Dewan Perwakilan Rakyat Gelundung Semprong = DPRGS
(kesimpulan dari hasil nonton Talk Show ANTV)
Kemarin malam ada acara talk show di ANTV dengan pre-
sentor 3 orang, dan satu tele-presentor. Dari ketiga presen-
tor yang ada di studio, yang paling menarik adalah pernya-
taan pernyataan dari tokoh Fraksi Reformasi, RJ, dari PAN.
Untuk menunjukkan bahwa PAN (umumnya fraksi reformasi)
peduli terhadap rakyat, maka kemarin pagi fraksi ini menya-
takan menolak tunjangan mesin cuci. Mesin cuci yang kata
ketua DPR ditujukan agar 'pakaian' anggota DPR semakin
bersih. Meskipun harus menggunakan mesin cuci dengan
kapasitas 8 liter (mungkin harus sering-2 mencuci sprei..).
Bener kan? Lha kalau mencuci jas kan tak boleh
sembarangan, mesti ke dry laundry tak iya?
Tapi tak penting. Yang perlu diperhatikan bahwa pernyataan
menolak itu dilakukan setelah ada 'kebocoran' berita ten-
tang tunjangan komunikasi intensif dan mesin cuci. Tunjang-
an yang terpisah memang. Tetapi apalah lacur, masyarakat
luas sudah menganggap itu suatu perbuatan 'tidak cantik'.
Semakin tak cantik lagi setelah tokoh FR itu membela per-
lunya tunjangan komunikasi intensif yang konon disebutkan
sebagai biaya 'kunjungan' anggota DPR ke daerah-2 pe-
ngutusnya. Katanya sih untuk menyerap aspirasi rakyat dae-
rah yang diwakilinya. Jadi anggota DPR dari PAN tidak
hanya mengurusi pemilih PAN, yang dari PDIP demikian
juga. Sayang bahwa kegiatan pimpinan partai-partai dalam
kunjungan ke daerah, yaa melulu untuk kegiatan PARTAI.
Kembali kepada masalah tunjangan dan fasilitas, maka
didapatkan point-2 bahwa anggota DPR memperoleh:
1. rumah dinas lengkap dengan mebeler dan peralatan RT
2. kredit mobil (70 juta)
3. kesehatan
4. telepon
5. listrik
----> jadi seorang anggota DPR ketika menempati rumah
dinasnya dalam bahasa jawa disebut GLUNDUNG SEM-
PRONG, artinya cukup hanya bermodalkan badan, karena
hampir semua fasilitas dan keperluan RT dipenuhi. Belum
lagi penerimaan bersih yang sekitar 8 juta rupiah (yang
baru). Manusia berpenghasilan bulanan sekian itu dengan
fasilitas tempat tinggal yang full terpenuhi... perlu apa lagi?
Belum sambilan dan ceperan serta tunjangan-2 rapat.
Dan aneh ketika tokoh FR itu menyoal bahwa anggota DPR
seharusnya dipenuhi pula kebutuan ATK (alat tulis dan
kantor). Ah sungguh hebat beliau ini. Sedang seorang guru
SD yang berpangkat awal IIa saja menyediakan sendiri
ballpoint dan buku tulis.... ini anggota DPR dengan gaji 200
kali gaji guru SD, menuntut ATK.
Tetapi yang paling dan paling kacau adanya 'pengakuan'
tokoh FR ini yang menyatakan bahwa gaji anggota DPR
25% adalah menjadi sumber keuangan PARPOL. Maka
pantas bukan bila PARPOL mengutus anggota-2 yang
demikian gigih memperjuangkan pendapatan dan peng-
hasilan? Dan pantas bukan bila anggota DPR lebih setia
kepada DPP PARPOL dibanding para pemilihnya.... lah
dengan jasa parpol dapat menjadi orang terhormat,
WAKIL RAKYAT!
