Dalam suatu penerbangan dengan pesawat kepresidenan, selain Presiden Gus
Dur, ikut terbang Akbar Tanjung, Amien Rais, dan dua orang pramuka.

Terulanglah peristiwa ketika Gus Dur terbang ke Australia. Pesawatnya
mengalami kerusakan lagi. Tetapi kali ini lebih gawat.
Tidak mungkin lagi dilakukan pendaratan darurat. Dalam hitungan kurang dari
lima menit pesawat sudah pasti jatuh. Lebih gawat lagi hanya ada lima buah
parasut di pesawat itu. Sedangkan ditambah pilot mereka semua ada enam
orang.

Yang pertama bereaksi tentu saja si pilot. Dengan cepat dia mengenakan
parasutnya, dan berkata: "Pesawat segera jatuh. Harap Anda memakai parasut
masing-masing!" Kemudian dia meloncat keluar bersama parasutnya.

Akbar Tandjung pun sigap, segera dia menyambar sebuah parasut di dekatnya.
Kemudian dengan terburu-buru dengan muka pucat dia berkata: "Sebagai Ketua
DPR saya masih harus memimpin sidang-sidang penting di DPR. Apalagi DPR
masih belum merampungkan 200 RUU. Tanggung jawab saya masih besar. Mohon
maaf, saya harus menyelamatkan diri dulu!" Akbar pun meloncat keluar pesawat
dengan parasutnya.

Amien Rais tidak mau kalah cepat. Setelah dengan tergesa-gesa memakai
parasut yang diambil di dekatnya, dia berkata: "Sebagai Ketua MPR, tanggal 1
Agustus nanti saya harus memimpin SI MPR. Mungkin harus memimpin sidang
istimewa untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden baru. Mohon maaf, negara
masih sangat membutuhkan saya!" Loncatlah Amien Rais keluar pesawat.

Tinggalkah sekarang Gus Dur dengan dua orang pramuka. Sedangkan parasut
sekarang hanya tinggal dua buah. Gus Dur dengan pasrah berkata kepada dua
pramuka itu: "Saya ini sebenarnya boleh dikatakan terbujuk kelompok Poros
Tengah sampai bisa menjadi presiden, menggeserkan Mbak Mega yang sebenarnya
lebih berhak daripada saya. Saya tidak bisa melihat, jalan harus dituntun.
Mungkin lebih baik saya berhenti menjadi presiden dengan ikut pesawat ini
jatuh. Sekarang tinggal dua parasut, kalian berdua masih muda. Harapan
bangsa. Pakailah dan selamatkan diri kalian sebelum pesawat ini jatuh dan
hancur!"

"Tenang Gus Dur," kata salah satu di antara mereka, "Kita sebenarnya masih
punya tiga buah parasut. Tadi dua parasut yang dipergunakan oleh Pak Akbar
dan Pak Amien sebenarnya adalah ransel pramuka kami berdua!!!"


============
Salam Sejahtera

  DANIEL HT


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke