguhnya tidak penting untuk > diinterupsi dan dipermasalahkan. Tetapi mereka permasalahkan. > Terkesan mengada ada ya.. > > RN: Pak Ade, dengan Memorandum II disepakati maka jalan Sidang > Istimewa akan terbuka lebar dan pemecatan Presiden Wahid itu akan > semakin besar juga kemungkinannya. Berapa persen sih nasib Presiden > Wahid ini? > > AK: Kalau saya secara pribadi, karena persoalan ekonomi jauh lebih > cepat tampaknya ya..jadi kalau kita tidak atasi segera, saya khawatir > negeri ini collapse. Kalau sudah collapse saya pikir yang kasihan > rakyat Indonesia. Sebaiknya yang pertama adalah sebagaimana yang tadi > dikatakan oleh Fraksi PBB, sebaiknya presiden mundur. Karena kalau > melalui jalur konstitusi tampaknya memerlukan waktu yang agak lama. > Pekan pertama bulan Agustus baru bisa dilaksanakan Sidang Istimewa. > > RN: Anda ini kan yang paling getol memperjuangkan Memorandum I dan > sekarang Memorandum II. Anda tidak takut diteror? > > AK: Ya tentu ya, sebagai manusia biasa saya perlu waspada menghadapi > ini semua. Dan saya tetap waspada atas hal ini. Saya dan keluarga > tentu memperhatikan hal hal yang sesungguhnya tidak perlu terjadi di > dalam sebuah proses demokrasi yang sehat. Tetapi ternyata apa boleh > buat, kami harus waspada. > > Demikian Ade Komaruddin. Selanjutnya penggagas memorandum dari PDIP > Didi Supriyanto. Apakah hari ini paling baik buat Anda ? > > Didi Supriyanto (DS): Sebetulnya enggak juga, ini kan sudah suatu > proses yang harus kita ikuti bersama. > > RN: Dengan ditetapkannya Memorandum II berarti berapa persen kira-2x > perkiraan Anda nasib Gus Dur ini: > > DS: Saya kira sekarang ini tentunya adalah saat-2x yang tentunya > sangat kritis buat Gus Dur. Di dalam satu bulan ini memang terus > terang kami masih mencoba untuk tentunya berharap Memorandum itu bisa > diindahkan. Namun kalau dalam satu bulan ini memang tidak ada > perubahan, saya kira tidak menutup kemungkinan akan ada usul-2x yang > mungkin mengarah kepada Sidang Istimewa. > > RN: Kalau begitu Sidang Istimewa (SI) belum pasti ya? > > DS: Ya tentu ini kan merupakan suatu tahapan yang harus dilalui. Di > dalam Memorandum I ini kemudian kalau diputuskan dikeluarkan > Memorandum II ya secara konstitusional kita masih memerlukan waktu > satu bulan untuk menilai apakah memang presiden itu mengindahkan > peringatan yang diberikan dewan. > > RN: Kita mendapat kabar dari Istana bahwa Gus Dur mendengar jalannya > Sidang Paripurna DPR ini sambil mendengarkan musik klasik Beethoven. > > DS: Itu memang favoritnya Gus Dur mendengarkan musik klasik, > khususnya Beethoven. Kita di DPR mencoba dengan kepala dingin dan > seobyektif mungkin menilai ini semua. Jadi kita tentu tidak > terpengaruh dengan keadaan-2x di luar. Baik itu dari kabinet, > presiden maupun dari pendukungya. > > Demikian Didi Supriyanto dari PDIP. > > Copyright Radio Nederland Wereldomroep. > --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
