Kalau polling di metroTV dan RCTI maupun TPI syah dan
valid, maka akan menjadi bukti bahwa keberadaan MPR (dan
terutama DPR) benar-benar jauh dari aspirasi rakyat.

Di metroTV, polling telepon menunjukkan bahwa SBY memper-
oleh 9 ribu lebih, HH 9 ratus kurang dan AT hanya 3 ratus lebih
sedikit, dengan judul polling "Yang PATUT menjabat wapres".

Itu artinya dari sebagian kecil masyarakat yang punya telepon
dan bersedia mengikuti polling (polling ini jelas lebih fair diban-
dingkan polling-2 sebelumnya yang bercirikan 'pro dan kontra')
perbandingan penganggap kepatutan antara SBY:HH:AT 
adalah 30:10:1, untuk SBY. namun yang terpampang di papan
penghitungan suara HH:AT:SBY justru menjadi 4:3:1...
yang kelihatannya HH dan AT akan bersaing dalam putaran
ke-3. Tetapi sebagai ketua MPR, AR telah menyatakan bahwa
satu putaran itu sudah cukup (artinya jadi dua putaran pemi-
lihan Wapres).  Dan kemenangan kelihatannya akan ada
di tangan HH.

Jadi dimana keberpihakan thd. rakyat atau sedikitnya para
pemilih partai yang akhirnya menghantar mereka-mereka yang
'minta ampun deh' mutunya di gedung terhormat itu. Ketidak
bermutuan anggota MPR nampak jelas pada cara-cara menu-
liskan pilihannya di kertas (kartu) voting. Ada yang ditambahi
'merdeka' ada yang 'sekali-sekali.... dong', ada 'oye' ada 'ok'
bahkan ada yang basmalah segala. Penulisan nama pilihan
pun mencerminkan 'mutu' mereka. Padahal jelas di papan
penghitungan suara ditulis nama-nama: Dr H. Hamzah Haz,
Ir H. Akbar Tanjung dan Susilo Bambang Yudoyono, MA.
Apa salahnya sih menulis misalnya H. Haz, A. Tanjung, S.B.
Yudoyono... sehingga terkesan cerdas dan 'nguteg' dibanding
dengan imbuhan 'horas', insyaallaah, saudaraku, bung...
oye, oke, ok, dong. dsb. Bahkan ada yang menuliskan
ABSeN... hehehe mungkin maksudnya abstain.... 
duh-duh anggota majelis... yang bersidang dengan biaya 
20 milyar rupiah.....

Hanya memang patut dicatat dalam MURI-nya Jaya Suprana
tentang prestasi ketua MPR dengan dukungan partai kurang
10%, perstasi ketua MPR yang berhasil mengakali pemenang
pemilu jadi presiden dengan melalui jabatan wakil presiden,
prestasi menggelundungkan presiden... dan aku khawatir,
bahwa beliau ini hanya karena kepingin sering-sering duduk
dan tampil di 'kursi pimpinan sidang majelis'.... kalau itu yang
terjadi.. yaaa tinggal menyaksikan saja permainan-2 cantik,
clear dan smooth manjeles persuwekan rokyat itu....

    Ki Denggleng Pagelaran
---------------------------------------------------
ternyata politik memang bukan matematika
melainkan logika kotor....

----- Original Message ----- 
From: "prameshi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 25, 2001 9:25 PM
Subject: Re: [indonesia_damai] tanda-tanda


| Prelimenary session tadi ngak bisa untuk ukuran. AG telah menggelinding tepat 
|seperti dugaan. Maka, kini tinggal memprediksi kemana suara yang tadinya ke AG. 
|Karena kubu pdip juga memperhitungkan kemungkinan pengGusDuran, maka SBY adalah 
|pilihan yang paling aman. Punyak senjata kok takut. Pokoknya apel siaga lagi menjadi 
|mode. lain kali untuk sebuah kesiapan mungkin apel siaga pagi hari sebelum subuh juga 
|mungkin dilakukan. Artinya, kemarin itu lebih canggih dari Nasution di 17 oktober. 
| 
| Tetapi, tadi Sucipto sudah memberi tanda bahwa kalau Akbar kayaknya resistensi 
|tinggi apalagi di daerah. Jadi jelas arah pernyataan ini karena pdip pasti tahu 
|persis bahwa koalisi dengan porteng dan golkar kemarin adalah sebuah koalisi 
|sementara. Maka pegang duluyang punyak Scorpion dan M16 agar aman.
| 
| Itulah sebabnya, AT sempat mengundurkan diri untuk mengamankan langkah SBY namun 
|kemudian diancam oleh Baramuli. Jadi, ketika kandidat tinggal dua orang, PDIP tinggal 
|mengayunkan bandul ke SBY yang akan didukung oleh sebagian Golkar dan mutlak TNI 
|Polri dan FKKI dan FPDU yang mencalonkan AG (lucu ya..., permainan macam apa pulak 
|ini).
| 
| Kalau AR mengatakan bahwa sebaiknya SBY mengundurkan diri maka sebenarnya dia juga 
|mengkalkulasi rational expectation ini. Artinya, tidak mudah untuk mengGusDurkan MW 
|dengan SBY disampingnya. Pengalaman kemarin telah membuktikan.
| 
| Muter Three Dog Night ah.... Cowboy....., cowboy..... lalu dor... dor.... terdengar 
|siulan For a few Dolars More.... yang sangat menggugah....
| 
| pram
| 



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke