Kelakuan anggota DPR, dan nanti juga sekaligus MPR, sudah snagat jelas. Mereka benar-benar liar, kepala angin, dan senantiasa ngotot. Mau bikin apa, ya harus jadi. Perkara bangsa ini keblangsak, emangnya gue pikirin. Kelakuan ini sudah terbaca sejak awal mereka naik. Sulit sekali memperingatkan mereka, baik langsung atau tidak. Sampai capek kita ngetik, di koran atau di milis, atau teriak sampai urat putus di jalan, boro-boro mereka mau tahu. Bahkan isyarat-isyarat ekonomi pun, tak membuat mereka surut untuk memuluskan mencapai apa yang diniatinya. Kelakuan mereka sungguh tidak bisa dipercaya, bahkan diduga. Di tengah jalan bisa tiba-tiba ia belok, menikung, dan bikin manuver aneh-aneh, persis tukang becak yang ugal-ugalan. Biar lalu-lintas sangat sibuk, dan jalanan lempeng, tapi kalau tangan udah ngasih tanda belok, langsung aja belok. Mau maki-maki? Silahkan. Ini pula yang terjadi dalam sengkarut politik dewasa ini. Dengan pintu masuk yang sebenarnya remeh, berubah menjadi badai hantaman sekaliber memo, yang dengan mudah berujung ke SI. Keeengganan mereka punya presiden perempuan, dikedepankan melalui ayat-ayat ajaran agama, yang kemudian dengan enteng ditekuk, tentu dengan mencari ayat lain, untuk mendukung ketua umum PDI-P untuk maju menggantikan RI-1 yang sekarang ada di tangan GD itu. Rasanya, mau apa pun, jadi. namun, kelakuan itu pulalah yang kini membuat Megawati gamang, meski yang tampak di permukaan adalah dukung-dukung-dukung untuk menyegerakan Mega naik jadi RI-1. memo I dan II sekedar sebuah lintasan konstitusional yang melicinkan proses lanjutan berupa SI, di mana sekali lagi para anggotanya punya kedaulatan penuh mau apa saja jadi di sidang tersebut. Tetapi, kelakuan liar para anggota tersebut membuat Megawati gamang. Traumanya masih jelas ketika ia sebagai ketua umum partai dengan suara terbanyak, bisa disebut pememnag, hasil pemilu, toh dengan mudah dipelintir oleh segerombolan anggota MPR, sehingga kalau mau, jangankan kedudukan Presiden, wong Wapres aja itu sudah untung-untungan. Miris kan? Coba kalau suara-suara yang semula berhasil mempecundangi Megawati itu diulang ketika pemilihan wapres, apa ndak malu besar? Kini, di SI, apa yang dimaui oleh para anggota, sampai sejauh ini yang terlihat, adalah mendukung Megawati jadi RI-1, setelah memulangkan GD ke Ciganjur. Akankah seperti itu? Belum tentu. Sekali lagi, anggota DPR yang bakal otomatis jadi MPR, sudah terlihat kelakuannya yang benar-benar liar. Kalau saat SI mereka tak ingin Wapres begitu saja menggantikan Presiden, mau apa kita semua? ===== +==========================================================+ | Sugih durung karuwan, sombong didisikno... | | Nek kate banyolan, http://matpithi.cjb.net ae, rek... | +==========================================================+ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices http://auctions.yahoo.com/ ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
