--- [EMAIL PROTECTED] wrote: > Padahal, dia kan wakil presiden abad ini, dan calon > kuat presiden > mendatang. Koq sepertinya Mbak mega, dengan cara dia > tampil di depan > wartawan itu, seperti menunjukkan kemarahannya > dengan menangis? > Demikian pula halnya dengan pengelolaannya pada partainya. Partai tak ubah sebuah kerajaan, di mana semua abdi dalem mesti 'nuwun inggih' semata-mata. Lihat, bagaimana 86 orang anggota fraksi PDI-P di parlemen, yang sebenarnya tak menghendaki Memo II harus berdiri mantap, karena DPP PDI-P, yang notabene itulah suara Megawati Sokernoputri adanya. Sebagai wapres, mestinya dia adalah satu paket dengan presiden sebagai apa yang disebut 'pemerintah'. Memo-memo DPR jelas menyebutkan adanya hal-hal yang disebutnya buruk, belepotan, salah-urus, tidak-becus, yang menyangkut segala bentuk tanggungjawab pemerintah dalam satu paket, termasuk mentri, dirjen, sampai pun pemerintah daerah. Contoh, rupiah yang terpuruk. Mestinya orang-orang ekuin yang harus berkiprah, termasuk dalam hal ini BI dan bank-bank lain. Pokoknya para pelaku ekonomi. Ekonomi biaya tinggi, inefisiensi di Pertamina, Bulog, PLN, mereka ini semua kan 'pemerintah' tadi. Lalu soal Sampit, Ambon, Poso, itu kan urusan pemda sama aparat keamanan. Masa iya mereka begitu leluasa untuk bikin kacau balau seperti itu. Pasti lah mereka ini dalam sebuah kerumunan banyak orang, yang terlihat secara fisik bergerombol, bukan orang yang bisa ilang, atau ninja yang bisa sembunyi? Ini kan juga 'pemerintah' yang mesti tanggungjawab. Nah kalau semua-semua muaranya adalah 'pemerintah', maka mestinya wapres kan juga harus ikut cawe-cawe, bukan malah ngambang yang membuat tafsiran makin ke mana-mana? Benar sekali apa yang dibilang Rahmawati, mengenai kakanya yang ambivalen ini. Di satu pihak menggenggam erat posisi wapres yang punya keuntungan secara konstitusional karena bisa naik jadi RI-1, tetapi membiarkan para 'pokemon'-nya menggebrak-gebrak kinerja pemerintah dengan memain-mainkan faktor GD. Soal MA, coba lihat. Bagaimana PDI-P walk-out ketika DPR memilih Muladi dan Baqir Manan tempo hari. GD memang tak srek dengan Muladi. dan dengan tambahan PDI-P yang WO tadi, maka semakin mantab pula bagi GD untuk tak melantik keduanya. Namun, justru keengganan memilih salah satu dari dua calon inilah yang membuat GD jadi bulan-bulanan, menambahkan lagi deretan kemangkelan DPR kepada GD. Tapi, apa coba yang dilakukan oleh PDI-P soal ini? sama sekali tak ada. Bukankah partai ini merupakan salah satu penyebab GD dibulan-bulani oleh DPR? Cukup sudah kesempatan untuk membulan-bulani GD soal MA ini. Dan kini GD memutuskan untuk memilih Baqir Manan. Ada dua hal, pertama Muladi benar-benar tak disukai GD, selain Muladi sendiri lebih suka kerja di HBB yang bergaji 50-jeti sebulan itu, maka juga salah satu alasan DPR membulan-bulani GD selesai. Tapi apa kata Sutjipto (Sekjen PDI-P) ? PDI-P tetap menolak Baqir Manan, karena ingin orang di pucuk MA adalah benar-benar orang yang agung. Sekali lagi, Brutus sebenarnya adalah PDI-P. Brutus adalah termasuk 'orang dalam', tetapi malah sering membuat kesrimpet pemerintahan GD. Sementara Golkar, Poros Tengik, adalah Sengkuni. Tak akan pernah selesai kalau sudah begini. Maka cara yang paling tepat, mahal apa tidak, tetapi akan mengembalikan posisi kilometer benar-benar nol, adalah satu, parlemen dibubarkan, dua pemilu dipercepat. Lalu, siapa pun pemenangnya, jangan ulangi model kompromi seperti yang baru saja terjadi. Sebab kompromi yang terjadi bukan sama-sama berniat untuk menegakkan negeri ini, tetapi bagaimana untuk saling ganjal dan jegal. Wis, ndang main, Gus. Selak bengi. ===== +==========================================================+ | Sugih durung karuwan, sombong didisikno... | | Tapi nek kate moco banyolan, matpithi.cjb.net ae, rek... | +==========================================================+ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices http://auctions.yahoo.com/ ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
