Di harian kompas (lupa entah kapan), ada anjuran untuk memandang guru sebagai profesional, tanpa embel-embel apa pun. Termasuk pemberian gelar 'Pahlawan tanpa Tanda Jasa'. Aha benar juga kare- na lebih banyak Pahlawan Tanpa Jasa yang justru mampu menyetir guru-guru.... Pahlawan pendidikan di mana-mana. Ditandai dengan maraknya orang mendirikan lembaga-2 STSI.. Sekolah Tanpo Sinau Isoh.... dengan gelar-gelar akademik meng- giurkan bagi orang-orang pendamba status. Salah satu contoh adalah kepala sekolah SMU 67, yang salah satu gurunya adalah korban tabrakan Empu Jaya dengan Loko 'Langsir' Cirebon Ekspres. Ibu haji yang kepala sekolah itu berhasil merendeng gelar Dra. MSc. dan MM. Tapi apa nasib para guru? Tak lain hanyalah mendemo hanya untuk menuntut 'hak'-nya yang telah terjanjikan. Sisa kenaikan gaji sejak Januari. Padahal paling berapa sih kenaikan gaji itu.... bila dibanding dengan Sumbangan Sukarela atau Uang Gedung Sekolah-sekolah favorit di kota-kota besar atau sekolah metro politan, kompleks kota satelit dan pemukiman-2 penyangga kota industri? Tak lebih dari seperlimanya, bila uang gedung itu ada yang mencapai 8 juta (di suatu perguruan tinggi...) atau minimum 2.5 juta yang terjadi di sekolah-sekolah elite 'beragama'. Atau sekolah yang berbiaya 1500 USD untuk 3 tahun selepas SMP bila masuk di salah satu pesantren Akbar di Indramayu.... Berapa sih yang dituntut oleh para guru itu? Guru-guru SD DKI telah dijanjikan uang rapel itu nanti bulan Oktober. Sementara itu anggota DPRD-nya dengan gagah berstudi banding untuk menghasilkan laporan 'bahwa telah mengunjungi Tokyo Tower'.... Ah sungguh GURU adalah profesi dalam keterpaksaan. Bilamana profesi-2 lain lebih memihak kepada orang-orang terkait tertentu. Tanpa sadar bahwa banyak orang mencapai profesi dan karirnya adalah atas jasa para guru itu. KDP ------- ----- Original Message ----- From: "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, September 03, 2001 6:04 AM Subject: [indonesia_damai] Mogok Guru Menuntut Rapel, Pelajaran Mahal Otda : "...daerahlah yang menjadi biang keterlambatan itu. Menurut : Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Yusuf Kalla, dana : alokasi umum (DAU) dari pusat telah ikirim ke daerah. Tetapi, : ternyata ada beberapa daerah yang memakai dana itu untuk : membiayai berbagai proyek", kutipan Editorial Media Indonesia, : 01/09/2001. : : Kita baru saja "dikagetkan" oleh demo para "oemar bakri" di Madiun dan : berbagai tempat lainnya di tanah air tercinta ini (lihat juga kliping : berita di bawah ini). Tentu tidak ada yang akan mempersoalkan betapa : strategisnya peranan para guru dalam mencerdaskan bangsa dan betapa : sahnya tuntutan para guru tersebut. "Kelancangan pemda itu sungguh : mengagetkan" imbuh Editorial Media Indonesia 01/09/2001 tersebut. Namun : pertanyaannya, adilkah kalau kesalahan semata-mata ditimpakan kepada : Pemerintah Daerah? : : Seperti diketahui, kenaikan gaji PNS sekitar 14% ditetapkan Keputusan : Presiden (Keppres) Nomor 64 Tahun 2001 yang ditandatangani Presiden : Abdurrahman Wahid tanggal 18 Mei 2001. Jadi setelah DAU untuk : masing-masing Daerah ditetapkan dengan Keppres Nomor 181 Tahun 2000 : Tanggal 23 Desember 2000. Padahal kita tahu, bahwa DAU adalah merupakan : "block grant". Jadi---terlepas dari kecenderungan daerah untuk lebih : mengedapankan