LO: "Leek.. Lek Soel sampeyan iku lho diajak ngopi bareng-
bareng juragan kok umek aja, nyuthiki apa?"
BS: "Hahahah.. lha pagi-pagi kok banthongan rayap ini pada
cuwawakan, mulut capitnya kayak mau nggunting rumput
yang tak buat jadi 'kili' to Le. Eh, Den Ragil dulu Jenengan
kan pernah belajar ngelmu hayat atau ngelmu kewan to
Den. Kalau Jenengan 'pirsa' mbok saya ini diberi tahu
bagaimana kehidupan dunianya rayap ini..."
LO: "Iya Den, soalnya kok hamba merasakan dunia rayap atau
laron ini mirip dengan tokoh-tokoh pulitik negeri ini...."
RP: "mBah... Lek, aku malah ndak tahu tuh. Mungkin Kang
Ustadz di dunia cyber itu tahu ya? Cumak dulu Romo per-
nah cerita bahwa dunia rayap itu ada ratunya, ada laron
jantan, ada rayap pekerja dan ada rayap komendan atau
banthongan-banthongan yang Sampeyan godain pakai
rumput itu.. ah mbok biar mBah... mendingan ngopi dulu,
keburu dingin lho kopi Sampeyan.."
BS: "Lho gimana sih. Dunia berpemerintahan ratu kok ndak
ada yang disebut raja atau setidaknya suami ratu atau
pangeran-pangeran... malah ndak ada putri ratu.. kok?
Bingung Den..."
LO: "Hahaha.. bener kan... mirip dengan salah satu partai
politik kita yang dulu didukung oleh suara mBah Soel dan
Den Ragil Putri.... hahaha... cocok... cocok... Den, lha kira-
kira apa tugas masing-masing itu dan dengan apa Sri
Ratu Laron Wati itu memerintah keluarga atau rakyatnya?
Apa ya dengan kata-kata, "Ibumu selalu melindungimuuuu
dan mengharapkanmuuuu wahai anak-anakku..." gitu
Den?"
BS: "Weee Kowe ki lho Le.. menjurus... Awas kau ya. Tahu aku
ini kapusan dan kecelek memilih partai cap sapi itu kok
malah kamu hubung-hubungkan dengan laron? Eh, iya
ya gimana ya Den kira-kira Ratu Laron itu memerintah
para kawula dan komendannya?"
RP: "Lho kata-kata memerintah itu kan hanya ada di kerajaan
atau dunianya manusia to mBah, Lek.. Wong yang bisa
bicara pemerintahan dan berebut itu ya juga hanya
manusia? Tapi kalau diperhatikan yaaa dunia laron ini
merupakan contoh dunia KKN yang paling solid dan
sempurna. nDak ada ceritanya suksesi atau pergantian
ratu. Kalau ada calon ratu baru konon ya terus keluar
lubang diiringi oleh calon-calon pejantannya, cari tempat
aman, kawin-kawinan dan nelor nyak sebanyaknya, terus
sebagian telor-telor itu berbiak secara parthenogenesis
tidak kawin menjadi berpuluh-puluh kali lipat menghasil-
kan rayap pekerja, rayap komendan dan panglima yang
kejam-kejam itu, kalau perlu rayap ngeyel ya dicepit sam-
pai patah atau meletus perutnya"
BS: "Weleh, bingung aku. Lha terus kalau ada telor yang netas
jadi laron gimana?"
LO: "Lhoooo kan sama kan, degan partainya Lek Soel.. hahaa,
dunia KKN paling solid dan sempurna.... tidak ada kata
suksesi.. kalau ada calon baru ya harus hengkang dari
lubang dan kalau sial... hahaha kapiran!"
RP: "Lek Oeiiiin.... mbok jangan nggodain mBah Soel. Wong
beliau pengin ngerti bener gitu kok. Sampeyan tahu apa
Lek kehidupan laron dan rayap itu?"
LO: "Seingat hamba ya Den, dulu Keng Romo nJenengan per-
nah ngendika, bahwa rayap pekerja dan banthongan itu
mengapa jadi nurut-nurut, karena yaaa kehidupannya
sangat tergantung pada ratu laron atau bahasa kampung
kita disebut GUNDIK, itu kerjanya bertelur dan kawin thok.
Nah untuk ngaturnya konon secara kimiawi, dengan.. apa
Den? Peromon...? Pokoknya setiap jenis rayap punya
terjemahan sendiri-sendiri dengan peromon itu..... Bagi
laron-laron jantan terjemahannya "Ratu minta tak entup..
hehehe...", bagi rayap panglima, "rumah Ratu teracam
terus...entah apa bentuk ancamannya, aku kudu siap nye-
pit", bagi rayap pekerja, "Ratu lapar terus... maka perlu
sampah dan bubukan kayu.... buat bertanam jamur...."
BS: "Sik-sik Le, itu betul 'piwulangnya' Den Mantri Sepuh apa
karanganmu sendiri? Oh iya ding dulu kan kamu sekolah
ongko loro yang diajar Den Mantri ya? Tapi masak sih
Le, Ratu Laron itu blas cumak kawin dan bertelur tanpa
kegiatan blas...."
LO: "Hahahaha... kan tambah persis kan dengan partai Sam-
peyan, Ratu Laron itu gendutnya bukan main Lek... sehing-
ga praktis cumak bisa tolah-toleh thok kepalanya sambil
mengeluarkan peromon perintah... apalagi wong kata Den
Mantri dulu rayap pekerja itu BUTA dan BUDEG... yang
prajurit atau Banthongan lumayan punya mata, tapi ya
itu.. MANDUL. Bisanya cumak menterjemahkan peromon
ratu sebagai perintah pengamanan...."
BS: "Wuuik... semprul tenan.. cocok Le ocehanmu... lha ini lihat
rayap pekerja itu tak cuthiki kok nggak ngelihat blas....
malah nempel kuat-kuat pada cuthik.... tapi yang
banthongan itu lho cuthik apa saja kok dia lawan... apa ya
benar terjemahan mereka "Menurut Perintah Gundik....."
hahaha, semprul tenan....!
RP: "Hahahahaaaa..... sialan Sampeyan-2 itu nyindir kok ndak
pakai perasaan. Terus apa sekarang ini laron-laron
jantannya jadi banyak jenisnya gitu... dari berbagai warna
dan aliansi atau koalisi laron jantan gitu... wissss
mangkanya enakan ngopi bernyamikan roti sumbu kan...
haeem... sruupppt.. peduli amat dengan Partai Laron
Perjuanganlah wong kita ini orong-orong kok Lek bisanya
cuman ngengkrik...."
LO: "Hahahaaa... kalau Lek Soel bukan orong-orong Den...
tapi Cenggerek Nong..."
BS: "Iya ya kalau kamu Gareng Pung atau Kinjeng Tangis.."
RP: "Yak kita bentuk partai baru Partai Kinjeng Indonesia
Perngengkrikan..... Hidup partai Kinjeng...sruuupt.. huah!"
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--