Ki Sondong Mandali sambil membikin kandang Perkutut di rumahku,
tak intip sedang 'ura-ura' (berdendang - nggleng) cakepan (petikan)
Kalatidha setelah bait 'Jaman Edan':

[Samono iku bebasan; padu-padune kepengin; nggih makoten
paman dhoblang; bener ingkang hangarani; nanging sajroning batos;
sejatine nyamut-nyamut; Wus tuwa arep apa? Muhung mahas ing
asepi; Supayantuk pangaksamaning Ywang Suksma]-- terjemahan

(Begitu itu kan peribahasa saja, hanya karena kepingin, begitu
kan Paman nDhoblang? Benar lah orang yang menyangkakan(mu);
tetapi di dalam batin (masing-masing); sebenarnya penuh keraguan;
Sudah tua mau apalagi? Selain (selalu) menyepikan diri sambil
berdzikir, agar mendapat ampunan dari Hyang SUksma)

"Wuuuik.... nembang nih yeeeew.. Tumben Kang, kerja serius bikin
Kandang Perkutut Wojoseto kok sambil berdendang? Tembangnya
tembang kuno lagi. Dah ndak masuk di hitungan orang jaman kini
Kang. Jangankan yang Bukan Orang Jawa lha yang orang Jawa saja
ndak tahu kok? Apalannya kan tinggal Jaman Edannya saja? Terus
muncul anggapan sekarang ini kulminasi Jaman Edan... maka perlu
satria piningit? Hahaha..."
"Athooouw...! Husssy.. semprul ki... bikin kaget saja Nggleng. Sampai
kepukul GoDam (GD) sendiri jempol kiriku.... waaah.. apa itu Satrio
piningit... wong yang ada sekarang itu lak satrio 'singitan'. Sambil 
singitan, berharap jadi satria.... gitu lho Nggleng.... Kowe ki... itu di-
sebut satriya siniliiid... hahahaa kesinikan lembaran kawat RAM itu
(harap di baca terbalik menjadi m.a.r lho ya..), tak guntingannya 
sebentar biar pas ukurannya, ndak kepanjangan atau turah-turah 
bolongannya.. Habis itu tolong grajikan Atap Tripleknya ya (AT), untuk 
bikin betah Manuk-2 Wojoseto ini (MW)... Biar mau berbunyi... 
Bukannya cuman Kablakan nrajang-nrajang kawat RAM."

[Weh.. Kang Sondong senewen rupanya. Wong bikin kurungan
penangkaran perkutut wojoseto saja kok milosofis banget... awas
sampeyan, Kang...]

"Lha sudah dipas belum ukuran AT-nya. Kalau kurang kan MW-nya
jadi ndak betah lagi, boro-boro bertelor, malah mabur melewati
RAM. Apa perlu di GD dulu? Hehehehee.... aaaku kok... pasti tahu
tujuan pembicaraan Sampeyan Kang.... wong adhi kinasih ki ya
gini ini..."
"Hahahaa, tumben 'gathekan' (=cepat ngerti) sekarang. Awas lho Lee,
jangan kau kirimkan lewat e-mail omonganku ini. Banyak yang ndak
suka.. Apalagi kalau aku mulai analisis pemimpin RI yang sudah
4 orang ini. Maksudnya presidennya, bukan GD-MW-AT-AR...
NKRI ini kan punya 4 presiden yang berturutan adalah setelan
berlawanan, kayak sandal jepit atau kaos-kaki semua...."

"Weleh, filisofi apa lagi nih... Wong Jawa aja kok Kaaang... ndak
punya filsafat. Punyaknya cuman apalan. Klenik, kampungan and
sarungan... Yang ngintelek dikit lah Kang, biar ndak njelehi orang
banyak.... Wong kita ini mau usaha ternak burung perkutut wojoseto
kok malah dibumbui klenik...."
"Weeee.... lha aku bawa Perkutut Wojoseto itu kan sudah tak 'tayuh'
lewat ketajaman mata dan telingaku to Le. Makanya setelannya kan
'njomplang'. Wojoseto jantannya itu gagrak Majapahitan, ireng meles.
Lha Wojoseto betinanya itu konon keturunan Pajajaran, mangkanya
agak putih, bloroknya agak jarang. Lha kalau bisa dan mau bertelur,
hebat itu. Majapahit yang 'canthas-2 kereng' dapat pasangan yang
'lenggut-lenggut nglangut'. Manggungnya pasti bikin geger para pen-
cinta perkutut. Gajahmada saja gagal menggabungkan Majapahit
dan Pajajaran...."

"Terserah lah Kang, aku kan cuman miara saja kan...? Tapi itu tadi
apa maksudnya yang setelan-setelan berlawanan itu..?"
"Ah ini kan cuman guyon, daripada kecut kehabisan DjiSamSoe gini
kan melihat presiden yang 4 orang itu kan enak... Bung Karno dan
Pak Harto itu sama-sama lama memegang tampuk NKRI. Tapi Bung 
Karno kan jagoan dalam per-wedokan.... sedang Pak Harto
malah kelihatannya ketakutan sama Wedokannya... hehehe."

"Lha yang dua lagi?"
"Weleh, jelas kan. Pak Habibie itu cuman pegang NKRI 20 bulan,
lha kelihatannya Gus Dur juga segitu-segitulah usia tampuk
kekuasaannya. Bedanya, kalau Habibie itu matanya blalak-blalak
dan gampang njeplak.... Kalau Gus Dur malah buta dan juga njep-
lakan... hehehe...."
"Lha kalau nanti mBak Mega pujaan sampeyan itu yang naik?"
"Waaaa, lha masih bingung wong ini kelima berarti kan perlu
pasangan... Atau..."
"Atau memang nasibnya Ibu Pertiwi itu akan kayak Pancali ya
Kang, tidak puas dapat lelaki seperti Puntadewa, pengin yang
gagah perkasa. Dituruti kaya Bima minta yang lebih kalem tapi
sakti... diberi yang seperti Arjuna, kurang puas minta yang pinter,
dapat yang kayak Nakula minta yang berjiwa sosial... dikasih
Sadewa masih merindukan Puntadewa.... lho malah dikutuk
sekaligus dapat 5 suami.. hahahaa...."
"Huuusssssy... anggitmu'. Ini negara Le, jangan disamakan dengan
selembar wayang kulit.... Apalagi cuman wayang wedokan item..
mukanya."
"Laah, wong Jawa kok lupa pakemnya to Kang?" 
"Iya ya Nggleng, apa mungkin ya di NKRI ini dipegang oleh seseorang
atau sekumpulan orang yang berwatak Pandawa sekaligus...?"

"Sengaraaa Kang.... Tak mungkin... Pandawa kan eksisnya karena
ada Korawa lengkap dengan Sengkuni, Karna dan Bhisma sak Dorna-dornanya.... dan 
didukung Kresna, Baladewa dan Setyaki... 
Pandawa wolu Kang...ingat itu... Hastobrotooo....broto-broto-brot...."

"Ambumu'... malah kentut... asem ki...!!!"

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke