Situasi jelas, bahwa TNI - Polri tidak mendukung Dekrit dan seperti diungkapkan oleh 
Agum bahwa proses politik harus terus berjalan. Artinya, GD harus turun melalui SI. 
Juga jelas sekali sikap TNI - Polri untuk mendukung proses politik yang sedang 
berlangsung. 

Jelas, bakal ada dua sikap yang akan berkembang di masyarakat yaitu pro dekrit dan 
anti dekrit termasuk TNI-Polri. Menurut jumpa pers tadi tampak bahwa Agum dan 
TNI-Polri lebih anti dekrit. Ini pasti akan berkembang terus meskipun MW naik. Pro 
Dekrit akan semakin bertambah manakala pemerintahan yang baru tidak lebih baik dan 
proses reformasi tidak sesuai dengan yang diharapkan.   

Langkah pertama seperti biasa sebuah pemerintahan baru adalah penyusunan kabinet. 
Kemudian, sidang tahunan akan digelar beberapa bulan lagi. Bila didalam proses itu 
masyarakat bisa membaca arah yang semakin jauh dari reformasi yang dulu diharapkan 
pada saat menlengserkan Presiden Soeharto maka dukungan terhadap pro dekrit pasti akan 
semakin meningkat. Dan, TNI-Polri akan disibukkan lagi seperti dahulu serta harus 
bersikap lagi.

Waktu yang akan menunjukkan mana yang yang seharusnya dilakukan dan mana yang 
seharusnya tidak dilakukan. Sejarah sudah mengajarkan dan marilah kita belajar lagi 
untuk melihat apa yang akan terjadi. Satu hal pasti, ucapan GD ketika bersedia 
dinaikkan oleh AR dan kemudia diingatkan oleh iner circlenya bahwa GD akan dijadikan 
tumbal terjadi sudah. Seperti jawaban GD pada saat itu "biarkan saya menjadi 
tumbal".....


��


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke