>
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 09 Juni 2001 7:54
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Beda TNI MERAH PUTIH DAN HIJAU
> . Termasuk fenomena merah-putih
> > > dan hijau itu.  Yang lain sih ada sebuah fakta, siapa itu yang
> > > menembak Soekarno yang sedang bersidang di istana negara dengan
> > > pesawat mig 17 itu?
> > >
> > > BTW, saya masih mempunyai pertanyaan mengenai bagaimana sikap Yani
> > > dkk (kita batasi saja dengan 7 pahlawan revolusi itu) terhadap
> > > Soekarno. Berseberangan, beroposisi, atau sebenarnya berseberangan
> > > namun terikat kepada doktrin sapta marga dan sumpah prajurit?

MYP:
Saya coba menjawab; ada bukti yang makin terkuak. Dari peringatan 100 th
bungkarno ada dialok interaktif yang dilakukan
metro TV kalau ngak namanya wardiman sama ahli sejarah lupa saya namanya. Ia
mengatakan ketika demokrasi multi partai; saat itu PKI merupakan kekuatan
keempat dalam sistem demokrasi liberal, tetapi ketika demokrasi terpimpin
PKI kemungkinan besar akan memang pemilu, oleh sebab itu TNI mensyarankan
Sukarno membentuk kabinet terpimpin.  TNI menyarangkan agar DPR/MPR
dibekukan salah satu alasannya adalah disana. Ada data di TNI bahwa jika
pemilu diadakan
kemungkinan PKI menang pemilu akan besar dan saran ini "katanya diterima
oleh BK". Alasah TNI pada saat itu kalau PKI
menang maka kemungkinan besar "sistem negara akan dirubah".

Ada banyak dugaan termasuk panasnya perang dingin antara Amerika dan Uni
soviet saat itu. Peran CIA dalam tubuh TNI ini besar sekali pengaruhnya
termasuk tentara-tentara Sosialis dari Partai PSI yang kala itu hubungannya
dengan Soekarno sangat jauh. Ada dua versi yang mengatakan TNI lah yang
sebenarnya ingin melakukan kup dengan membentuk Dewan militer. Ada yang
bilang bahwa dewan militer tersebut sebenarnya tidak ada.
Terutama sejarah penjelasan dalam sejarah ORBA.

Tetapi jika diambil urut-urutannya ditambah penjelasan dari TNI orba
sekarang ini yang makin menjelaskan kemungkinan usaha KUP yang akan diambil
oleh Nasution tersebut ada. Sayangnya telah dicolong terlebih dahulu oleh
Soeharto.

Soekarno dan TNI yang loyal padanya jelas memberikan informasi tersebut
kepada soekarno, terutama di kesatuan
angkatan Udara. Di AD PKI dan beberapa kualisi soekarno
juga tidak begitu memiliki jajaran jendral yang kuat; tetapi
dibawah jedral kebawah masih banyak yang dekat dengan
soekarno termasuk "Soharto".

Atas dasar inilah dan keblingeran PKI terutama yang ada di
TNI atas profokasi Syam (yang kemudian banyak sejarah
Syam ini menjelaskan bahwa Syam adalah orang yang tidak
jelas ada di tubuh PKI dan hebatnya bisa masuk kedalam
posisi inti di PKI yaitu polit biro/cc PKI, sejarah syam bisa
kita diskusikan lain kali).
Syam inilah yang mempengaruhi TNI yang loyal terhadap
Soekarno (tanpa diketahui Komite sentra dan Polit biro sehingga Aidit
sendiri binggung dan tidak bisa mengintruksikan apa-apa karena tidak ada
keputusan dalam rapat-rapt kecil mereka) syam mengintruksikan untuk mengabil
tindakan terlebih dahulu sebelum didahului kepada Untung. Dugaan kuat PKI
tidak penah ada keputusan bahwa terlibat dalam gerakan revolusi ialah ketika
RRI direbut himbauannya tidak ada yang dituruti atau di ikuti oleh rakyat,
baik PNI, PKI atau NU, malah mereka saling menerka-nerka.