Maka apanya lagi yang perlu kita bingungkan dan herankan
dari mutu serta tingkah laku anggota DPR? Tidak ada!
Mereka seperti SEMPRONG.
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
----- Original Message -----
From: "Susanto AJI �" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, June 23, 2001 4:10 PM
Subject: Re: [indonesia_damai] Re: Tunjangan Mesin Cuci DPR
| Sementara itu, anggota DPR FPPP Lukman Hakim Saifudin secara terpisah
| mengatakan, pemberian mesin cuci kepada anggota DPR itu merupakan
| fasilitas yang harus diberikan negara kepada pejabat negara. Mesin cuci
| tersebut satu paket dengan fasilias perumahan abggota DPR di Kalibata.
|
| Menurut Lukman, penyediaan fasilitas tersebut adalah sesuatu yang wajar
| diterima, sebagaimana fasilitas-fasilitas lain, seperti ACn Kompor,
| mobil dan furniture. "Fasilitas-fasilitas tersebut bukan milik anggota
| DPR. Begitu sudah selesai masa keanggotaannya, maka harus dikembalikan
| kepada negera.
|
| Namun demikian, ada juga diantaranya yang membeli barang inventaris
| fasilitas itu, kata lukman. Khusus buat mesin cuci yang sedang
| diributkan belakangan ini juga masih satu paket. Hanya saja barangnya
| baru diberikan sekarang. Lukman juga mengemukakan, untuk
| fasilitas-fasilitas seperti itu sudah ada aturannya.
|
| Lukman mengemukakan, masalah tersebut hendaknya tidak di pilitisir,
| karena baranga-barang tersebut diterima oleh anggota-anggota DPR pada
| masa lalu. Hanya karena kondisi politik sekarang ini sedang panas, maka
| munculnya masalah tersebut menjadi ramai. o obe
|
|
|
| [EMAIL PROTECTED] wrote:
|
| > Bagaimana dengan
| > 1. Cuci mobil (yang pake steam tekanan tinggi, he he he,,)
| > 2. Cuci Darah
| > 3. Cuci cetak?
| > 4. dan lain-lain...
| >
| > Terus, kalau untuk cuci muka, sebenarnya gak perlu tunjangan. Mereka
| > bisa melakukannya cuma-cuma. Caranya: Cuci muka dengan air liur
| > sendiri, seperti yang biasa mereka lakukan selama ini...
| >
| > salam,
| > pericles
| >
| > --- In [EMAIL PROTECTED], yudas dugal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
| > > Banyak orang yang tidak setuju dengan pemberian
| > > tunjangan mesin cuci kepada DPR. Kalau saya pribadi
| > > sangat setuju pemberian tunjangan tersebut. Hal ini
| > > berdasarkan atas pemikiran :
| > >
| > > DPR adalah wakil rakyat. "Mewakili" adalah mengganti
| > > untuk melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh yang
| > > diwakili, dalam hal ini Rakyat. Karena rakyat
| > > Indonesia pada umumnya saat ini tidak memiliki mesin
| > > cuci, maka berbanggalah kita sebagai rakyat Indonesia.
| > > Karena dengan diberikannya mesin cuci kepada DPR, maka
| > > berarti seluruh Rakyat Indonesia telah memiliki mesin
| > > cuci semua. Mesin cuci yang bagi kami rakyat Indonesia
| > > belum pernah terbayangkan untuk kami miliki, tetapi
| > > saat ini dengan otomatis berarti kami telah memiliki
| > > mesin cuci. Seandainya "rasa memiliki " mesin cuci ini
| > > hanya semacam " MAsturbasi", namun setidak-tidaknya
| > > sudah ada yang mewakili rakyat dalam kepemilikan mesin
| > > cuci.
| > >
| > > Jangankan untuk membeli mesin cuci, untuk membeli
| > > sabun cuci saja bagi kami masih terasa berat. Baju dan
| > > pakaian yang akan kami cuci saja masih kebingungan,
| > > karena masih melekat dibadan meskipun sudah kotor,
| > > belum ada gantinya untuk di cuci.
