BS: "Lho Den... kok ndak brangkat ke kantor lagi? Apa sudah
melaksanakan aturan 5 hari kerja per minggu? Ha-ha-ha..
ini mesti ada kaitannya dengan 'dilengserkannya' Gus
Dur ini... kan Den Ragil termasuk pendukungnya kan?"
LO: "Iya.... hehehe.. mari Den, kopinya manis apa 'zero' Den...
Dari bangun tidur kok 'mbesengut' saja sih juragan
hamba ini.... Weeeh.. tapi pasti yang 'jingklak-jingklak'
malah Lek Soel ini, lha pujaannya, mBak Adis Ega jadi
presiden gitu kok? Ya nggak Lek.... "
RP: "Lho.. kan mBah Soel salah tingkah... dan mBah Soel
harus berterimakasih kepada Lek Oein, karena mBak
Ega naik kan setelah mendapat 'Insyaallaah' dari pujaan
Lek Oein, Prof. Dr. Amien Rais, ketika jadi ketua MPR
dan menjelang mimpin sidang istimewa...."
BS: "Ah, Den Ragil ini... masak ada etika dan sopan santun
antar pendukung gitu sih.... terus kami-kami ini harus
minta maaf gitu kepada Den Ragil, karena sama-sama
pendukung pihak yang 'memberhentikan' Gus Dur? Lha
kok nyimut? Eeeh, tapi mungkin perlu ya Le.. para pendu-
kung itu saling maaf memaafkan dan bertenggang rasa
gitu, bukannya malah saling pamer sisa-sisa kekuatan
bagi yang (dalam tanda kutip) kalah dan menghemat
kekuatan bagi pendukung yang (dalam tanda kutip)
menang. nDak seperti milis-milis sekarang ini kan Den...
kembali menjadi rame dengan jat-menghujat dan tulisan
paling pol cumak 3 larik..."
RP: "Hehehee... Lek Oein klimpungan... ndak pernah nonton
internet lagi sih... Sik mBah, masak Sampeyan ngatain
aku pendukung Gus Dur itu nalarnya Bagir Manan apa?
Kan sudah bolak-balik tak ungkap, bahwa tokoh yang aku
dukung selalu kalah. Calon presiden aku ndukung Pak
Ngarso Dalem, sayang biliauw tidak mencalonkan...
bahkan kemaren aku ndukung SB Yudhoyono buat jadi
wapres irrasional saja gagal. Padahal polling sudah
menunjukkan skor 30:10:1 buat pak SBY lho.. lha kok
yang jadi yang namanya gampang ditulis dan enak bila
ditambah-tambah dibaca sambil membentak 'Hamzah
Hazzzzz!!! OYE....!!"
LO: "nDak boleh gitu Den, sebagai rakyat, berhubung wakil-
wakilnya telah menyetujui Sidang Istimewa di Majelis
Permusyawaratan Rakyat yang lebih tinggi dibanding
dewan wakil-wakilnya... mbok sudah... diterima saja..."
BS: "Iya Den.. siapa tahu nanti tahun depan Den Ragil di-bon
jadi staf ahli salah satu anggota DPR kan hebat. Paling
tidak ada harapan pagar tembok rumah ini dijebol buat
pintu garasi.... hehehe!"
RP: "Ahhh... yang paling enak emang ngopi pagi gini ini.....
sruuuuuuurpt.... heeeh.... Yang jelas setelah GD ndak
jadi presiden.. kok ndak greget lagi ya, mBah, Lek....
semalam saja yang biasanya aku rajin nonton famous
to famous atau bincang-bincangnya 'Unie' ANTV....jadi
males...."
BS/LO: "Srruuurpt... haaah... alaaaaah... cuman karena males
nonton Aripin dan Baktiar aja Deeeen...."
RP: "Sruuuuuuurpt.... heeeeh... yang jelas presiden eh.. pejabat
presiden yang berwakil ini melalui kaki tangannya mau bi-
kin departemen pager nasional, penerangan dan sosial..
sruuuurpt... heeeh...."
BS: "Kalau Den Ragil ditelepon jadi menteri penerangan mau
ndak Den? Sruuuurpt.. heeh....."
LO: "Srrrrrr... halaaaah... hahaha sampe tumpah... kopinya....
Den Ragil kok dijadiken menteri... tak jamin malah
minteri thok... lha di panitia HUT RI kampung saja ndak
laku kok...... hahahaa.... usul kok lomba masak nasi
goreng... sambil adu gapleh..!"
RP: "Yang angan-angan mukti jadi menteri itu siapa?! semprul
ki! dah Lek mBah.. aku ngantor dulu....."
(BS: mBah Soeloyo; LO: Lek Oein [Jiwo Winenang]; RP: Ragil
Pamungkas)
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--