Kalau ada wartawan di sini. Saya titip pertanyaan buat mereka yg menamakan diri AAK dan mau sweeping buku2 itu: Apakah mereka tau dan pernah membaca buku2 tsb. Shingga mereka mengetahui sepenuhnya bahwa buku2 tsb mmg sangat berbahaya? Jangan2 melihat buku2 itu pun tidak pernah ?(: ================= Buku Kiri Lenyap di Pasaran Semarang 7 May 2001 18:13:46 WIB TEMPO Interaktif, Semarang: Khawatir di-sweeping dan dibakar seperti terjadi di Jakarta dan Bandung, buku-buku berbau idiologi "kiri" mendadak lenyap dari peredaran. Hingga Senin (7/5) sore, beberapa pusat penjualan buku di Kota Semarang terlihat lengang dari buku-buku semacam itu. Informasi yang berhasil dihimpun Tempo di beberapa toko buku menyebutkan, hilangnya buku-buku beridiologi "kiri" itu memang sengaja dilakukan. Tujuannya, mengantisipasi agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak sempat terjadi. Beberapa toko yang menarik peredaran buku-buku itu, misalnya, Toko Buku Merbabu, Toko Buku Gramedia (keduanya di Jalan Pandanaran) dan di komplek Java Super Mall, Jalan MT Haryono. Supervisor Departemen Buku Toko Buku Merbabu, Siti Setya Handoko, menjelaskan bahwa penarikan buku dilakukan setelah pihaknya mendapat kabar dari koran dan media televisi mengenai sweeping itu. Pihaknya sudah menarik buku-buku itu sejak Jumat (4/5) berjumlah lebih 40 buku. Itu adalah sisa buku yang belum terjual. Karena, kata Siti, buku-buku itu cukup laris. Keempat puluh buku-buku itu misalnya, buku Marxisme dan beberapa buku karya Karl Marx lainnya. Sisanya, lanjut Siti, adalah buku-buku karya Pramudya seperti Tetralogi, Gadis Pantai, Laras Ati, Perempuan di Sarang Militer dan beberapa judul buku lainnya. "Setelah kami tarik dan kami kembalikan ke penerbitnya, buku-buku itu malah sekarang banyak ditanyakan para pembeli. Mereka rata-rata mengaku kecewa karena buku-buku itu bagus dan layak dikoleksi sebagai sebuah karya sastra," papar Siti lebih lanjut. Kejadian serpua juga terlihat di TB Gramedia Jalan Pandanaran. Buku-buku sejenis tidak tampak satu pun di rak-rak buku penjualan. Sayang, Supervisor TB Gramedia tidak mau memberikan keterangan lebih lanjut karena harus menunggu Kepala TB. Sementara itu, HDR Gramedia Java Suver Mall, Ismedi Yuliarso, kepada wartawan menjelaskan pihaknya sudah mendengar tentang kasus yang terjadi di Jakarta sehingga pihaknya sudah menarik buku-buku yang berbau idilogi kiri sejak Jumat (4/5) lalu. Penarikan itu sendiri, kata Ismedi, dilakukan sebagai upaya antisipasi agar kasus di Jakarta dan Bandung tidak terjadi di Semarang. Buku-buku itu, lanjutnya, disimpan digudang untuk diamankan hingga waktu yang tidak ditentukan. Beberapa buku yang disimpan pihaknya diduga adalah buku-buku yang diincar untuk disweeping. Misalnya buku-buku karangan Tan Malaka dan Pramudya Ananta Toer. Buku-buku yang ditarik itu, menurut dia, sebanyak 8 judul buku dan yang jumlahnya puluhan eksemplar buku. Judul-judul buku yang diamankan seperti "Rumah Kaca, Jejak Langkah, Bumi Manusia, Gadis Pantai dan Madilog". (Ecep S. Yasa) Salam Sejahtera DANIEL HT ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
