ada pernyataan rachmawati ketika berdialog dengan sujiwo tejo
tentang bagi-bagi kursi atau 'power sharing' di antara tokoh-2
politik.
'apa lagi yang mesti di-share diantara mereka para tokoh
politik, kalau sudah ada presiden gusdur, ketua mpr amien
rais, ketua dpr akbar tanjung dan wakil presiden megawati?
seharusnya kan dengan komposisi mereka berempat itu
kan tinggal saling bermitra untuk kepentingan bangsa
dan negara?'

hehe, jadi singkatnya aku pun setuju. toh tokoh-2 politik
yang lain juga sudah punya kursi masing-masing khususnya
di dpr. toh sebagai misal ade komaru(k)din bisa cepat
meningkat rekening bank-nya. alvien lie jadi penerima
tropi politisi terblaik versi wartawan, termasuk al-toni
marjoni... lho kurang apa lagi?

apa perlunya lagi kepentingan partai-2 politik yang katanya
sebagai kontroleer eksekutif dalam wadah parlemen
mesti ikut-ikutan duduk bareng-bareng di kabinet?
kayak pan itu yang mentak menteri-2 dari golongannya
mundur dari kabinet. kayak pbb itu yang ketum-nya ada
dua orang dan salah satu nunggu diberhentikan dari
kabinet untuk 'mendapat' tiket bersuara dan sesorah
ketata-negaraan dengan lebih 'legitimated'?

jadi apa gunanya tengkar-tengkar bagi-bagi kursi
kalau sesungguhnya hanyalah buat kepentingan
'bancakan' nasional atau arisan 'politik' semata?
padahal tujuan bernegara ini adalah demi keadilan
dan kesejahteraan rakyat yang pandai bermusyawarah
meskipun dengan perwakilan (lewat wakil-wakil)
dengan semangat persatuan dan adab perikemanusiaan
dari para manusia indonesia yang berketuhanan
yang mahaesa?

dengan rakyat yang sejahtera dan adil-makmur itu 
kita diharapkan dapat ikut berperanan aktif dalam
menciptakan perdamaian dunia yang abadi berdasarkan
semangat keadilan dan kemerdekaan. yang itu dapat
terwujud bila rakyat ini cerdas-cerdas walaupun dengan
anggaran pendidikan nasional yang 'kuuecciilll' tapi
kan justru membanggakan mampu menyelenggarakan
program pendidikan nasional yang 'cukup' merata?

yang untuk itu 'kita-kita' dan 'mereka-mereka' itu telah
diantarkan ke depan gerbang pintu emas oleh para
pendiri negara. tinggal masuk pintu gerbang saja
kok eker-ekeran? malah ada yang berusaha menjauh
dan mengganti pintu itu dengan pintu lain?

moesieng khan?

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
--------------------------------------------------------------------------
----- Original Message ----- 
From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, May 13, 2001 5:53 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Mengapa Mereka Bertengkar?


Persolannya tidak sesederhana itu Mas.

Bagaimana dengan isu penuntasan KKN yang telah memakan korban
banyak jiwa itu?

Bakal ada yang menolak enggak?

Bangsa ini sudah terlanjur rusak luar dalam. Remuk njero gitu
lho...


----- Original Message -----
From: Simon Mangande <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, May 13, 2001 5:51 PM
Subject: [Kuli Tinta] Mengapa Mereka Bertengkar?


Salam sejahtera

Sobat-sobit, siapa sebenarnya yg berpihak kepada Rakyat sekarang,
ya? Kayaknya
tdk ada. Kita rakyat sudah semakin susah, tetapi nampaknya yg mrk
hanya sibuk
merebut "kursi" kabinet sekarang ini.  Seandainya Presiden Gus Dur
mau berbagi
kursi secara adil kepada partai pendukungnya dulu, maka damai
sejahtera di bumi
tercinta ini. Partai politik dibentuk paling utama ialah untuk
merebut kursi
"parlemen" dan "kabinet", bukan?  Kalau bukan, memang saya sudah
bilang, bukan.
Tetapi itu. Beri mereka kursi sesuai besar-kecilnya dukungan
mereka dalam
mendudukan Anda di "kursi" itu dulu. Hanya itu, kursi. Walau
diselimuti kayak
apa, jelas kelihatan. Ini solusi?
Sekian dulu. Salam

S.Mangande




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke