Bimantoro dinonaktifkan dan kemudian srerentetan aksi muncul. Mulai dari pernyataan 100 jendral Polri, Pertemuan di Hotel dengan fraksi2 di DPR minus PKB dan PDKB, dan apel siaga Polri-Kostrad-Kodam Jaya. Mereka yang beraksi itu semuanya tetap mendukung dan menganggap Bimantoro sebagai Kapolri. Nadanya terkesan menentang keputusan Presiden. Dalihnya konsitusi. Hal ini kemarin sudah dibahas oleh Bung Ridwan. Namun, ketika Wakalpori ketemu dengan Bimantoro seusai pernyataan 100 jendral itu, terkuak secara eksplisit bahwa Bimantoro memang tetap Kapolri dan Chaerudin adalah Wakapolri dimana dia akan menjalankan tugas2 Kapolri karena Bimantoro non aktif. Jadi, mereka yang mendukung Bimantoro tetap sebagai Kapolri jelas kehilangan enerji yang tidak perlu. Mestinya, mereka menolak penonaktifan Bimantoro sebagai Kapolri. Siapa yang bingung? ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
