Apakah kerusuhan2 di Jawa Timur merupakan hasil dari suatu skenario yang dibuat oleh (kubu) Presiden Abdurrachman Wahid? Demikian juga dengan hasil pemeriksaan Kejaksaan Agung atas skandal Bulog dan Brunei yang menurut DPR diduga melibatkan Presiden Gus Dur merupakan hasil rekayasa hukum belaka? Harian Jawa Pos rupanya telah mengvonisnya sbg "YA!" Entah bagaimana Harian ini bisa mengambil kesimpulan demikian. Hal ini dapat dibaca di Harian ini edisi Rabu, 30 Mei 2001. Pada halaman 3 JP menulis ttg modal politik GD melawan impeachment parlemen. Di antaranya ditulis (dlm bentuk skema) pd tgl 28 Mei 2001massa pendukung Gus Dur di Jatim melakukan kerusuhan. Keterangannya: Sesuai dng skenario (presiden) ttg dekrit. 28 Mei: Kejaksaan AGung menyatakan Presiden tidak terlibat skandal Bulog dan Brunei, Keterangan: Mulus sesuai dng rencana. 29 Mei 2001: Massa pendukung Gus Dur di Jatim kembali rusuh. Keterangannya: (Ini) sesuai dengan skenario dekrit presiden GD. Nah, apakah dng menulis demikian JP telah menurunkan suatu berita (artikel) yg tendensius, subyektif dan provokatif? Bukankah sebuah harian yg baik adalah harian yg obyektif baik dlm pemberitaannya, maupun analisanya? Kecuali jika nyata2 koran tsb adalah sebuah koran yg partisan? Bagaimana komentar Anda? Salam Sejahtera DANIEL HT ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
