Maaf ya Ki banyak yang tak hapus, biar lebih gampang fokus. Tapi makasih
lho kuliah nya tentang kehutanan dan kelayakan pengajar PT. Memang itu
ya main concern sampeyan, dan memang harus begitu ya, sesuai bidangnya.
Profesional ya namanya?

-----Original Message-----
From: Ki Denggleng Pagelaran [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]

Inti masalahnya bukan hanya di segi maling-tidaknya misoa saja Mas. Tapi
yaaah, masak iya pertimbangan pekerjaan melulu berdasarkan kepercayaan
thok, apalagi ngurusin (bukan membikin kurus lho) jutaan hektar hutan
yang kian hari kian bubrah.
---
Idb:
Ya.. kebetulan concern-ku baru pada tahap maling aja Ki. Mungkin karena
ngiri nggak kebagian maling ;-). Mengenai kehutanan, sampeyan lah yang
jauh lebih tau. Bahwa pemilihan bawahan berdasarkan kepercayaan
mengakibatkan kurang diurusnya hutan secara optimal, ya tugas sampeyan
lah (misalnya) yang jago soal itu untuk complain. Kalau maling memaling
kan semua orang ngerti dan bisa ikut complain.

--- dihapus
Itu point penting untuk mencermati, mengapa dephut itu blangsak kayak
gitu. Salah urus sejak hulu-hulunya.

Point lain dari posting laporan ngerumpi itu adalah bahwa rangkap
jabatan sangat lah lajim. Yang ini adalah akibat sistem asal dapat
dipercaya yang Sampeyan ungkapkan itu. Jadi singkatnya mengelola suatu
birokrasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak mbok iyao bukan atas
dasar RC, AC atau C-C-C yang lain. Tetaplah pada jalur professi dan
karier lingkup setempat.
--- dihapus

Yaa... idealnya memang begitu Ki. Tapi jangankan mengharapkan yang ideal
dinegara ini, yang lumayan waras aja susah ... tapi nggak perlu pesimis
ya?

Btw, kok kita nggak ngomongin Soeripto lagi ya...? Tapi ada tuh
postingannya bung Daniel, yang lebih detail. Sebenarnya, setelah tak
pikir2x, kenapa sampe komentar, ternyata aku tuh cuma ngeman lho sama
sampeyan, mBah Gigih, dan rekan2x lain yang pinter2x, tapi kadang
enerjinya dihabisin buat ngomentarin hal2x yang kurang produktif.
Contohnya ya Soeripto ini. Kok nggak ada misalnya, yang membahas bahwa
kalau zakat seluruh harta anggota dpr-mpr di optimalkan, berapa banyak
anak2x terlantar bisa melanjutkan sekolahnya agar dimasa depan nggak
makin banyak preman ...

Kalau aku sih, cuma belajar aja dari posting2x sampeyan2x ini ... sama
komentar, kalau ada yang merasa perlu di eman, he...he... lancang sekali
ya?
Diudahin aja ya topik ini...

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek manungsa?
---
Kalau bhs Indonesia gampang Ki.
Orang kalau di hutan jadi binatang - orang utan. Nggak ada kan binatang
manusia utan?

IdB




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke