Polri Kembali ke Rejim Soeharto
Demonstrasi akan Ditindak Tegas
koridor.com [3 Aug 2001, 12:22] Polri di rejim Megawati, kembali ke pola
rejim Soeharto, dalam menangani aksi unjuk rasa kelompok pro demokrasi.
Dengan alasan stabilitas pembangunan dan kinerja pemerintah, Polri
memutuskan menindak tegas demonstran.

Khususnya Polda Metro Jaya, akan melibas segala aksi unjuk rasa, yang tidak
sesuai dengan UU No 9/1998, tentang tata cara penyampaian pendapat di muka
umum.

"Kita akan tindak tegas pengunjuk rasa yang melanggar UU No 9/1998. Karena
mulai sekarang kita harus mentaati perundang-undangan," tukas Kaditserse
Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Adang Rochjana, Jumat (3/8).

Polda Metro Jaya beralasan, maraknya aksi unjuk rasa khususnya di ibukota
akhir-akhir ini mengakibatkan situasi tidak keamanan dan ekonomi tidak
stabil. Sehingga, lewat tindakan represif, demonstrasi akan berkurang dan
Pemerintahan Megawati bisa stabil melakukan tugas-tugasnya.

Namun, Rochjana masih berkelit. Dia mengakui, untuk perimbangannya bukan
hanya pengunjuk rasa yang akan ditindak tegas, tapi aparat kepolisian yang
melakukan tindakan kekerasan kepada pengunjuk rasa pun akan ditindak tegas.

"Kita juga akan menindak anggota yang melakukan tidakan kekerasan, kita
sudah mulai melakukan penindakan itu," ujar Adang Rochjana, yang didampingi
Kadispen Polda Metro Jaya, Kombes Pol Anton Bahrul Alam dan Kadiskum Polda
Metro Jaya Kombes Pol Imam Sardjono, di Mapolda Metro Jaya. [beston / ac]


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<- 
->  FREE email !! [EMAIL PROTECTED] ... http://www.kulitinta.com  <-

Kirim email ke