| > >
| > > Sebagai rakyat kecil, kami hanya berfikir, apabila IMF
| > > "si pemberi utang" tahu kalau seluruh rakyat Indonesia
| > > telah memiliki mesin cuci, lantas, apakah layak kalau
| > > IMF mencairkan pinjaman yang tertunda ?, karena rakyat
| > > sudah kelebihan dana. Pantaskah Indonesia meminta
| > > penjadwalan kembali pengembalian hutang ?
| > >
| > > Disamping pemberian tunjangan mesin cuci, kami rakyat
| > > mengusulkan juga kepada DPR untuk meberi tunjangan :
| > >
| > > 1. Tunjangan cuci muka.
| > >
| > > Karena saat ini rakyat merasa bahwa DPR saat ini sudah
| > > jarang cuci muka, terutama pada saat mengikuti sidang.
| > > Sehingga pada saat mengikuti sidang mereka pada
| > > "ngantuk" dan " Bengong", nggak ngerti apa yang
| > > dibicarakan didalam sidang. Ataupun untuk cuci muka
| > > sehabis"ngelayap" meninggalkan sidang, terutama sidang
| > > yang dirasakan "kering".
| > >
| > > Cuci muka bagi DPR adalah sangat penting, karena saat
| > > ini banyak anggota DPR yang "Tebal MUka". Tidak malu
| > > kepada Rakyat. Kalau sidang mereka berteriak-teriak
| > > kayak preman terminal, tanpa tahu apa yang mereka
| > > teriakan. Anggota DPR tidak malu kalau selalu
| > > menggembar-gemborkan "membela rakyat", tetapi
| > > kenyataanya membela diri sendiri.
| > >
| > > Anggota DPR "tebal muka" terhadap masalah-masalah
| > > sosial yang terjadi dan dialami oleh Rakyat.
| > >
| > > 2. Tunjangan Cermin
| > >
| > > Tunjangan cermin saat ini juga dirasakan sangat perlu
| > > bagi anggota DPR. Karena dirasakan DPR sudah malas
| > > bercermin. Anggota DPR menuduh KKN, Korupsi, tapi
| > > ternyata dirinya sendiri penuh dengan KKN. Anggota DPR
| > > mengadili orang lain berbuat salah. Tetapi dirinya
| > > sendiri penuh dengan kesalahan.
| > >
| > > Karena jarang bercermin, maka bisul yang ada di muka
| > > anggota DPR tidak pernah kelihatan.
| > >
| > >
| > > 3. Tunjangan Cuci Uang
| > >
| > > Tunjangan cuci uang juga perlu bagi anggota DPR. Agar
| > > uang yang didapat benar-benar bersih, tidak di kotori
| > > oleh "Money Politics" ataupun uang kotor lainya.
| > > Uang-uang hasil "sumbangan" konglomerat ataupun uang
| > > hasil penyidikan "PANSUS"
| > >
| > > 4. Tunjangan Cuci Mata
| > >
| > > Cuci mata sangat penting bagi anggota DPR. Dengan cuci
| > > mata, maka DPR akan benar-benar dapat melihat
| > > kebenaran dan kesalahan. Siapa yang benar dan perlu di
| > > bela, ataupun siapa yang salah yang perlu diadili.
| > >
| > > Cuci mata bagi DPR juga akan memudahkan anggota DPR
| > > melihat permasalahan yang terjadi di masyarakat.
| > > Karena DPR jarang melakukan cuci mata, maka
| > > kenyataanya anggota DPR bukan menyelesaikan
| > > permasalahan rakyat, tetapi membuat masalah baru bagi
| > > Rakyat.
