"Tumben-tumbenya Kang Sondong rawuh langsung?
Biasanya kan cukup lewat aji Gineng-Pameling?"
"Ah, Leee ini kan juga karena mampir saja. Kebetulan
aku ini ada 'turahan' sejodoh Perkutut. Peliharalah.
Siapa tahu dapat berkembang besar di sini. Kan ada
peran kita melestarikan Perkututan. Lha Gimana Kabarmu
Nggleng?"
"Ya gini-gini lah. Pancet. Tetep dan manteb haha. Tapi lha
itu keadaan kok semangkin daripada kisruh ta Kang? Lha itu kok ada bom meledak
ditempat perakitannya? Apa
itu bukan menunjukkan 'sapa bener sapa salah', Kang?"
"Alaaah, Kowe ki memang gebleg kok Nggleng. Makanya to kalau memang bukan ahlinya itu
ya jangan berlagak ikut-ikutan, gitu lho. Kowe ngerti nggak bahwa sebenarnya Gusti
Allah itu tidak suka dengan penerapan kekuasaan negara berdasarkan aliran?"
"Weleh, apa iya? Katanya demokrasi itu ada istilah suara rakyat suara Tuhan, daulah
agama adalah Teokrasi dan ..."
"Dan Liberalisme, Komunisme, fasisme, sosialisme... dan isme-isme lainnya kan buktinya
ndak diijinkan lama-lama pegang tampuk kekuasaan kan, Le?"
"Termasuk kalau gitu aliran santri, aliran khidirisme dan lain-lain ya Kang?"
"Sudah lah Nggleng, bukti sejarah sudah kumplit, bahwa bumi ini berkola-kali berkubang
darah gara-gara aliran, agama, isme, dll. Dan sindiran Gusti Allah yang paling jitu
adalah di Perang Salib dan kalau di Jawa ini ya berkeping-keping nya kedua seri
Mataram...?"
"Lha tapi dari Perang Salib kan melahirkan kisah-kisah ksatria, ada Robin Hood, Ivan
Hoe, ada Saladin, ada ...."
"Hiya, memang. Tapi kan semua itu gara-gara setiap yang berseteru saling
mempertahankan dan merasa paling benar. Yang Yahudi merasa paling benar, punya tanah
terjanji. Yang Kristen juga gitu. Yang Islam juga tak ketinggalan saling merasa benar,
bahkan dalam setiap aliran terjadi saling sergap antar sub-aliran. Tapi apa sindiran
Gusti Allah? Semua dihabisin sama Mongol. Dari Baghdad hingga Hungaria... dah semua
habis...."
"Lha kalau yang sekarang apa Kang contohnya?"
"Weleh-weleh, orang jelas sampai kini banyak gitu kok. Pakistan dan India rebutan
Kashmir, Tentara Tamil melawan Singhala, Israel melawan negara-negara Arab dan di
Maluku itu, di Poso itu, di Afganistan itu.... banyak kan Le?"
"Lha kalok gitu terus gimana dong Kang dengan partai-partai politik itu?"
"Yaaah gitulah Le. Sementara bukti banyak menunjukkan bahwa sebenarnya Gusti Allah itu
tidak ridha kepada kekuasaan berdasarkan aliran, tetapi manungsa ini senengnya malah
bikin-bikin aliran... pokoke beda..."
"Emmmmmm.... ngelu ah.. mumeth Kang...!"
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--