Mungkin nasibnya akan sama seperti Suryadi. Di angkat menjadi Ketua PDI,
dijatuhkan, di angkat lagi kemudian jatuh sendiri. Kata orang itulah
tradisi Orang Kerbo.
Ridwan
-------------------------------------------------------------------------
At 12:59 AM 6/3/01 +0700, you wrote:
>Sabtu, 02 Juni 2001, 07:56 WIB
>
>Megawati akan Bernasib Seperti Abdurrahman Wahid
>
>Jakarta, Sabtu
>
>Jika nantinya Megawati Soekarnoputri naik menjadi presiden, ia bisa jadi
>akan bernasib seperti Presiden Abdurrahman Wahid saat ini, kata pemerhati
>Indonesia, Yuri Sato kepada ANTARA di Tokyo, Jepang, (1/6).
>
>"Nasib Mega bisa terjadi seperti itu karena sistem politik
>Indonesia yang sangat tidak stabil," kata Yuri sambil menambahkan
>bahwa sejak era Soeharto berakhir telah terjadi perubahan dalam
>sistem politik Indonesia.
>
>Perubahan itu, katanya, terlihat dari ditiadakannya ruang bagi
>presiden untuk mengintervensi dan memanipulasi sikap "yesman" di
>DPR/MPR. Sementara, kini hak-hak anggota DPR lebih diperkuat. Akibatnya,
>nilai imbang antara Presiden dengan DPR telah terbalik dengan zaman Orba.
>DPR bisa meminta MPR untuk menggelar Sidang Istimewa untuk memberhentikan
>presiden, sedangkan presiden tidak dapat membubarkan DPR.
>
>"Presiden bisa selalu diawasi oleh DPR, sementara DPR sekali
>dipilih oleh rakyat tidak lagi diawasi selama lima tahun," ujar Yuriko yang
>juga Senior Research Fellow pada Economic Developing Research Department,
>Institute of Developing Economies di Tokyo, Jepang.
>
>Dalam struktur seperti ini, kata Yuri, jika mayoritas anggota
>DPR tidak mendukung presiden sangat muda bagi DPR untuk memberhentikan
>presiden dengan meminta SI MPR.
>
>Dalam sistem ini seharusnya Gus Dur lebih memperhatikan
>hubungan kerja sama dengan kekuatan partai politik supaya mayoritas partai
>politik di DPR/MPR tetap mendukungnya. Sistem politik seperti ini sangat
>berbahaya jika terus
>berlangsung, kata Yuri. Pasalnya, jika Megawati nantinya menggantikan Gus
>Dur sebagai presiden dan memegang pemerintahan akan bisa bernasib sama jika
>mayoritas partai di DPR (kecuali PDI-P) tidak lagi mendukungnya.
>
>"Mereka akan terus mengeritik dan pada akhirnya menurunkannya,"
>kata Yuri sambil menambahkan bahwa biaya ketidakstabilan politik
>seperti ini sangat mahal seperti rupiah melemah, inflasi dan suku bunga
>semakin naik, defisit anggaran semakin besar, hutang membengkak dan akhirnya
>ekonomi akan hancur.
>(Ant/prim)
>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--