| > >
| > > 5. Tunjangan Cuci Mulut
| > >
| > > Anggota DPR yang kerjanya "Hanya" ngomong setiap hari,
| > > maka sudah sepantasnya kalau diberikan tunjangan cuci
| > > mulut. Agar apa yang keluar dari mulut anggota DPR
| > > tidak bau, tetapi bermutu. DPR saat ini lebih sering
| > > "tutup mulut", karena malu kalau ketahuan mulutnya
| > > Bau. Saat ini banyak anggota DPR yang kalau berbicara,
| > > yang keluar hanya "Bau" nya saja, sedangkan suaranya
| > > sering tidak terdengar membela rakyat. Mungkin
| > > sebenarnya hatinya ingin membela rakyat, tetapi karena
| > > jarang cuci mulut, maka suara yang keluar adalah
| > > membela nasib dan dirinya sendiri, golongannya, atau
| > > siapa saja yang berani membayarnya.
| > >
| > > 6. Tunjangan Cuci Tangan
| > >
| > > Kalau tunjangan cuci tangan, bagi DPR tidak perlu
| > > besar-besar. Karena saat ini sudah banyak anggota DPR
| > > yang sering cuci tangan. Terutama bagi anggota DPR
| > > yang bekas pejabat ORBA, mereka paling rajin cuci
| > > tangan, sehingga tangan mereka kelihatan sangat
| > > bersih-bersih. Banyak skenario yang di buat oleh
| > > mereka. Tetapi mereka pura-pura tidak tahu. inilah
| > > hasil daripada anggota DPR yang sering cuci tangan.
| > >
| > > 7. Tunjangan Cuci Telinga
| > >
| > > Waaah tunjangan ini juga perlu gede. Meskipun hanya
| > > sekedar telinga, dan masing-masing anggota DPR secara
| > > adil dan merata memiliki sepasang telinga, yang
| > > diletakkan dalam susunan yang berlawanan yaitu dikiri
| > > dan di Kanan. Tetapi kerena tidak ada tunjangan cuci
| > > telinga, maka banyak anggota DPR yang telinganya
| > > kotor, tidak pernah bisa mendengar jeritan dan
| > > teriakan rakyat. Karena telingan mereka rusak, maka
| > > jeritan dan teriakan tidak pernah terdengar, tetapi
| > > kalau " BISIKAN", maka mereka dapat mendengarnya
| > > dengan jelas. Apalagi kalau yang " BISIKI" adalah
| > > konglomerat, pejabat ataupun si raja uang.
| > >
| > > 8. Tunjangan Cuci Hati
| > >
| > > Meskipun kotornya hati tidak mudah dilihat oleh orang,
| > > tetapi akibat yang ditimbulkan sebagai hasil dari
| > > kotornya hati sangat mengerikan. Oleh karena itu
| > > tunjangan cuci hati juga sangat penting bagi DPR. Agar
| > > hati mereka bersih, sehingga mudah merasakan apa yang
| > > dirasakan oleh rakyat. Bukan minta dirasakan oleh
| > > rakyat. Saat ini kenyataanya banyak anggota DPR yang
| > > minta dirasakan oleh rakyat. Harap dimaklumi oleh
| > > rakyat kalau dia melakukan kunjungan kerja ke luar
| > > negri, kalau dia mau menaikkan gaji mereka sendiri,
| > > kalau dia minta di beri tunjangan fasilitas. Karena
| > > hati mereka kotor, maka mereka tidak segan-segan untuk
| > > mengorbankan rakyat, memperalat rakyat dan menindas
| > > rakyat. Karena hati merke kotor, maka mereka tidak
| > > bisa merasakan krisis yang dialami rakyat. Mereka
| > > tidak peka. Bahkan dalam kondisi susah mereka tetap
| > > bersenang-senang.