Pancing telah dimakan; skenario telah dibuat semua TNI pro Soekarno tahu
atas pristiwa tersebut termasuk Soeharto. Baca kesaksian Latief dan
pertemuan Dewi dan latief (anak buah soeharto yang ditahan selama
pemerintahan ORBA). Introgasi yang rencananya akan dilakukan langsung oleh
Soekarno di Halim rupanya meleset dari dugaan semula; profokasi dari CIA
sudah masuk para jendral tersebut terbunuh sebelum sempat ditanya oleh
Soekarno oleh Cakra (pasukan pengawal presiden). Soekarno langsung di
terbangkan ke
istana Bogor. Setelah dia ketahui para jendral yang mau dimintai
keterangan sudah banyak yang mati. (ORBA mendramatisir bahwa para jendral
tersebut mati dengan disilet-silet oleh Gerwani dan PKI. Data klinis/otopsi
membuktikan tidak ada satupun jendral tersebut yang disiksa atau dianiaya,
kecuali memar karena tergeser dalam tumpukan tanah dalam Lubang.
Pertanyaanya mengapa jedral PSI itu di bunuh sebelum diminta keterangan?
apakah CIA takut kalau kedoknya terbongkar?

Dugaan disaat-saat kritis itulah terjadi perpecahan di tingkatan TNI yang
pro dan Anti Soekarno dan di menangi oleh kelompok ketiga yang didukung
langsung oleh Soeharto dan CIA cepat membaca skenario tersebut.
Tentara-tentara PSI di beri tempat di MPR kemudian oleh Soeharto dan
soeharto memenangkan pertempuran tersebut.
Dua pemberontakan/pembangkangan yang dilakukan oleh
tentara PSI yang dipelopori Nasution dan Tentara dengan profokasi elit PKI
yang keblinger (ucapan Soekarno dalam menjelaskan tindakan sembrono PKI
waktu itu).


> > >
> > > Mengapa ini saya tanyakan, pertama jarang saya melihat tulisan
> > > mengenai itu; ke dua, persis pada masa kepemimpinan mereka
> > > (tepatnya 3 bulan sebelum mereka dibunuh) ada pamen yang  pergi ke
> > > kuala lumpur. Padahal Yani sebagai pimpinan tertinggi TNI pada
> > > saat itu kan sedang memimpin tentaranya berkonfrontasi dengan
> > > Malaysia. Apakah tradisi kar-makar dan tidak patuh pada pimpinan
> > > memang lebih banyakk terjadi di TNI AD? Dengan demikian, Merah
> > > putih dan Hijau adalah salah satu fenomena yang akan membuka
> > > peluang instabilitas karena logika sederhannya mereka adalah
> > > pemegang senjata yang mestinya tidak terkontaminasi oleh
> > > kepentingan politik. Apakah
> > > Yani dkk itu titik kulminasi idealnya? Apakah setelah Orba
> > > memerintah tidak ada kemungkinan diluar merah-putih dan hijau?
> >

MYP:
Saya belum baca lagi sejarah (atau lupa) yang menjelaskan tentang YANI
keberpihakannya kemana. Tetapi masalah program ganyang malaysia yang
diintuksikan kalangan Nasionalis tersebut; memang melibatkan seluruh
kekuatan politik Baik Kiri tengah dan kanan. Tetapi saya lebih percaya
mungkin saja Yani tidak terlibat dalam Dewan Jedral tersebut. Tetapi
pertanyaannya mengapa begitu pentingnya Soekarno menanyakan tentang isu
tersebut. Apakah benar tujuang
dewan jedral tersebut makar terhadap presiden? dll. Tetapi setahu saya sejak
perdebatan Soekarno dengan Nasution tentang isu profesionalitas di tubuh
militer inilah yang akhirnya mempertajam konflik antara Soekarno dan Hatta.
Apakah Yani juga orang partai seperti nasution, banyak sekali informasi
tentang beliau.

Tetapi yang perlu di ketahui bahwa program Ganyang malaysia ini gagal (ada
isu bahwa terjadi perpecahan di tubuh TNI yang didalangi CIA). Hal ini di
perkuat para veteran marinir Angkatan Laut, yang mengungkapkan kejengkelan
mereka karena mereka dan intel mereka sudah menguasai srawak Malaysia jika
ada istruksi langsung maka Srawak akan jatuh ketangan Indonesia. tetapi
karena ada lobi CIA-HT dan Nstn maka operasi itu gagal.


NB:

Dalam sejarah kita militer terlihat selalu terlibat dalam politik kita.
Apakah GD dan elit politik masih juga memakai cara-cara tersebut. Bagaimana
menseterilkan militer; kalau sekarang saja militer masih ada di DPR/MPR.
Apalagi Militer yang tidak beridiologi, hal ini sangat berbahaya.


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke