Prakarya atau Kerajinan Tangan
---------------------------------------------
Ya, itu dulu mata pelajaran yang amat aku senangi ketika
sekolah di SMP 'Bruderan' Pangudi Luhur. Sebab, ndak perlu
belajar ngapalin teks-buk, atau diktat. Wong bukan diktator.
Cukup mengerjakan tugas-tugas dari Ibu Guru yang ca'em,
Bu Lucia Supariem (sayang panggilannya malah jadi Bu Lus).
Heran juga Bu Lus ini senangnya ngajari bikin kerajinan dari
gerabah. Gerabahnyapun tidak yang bagus-bagus amat, apa-
lagi baru. Takut membebani para murid yang sekolah di situ,
karena kemudahan sarana sekolah (pinjeman buku sekolah
lengkap 1 set, gratis dengan kewajiban memberinya ber-
sampul kertas 'drigo'). Grabah bekas cowek (tempat bikin
sambal) yang gripis atau dropal dikit-dikit, bekas celengan
kendi yang sudah dibobol pantatnya atau dibolong agak ge-
dean buat ngambil isinya, atau cukup genting yang tidak utuh.
Tugasnya juga ndak payah-payah amat. Cukup menutup
gerabah-gerabah pecah dan gripis itu, bahkan ada pula
yang membawa gerabah yang terlanjur pecah-belah, dengan
sobek-sobekan kain. Sobekan kain dapat minta di penjahit-
penjahit portable di pasar. Ditanggung gratis. Atau 'gresek' di
tukang obras. Nah, setelah ditempel-tempel sehingga dan
dibentuk-2 sehingga menutup permukaan gerabah dan
nantinya menjadi kelihatan utuh, anak-anak 'urunan' Rp25,- ber
20 orang buat beli 'ancur' (atau gom-arab) dan pernis. Gom
arab buat nempel kain perca, pernis buat me-mengkilatkan
kain rombeng itu. Jadilah sudah GERABAH BELANG
BONTENG hasil konsiliansi dan islah kain perca, gom-arab
dan pernis.
Lha aku gimana? Sebagai orang dari desa yang lumayan jauh
dari pasar... greseknya ya cukup di para penjahit kampung.
Untung waktu itu cukup 'trend' baju batik. Hehehe... kebe-
tulan pula nenek adalah wanita sepuh yang hematnya luar
biasa. Kain-kain perca dari potongan kain batik tak pernah
beliau buang. Lumayan bisa dipakai bahan bikin 'baju Gundil'
Maka aku pilih kain gombalan itu yang berpola kawung dan
babon angrem serta sido-mukti. (sumpah pola ini mungkin
belum dipatenkan lho.. ada yang mau mateni?). Dan hasilnya
aku dapat nilai 8, untuk gerabah aliansi kawung, babon
angrem dan sido-mukti.... (psst.. waktu itu Niken Larasati,
teman bangku sebelah - kan ndak boleh jejer - ikutan
bikin dari kain batik lho... malah pakai pola batik gadhung
mlathi yang hijau TNI, tirto-tejo yang hitam kemerah-
merahan bercam-pur kuning-biru-dan juga hijau... dan parang
rusak yang biasa dipakai perang....dan dia dapat nilai 8.5....)
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 31, 2001 7:38 PM
Subject: [indonesia_damai] Islah nasional -Re: Cetak Duit>Donasi
| Nah makin santer ucapan islah nasional (wapres kita sudah bulak balik
| mengatakan dalam beberapa hari ini) ... apa ada yang punya pendapat
| atau usul? Islah dipandang dari sisi keutuhan dan kredibilitas bangsa
| bener2 bagus, mengumpulkan kembali serpihan2 kecil menjadi suatu
| bentuk utuh dengan saling memaafkan dan kembali saling asih, guna
| bersama menyongsong masa depan. Namun ada sementara pihak yang
| berpendapat, bahwa soal islah dan soal kejahatan mesti dipisahkan,
| dalam arti islah hanya berjalan secara bener .. apabila pihak2 yang
| merasa pernah punya dosa .. berani jujur bertaubat dulu (secara
| bener .. tak iya) dan mengakui serta mempertanggung jawabkan
| perbuatan yang pernah dilakukannya. Kalau islah dilakukan secara
| antem kromo (kesian mas Kromo) dan menyama ratakan semua ...
| istilahnya yok kita pikul bersama secara rata apa yang terlanjur
| remuk dimasa kemaren ... ya gimana ya?. Dalam hal ini azas keadilan
| kita injak abis. Secara prinsip saya setuju islah nasional diadakan,
| namun tanpa meninggalkan prinsip hukum dan tidak menghilangkan
| kewajiban seseorang untuk mempertanggung jawabkan dosa2 yang pernah
| diperbuatnya ( kayak pernah nyolong, sering ngapusi, pernah mbunuh
| orang, pernah ngerampok, pernah bikin rusuh dlsb dlsb), toh makhluk
| jenis ini ndak begitu banyak. Juga jangan sampai ada image kuat,
| bahwa islah itu cuma upaya pemutihan massal, dan mungkin saja kan
| terjadi awut2an kembali yang disusul islah jilid kedua .. ketiga dst
| dst nya, dan itu akan memperkosa arti 'islah' menjadi suatu
| legitimasi untuk memutihkan perbuatan2 tercela .. entar sama nasibnya
| dengan konstitusi/UUD kita .. walah walah.
| Gimana mas .. mbak .. bapak .. ibu, jangan sampai nanti islah
| nasional jadi malah menambah kesimpang siuran .. nambah keributan ..
| kepruk2an, dan bukan membikin perdamaian. Bikin format dulu .. baru
| rame2 dilakukan. Salah kah aku?
|
| SP
| ---
| --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
| > Mas KauJak (mau lengkap panjang takut keliru .. lupa 'u'nya)
| > Masalah dana emang kalau ngandelkan ngerampok mungkin ndak cukup,
| > namun meningkatnya kriminal terjadi, entah untuk melengkapi proses
| > teror, atau ada anggota yang sambil menyelam minum air .. atau
| > sekedar warming up. Soal pencetakan uang menjelang pemilu memang
| > bukan tahasia lagi, sampai2 BI merah muka dan ter-bata2 memberi
| > penjelasan waktu sekitar tahun 1998-1999 dikemukan ada nomor seri
| > uang yang dobel. Bahkan BI tersipu menukar mata uang 100.000 (yang
| > kala itu baru keluar, cetakan 1999?), ditahun 2000 awal .. yang
| > ternyata kalau digosok gambarnya ilang. Katanya sih kesalahan
| teknis
| > cetak .. semoga begitu, namun rumor sudah terlanjur berkembang
| luas,
| > malah dihubungkan dengan pembelaan sejumlah tokoh elite terhadap
| > Syahril S sewaktu mau digusur. Mungkin bagus juga dirunut lebih
| luas
| > lagi, pada tahun 1997-1999 banyak pengusaha kelas kakap yang megap2
| > setor 'sumbangan sukarela' yang dipungut oleh elite/penguasa
| tertentu
| > termasuk pemegang bedil. Lihat saja panitia stiker PON sampai tekor
| > total, namun ngusutnya hehehehe ... maju mundur, kasus BB ... yang
| > mbundet kriwil kriwil kayak rambut WW, beberapa kasus surat
| berharga
| > perusahaan2 Indonesia yang beredar dimancanegara .. yang sampai
| saat
| > ini penyelesaiannya kabur, embuh ditalangi pemerintah .. embuh
| > gimana, gimana soal kasus pencurian2 kayu .. pembabatan hutan
| lindung
| > oleh konglomerat daerah .. yang sampai saat ini eksesnya masih
| > berlanjut tanpa tindakan tegas .. dlsb dlsb ... Ada lagi gimana
| > dengan kasus dana Taperum .. dana bulog yang ratusan milyard (yang
| > dicurigai buat membiayai parpol tertentu) .. bagaimana dengan
| kasus2
| > kakap kayak Texmaco .. Prayogo .. boss mantan BDNI .. dlsb dlsb
| > (modar kok aku makin ngelantur). Semua itu pengusutan dan
| > pengungkapannya kayak setrika aja, maju mundur .. persis sama
| dengan
| > penyelesaian kasus2 yang kemaren saya utarakan. Idem juga dengan
| soal
| > kostrad dan BPKP .. tak iya. Perlu kita gagas apa hubungan sulitnya
| > pengusutan berbagai kasus tsb dengan topik yang kita bicarakan, apa
| > ada yang takut kalau kasus2 tadi diungkap .. lha dunia bakal terang
| > benderang, namun banyak yang kewirangan? Namun kayaknya kita semua
| > mesti ikhlas untuk melakukan islah .. islah politik .. islah
| > nasional. Lets be gone be by gones .. lets blowing with the wind,
| > seperti yang wapres ucapkan baru2 ini. Relakan semua yang telah
| > terjadi, supaya kedepan kita bisa konsentrasi untuk memperbaiki
| > keterpurukan bangsa ini ... yok bersatu kembali .. lupakan yang
| > pernah terjadi. Eh kang Kromo yang jualan bakso teriak .... 'enak
| > saja .. islah tinggal islah ... lha yang mesti nanggung mbayar
| sapa?
| > Yang nikmati sapa? Lha wong tobat ke gusti Allah SWT saja ada
| > tatacaranya kok, disamping bilang tobat .. ada yang harus dilakukan
| > lagi' Eh .. teringat aku pada kata2 seorang uztad 'kalau kita sudah
| > berdosa telah mengambil milik orang lain, maka disamping kita harus
| > bertobat ke Allah SWT dan memohon pengampunan, maka kita wajib
| > mengembalikan barang yang kita ambil pada pemiliknya, sebagai
| > realisasi pertobatan kita' Nah apa soal masa depan dan islah ini
| > mesti gimana, mohon input dong .... saya bingung soal itu.
| > Wassalam,
| >
| > SP
| > --------
| > --- In [EMAIL PROTECTED], "kaukusjakarta" <[EMAIL PROTECTED]>
| > wrote:
| > > Mas Aliq, Kang Babat, (mas/mbak) Prameshi rekan semua.
| > > Soal donasi itu memang jadi pertimbangan yang patut dicermati,
| > karena ini kemutlakan alamiah saja, bahwa keyakinan/ ideologi tidak
| > akan bisa dilaksanakan tanpa dana. Boleh saja punya massa
| pendukung,
|
|
|
| ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
| Small business owners...
| Tell us what you think!
| http://us.click.yahoo.com/vO1FAB/txzCAA/ySSFAA/9rHolB/TM
| ---------------------------------------------------------------------~->
|
| =================================================
|
| Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa
|yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk
|menggali
| berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang
|lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang
|akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik.
|
| Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
|[EMAIL PROTECTED]
|
| Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke:
|[EMAIL PROTECTED]
|
| =================================================
|
| Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
|
|
|
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-
-> FREE email !! [EMAIL PROTECTED] ... http://www.kulitinta.com <-