| > >
| > > 9. Tunjangan Cuci kaki
| > >
| > > Meskipun letak kaki di bawah, tetapi kalau kaki
| > > anggota DPR selalu kotor, maka bisa mengakibatkan DPR
| > > sering salah langkah. Karena kaki anggota DPR sering
| > > kotor, maka anggota DPR malas untuk turun kelapangan,
| > > berbicara secara langsung kepada rakyat. Langsung
| > > turun melihat permasalahan yang terjadi di
| > > tengah-tengah rakyat. Kalaupun rakyat datang ke Gedung
| > > DPR, mereka malas menemuinya, paling-paling di temui
| > > sambil duduk-duduk di kursinya yang empuk, takut kalau
| > > meninggalkan kursi, kursinya akan di duduki oleh orang
| > > lain. Kaki yang kotor membuat anggota DPR malas
| > > melangkahkan kaki. Seandainya mau meninjau, lebih
| > > senang jalan-jalan ke luar negeri daripada ke Aceh,
| > > Ambon, Jayapura, Riau. Karena Kaki DPR sudah kotor,
| > > maka anggota DPR takut kakinya tambah kotor, sehingga
| > > mereka perlu tunjangan mobil ataupun tunjangan sepeda
| > > motor seperti yang terjadi di DPRD Sukoharjo Jateng.
| > >
| > > 10. Tunjangan Cuci Rumah.
| > >
| > > Tunjangan cuci rumah ini juga penting. Karena saat ini
| > > banyak anggota DPR yang "Indekostan". Anggota DPR yang
| > > indekost inilah sebenarnya yang sering bikin ribut
| > > negara. Mereka indekost karena rumah mereka sudah
| > > sangat kotor, Rumah mereka panas. Rumah mereka sudah
| > > sangat reot dan perlu dirobohkan. Usia rumah mereka
| > > sudah sangat tua, lebih dari 32 tahun tanpa
| > > direnovasi. Rumah mereka yang dahulu berupa "Pohon
| > > yang menyejukkan" sekarang dituntut untuk di robohkan,
| > > mereka kehilangan rumahnya.
| > >
| > > 8. Tunjangan Kesehatan
| > >
| > > Tunjangan yang terakhir tetapi tidak kalah pentingnya
| > > adalah tunjangan kesehatan. Karena menurut ramalan
| > > saya, sebentar lagi banyak anggota DPR yang sakit,
| > > terutama penyakit kena sawan "Gedung Bundar'. Kayak
| > > penyakitnya seorang pejabat yang lari
| > > terkencing-kencing sehabis di panggil oleh "Gedung
| > > Bundar". Seorang anggota militer yang gagah ( terutama
| > > kalau di depan wanita ), tetapi terkencing kencing
| > > akibat kena "sawan" Gedung Bundar.
| > >
| > > Sebentar lagi akan banyak anggota DPR yang tiba-tiba
| > > sakit lupa ingatan, sakit tidak bisa menjawab
| > > interogasi, sakit mengingat masa lalu dan berbagai
| > > macam penyakit lainnya. Maka sebelum wabah sakit
| > > melanda anggota DPR maka sudah seharusnya anggota DPR
| > > diberikan tunjangan kesehatan, supaya kebal dari
| > > berbagai macam penyakit, tetapi tidak kebal oleh
| > > hukum.
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > >
| > > __________________________________________________
| > > Do You Yahoo!?
| > > Get personalized email addresses from Yahoo! Mail
| > > http://personal.mail.yahoo.com/
| >
| > =================================================
| >
| > Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi
|massa yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta
|untuk menggali
| > berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas
|yang lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa
|yang akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik.
| >
| > Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
|[EMAIL PROTECTED]
| >
| > Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke:
|[EMAIL PROTECTED]
| >
| > =================================================
| >
| > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
|
|
| =================================================
|
| Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa
|yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk
|menggali
| berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang
|lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang
|akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik.
|
| Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
|[EMAIL PROTECTED]
|
| Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke:
|[EMAIL PROTECTED]
|
| =================================================
|
| Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
|
|
|
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--