- > --------------------------------------------------------------------- > > WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP > Edisi: Bahasa Indonesia > > Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh > Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. > > --------------------------------------------------------------------- > > Edisi ini diterbitkan pada: > > Rabu 09 Mei 2001 14:20 UTC > * KALAU NEGARA KACAU DARURAT MILITER MUNGKIN AKAN DIBERLAKUKAN > > Teka-teki mengenai dikeluarkannya atau tidak dekrit presiden yang > bertujuan membubarkan parlemen, saat ini menjadi sebuah polemik > hangat yang beredar di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Layaknya > sebuah pentas opera sabun, panggung politik Indonesia saat ini, > senantiasa menghasilkan sebuah misteri baru dan persoalan yang selalu > membuat gelisah dan resah para penontonnya. Kini, masyarakat > Indonesia yang masih terpuruk oleh pelbagai persoalan, > disuguhkan lagi oleh sebuah episode politik baru: benarkah dekrit > menjadi sebuah jawaban atas konfrontasi sengit antara Gus Dur dan > DPR? lantas pihak mana yang akan mereguk keuntungan atas silang > konflik ini? Koresponden Syahrir mengirimkan laporan berikut. > > Simpang siur berita bahwa Presiden Abdurahman Wahid akan mengeluarkan > Dekrit pembubaran Parlemen, akhirnya terjawab sudah. Pada hari Rabu, > ia menegaskan, dirinya tidak akan mengeluarkan dekrit yang > membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Penegasan tersebut > agaknya cukup mengejutkan, karena jauh-jauh hari, Presiden telah > memberikan sinyalemen untuk membubarkan parlemen. Barangkali > pertemuan Presiden dengan para petinggi militer sebelum sidang > kabinet, Sabtu lalu dimana para kepala staf meminta kepada Gus Dur > agar darurat militer tidak diterapkan, membuat Gus Dur enggan untuk > menerbitkan Dekrit tersebut. > > Lebih jauh dalam pertemuan tersebut, para petinggi militer memberikan > alasan yang harus dipenuhi untuk memberlakukan darurat militer. Harus > ada keadaan chaos, hukum tidak berfungsi, dan pemerintah tidak lagi > dapat dijalankan. Hari ini tersiar kabar pula di kalangan pers, > mengenai kesepakatan pengambil alihan kekuasaan oleh para petinggi > militer. Bagi kalangan pers sendiri, informasi yang datang dari > Cilangkap itu, menjadi sebuah kabar yang cukup > penting untuk dicermati lebih jauh lagi. Informasi tersebut > melukiskan tentang kesepakatan para perwira militer baik yang masih > aktif maupun purnawirawan, untuk segera mengambil alih kekuasaan. > Mereka tidak akan menyerahkannya kepada Megawati ataupun Susilo > Bambang Yudhoyono. Kendati SBY merupakan menteri yang berasal dari > kalangan TNI, namun ia dinilai banyak merugikan eksistensi militer > dengan pelbagai kebijakannnya. > > Yang masih menjadi persoalan ialah kepada siapa mereka akan > menyerahkan tampuk pemerintahan? Sipil mana yang acceptable bagi > rakyat tetapi dapat dikendalikan Cilangkap? Untuk saat ini, tentara > memang belum mau muncul > secara terbuka karena menyadari rakyat masih mencurigai mereka. Dari > hasil diskusi di Cilangkap tersebut diperoleh informasi pula bahwa > pengambil alihan kekuasaan merupakan upaya untuk kemudian menggiring > rakyat ke > Pemilu. Namun berapa lama fase transisi ini akan berlangsung belumlah > jelas. Kini yang masih ditunggu adalah 'timing' yang tepat kapan > tank-tank akan digerakkan. Dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya > sudah disepakati bahwa "operasi penyelamatan bangsa" akan digerakkan > pada minggu ketiga bulan Agustus. Seputar Sidang Istimewa MPR. Saat > itu pula senjata-senjata TNI yang dibeli dari Amerika akan habis masa > berlakunya karena embargo senjata dari Amerika sudah tepat berumur > satu tahun.Teoritis TNI pun sudah tidak punya peluru lagi bagi > senjata-senjata buatan Amerika yang dimilikinya. Menurut suatu sumber > perhitungan militer Suharto dan Habibie, pada saat yang bersamaan, > kelompok Islam garis keras akan berada pada titik optimumnya dalam > menyelengarakan aksi-aksi kerasnya di Jawa dan Sumatera. Juga menurut > perhitungan , R.Hartono cs yang dekat dengan kelompok-kelompok ini, > akan memulai gerakannya dari Indonesia Timur lalu dicetuskan di > Surabaya bergerak ke Jawa Barat, Sumatera dan kulmimanasinya di > Jakarta.Awal gerakan tersebut adalah minggu pertama bulan Juni > setelah Memorandum kedua berakhir. > > Walaupun Gus Dur telah menyatakan tidak akan mengeluarkan dekrit, > perhitungan militer Soeharto tetap saja berjaga atas kemungkinan > terbitnya 'dekrit' pembubaran DPR pada tanggal 15 Mei atau 25 Mei > mendatang. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kapan keadaan > chaos itu akan muncul? Kalangan fraksi TNI/Polri menyatakan bahwa > negara dalam keadaan darurat militer sebenarnya tinggal menunggu > situasi chaos saja, karena dua persyaratan lain sudah > terpenuhi. Yaitu, pemerintahan sudah mandeg dan hukum sudah tidak > berfungsi lagi. Tetapi secara formal TNI/ AD kemarin sudah menyatakan > akan tetap setia kepada pemerintahan Abdurrahman Wahid. > --------------------------------------------------------------------- > Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum > > Copyright Radio Nederland Wereldomroep. > --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