proyek-proyek fisik, apapun motifnya---salahkah Pemda : kalau tidak mengalokasikan adanya rapel gaji PNS yang belum mereka : ketahui pada saat menyusun APBD? Memang ada dana kontijensi. Tetapi : seperti kita ketahui dana kontijensi tidak melulu untuk personil, tetapi : juga untuk pengadaan aset dan perlalatan. Selain itu, sejauh manakah : dana kontijensi tersbut sudah disalurkan ke daerah? : : Karena itu dengan segala hormatku kepada Bapak Menko Kesra Yusuf Kalla, : pernyataan beliau yang dikutip Editorial Media Indonesia 01/09/2001 : tersebut, membingungkan saya. : : Eniwe, mogok guru menuntut rapel, adalah pelajaran mahal otda, yang : hendaknya diambil hikmahnya oleh semua pihak dan tidak dijadikan dalih : untuk :menghujat Otda itu sendiri, karena as a matter of fact, : pembelajaran adalah suatu aktivitas yang selalu menyertai berbagai : program, lebih-lebih program besar berskala nasional dan sangat : strategis seperti desotda. : : Tetapi maukah kita? : : Salam Damai, Darwin : : : HARI INI RIBUAN GURU ANCAM MOGOK KETERLAMBATAN GAJI AKIBAT PENYIMPANGAN : Media Indonesia - Umum (01/09/2001 00:03 WIB) : : PALANGKARAYA (Media): Keterlambatan pembayaran gaji guru terjadi akibat : penyimpangan anggaran yang dilakukan sejumlah pemda. Pemda juga dituding : menghambur-hamburkan dana alokasi umum (DAU). : : Penyimpangan anggaran itu terjadi karena dana untuk pembayaran gaji guru : yang sudah disalurkan pemerintah pusat dipakai untuk keperluan lain, : seperti pembangunan proyek atau pembelian mobil dinas. : : Demikian kesimpulan informasi yang diperoleh Media dari sejumlah daerah : berkaitan dengan aksi demo dan ancaman mogok para guru menuntut : pembayaran rapel gaji. : : Pemda Jawa Timur, misalnya, secara tegas menolak menanggung pembayaran : rapel PNS di Madiun, karena hal itu murni kesalahan Pemda setempat yang : dinilai menghambur-hamburkan DAU. : : "Masalah rapel guru bukan tanggung jawab Pemda Jatim. Biar Pemda Madiun : menyelesaikan karena kesalahannya sendiri," kata Gubernur Jatim Imam : Utomo kepada wartawan di Surabaya, kemarin. : : Kesalahan fatal yang dilakukan Pemda Madiun, menurut Gubernur, karena : tidak menganggarkan dana cadangan dari DAU. Sebaliknya, dana DAU : sepenuhnya digunakan untuk pembangunan fisik. : : Di Lampung, DPRD Kabupaten Lampung Timur kini sedang membahas masalah : rapel guru setelah adanya pernyataan Menko Kesra bahwa pemerintah pusat : telah menyalurkan anggaran untuk keperluan tersebut. : : "Kami sedang membahas sekaligus mencari tahu di mana anggaran yang : disalurkan pemerintah pusat itu," kata anggota DPRD Lampung Timur : Noverisman Subing SH di Bandar Lampung, kemarin. : : Menurut Noverisman, beberapa waktu lalu DPRD Lampung Timur mendapat : informasi ada dana dari pusat, tapi pihak eksekutif menggunakannya untuk : pembangunan Kecamatan Metro Kibang yang biayanya miliaran rupiah. : : Anggota Komisi E DPRD Lampung Chandar K Djohan bahkan mengatakan alasan : pemda kabupaten/kota tak punya dana untuk membayar rapel guru tak masuk : akal. Sebab, belum lama ini sejumlah kabupaten/kota membeli mobil dinas : baru berbagai merek dan jenis. : : Bahkan, imbauan Gubernur Lampung Oemarsono agar DAU didahulukan untuk : membayar rapel tak digubris para bupati dan wali kota. Para Bupati dan : wali kota se-Lampung yang mengadakan pertemuan di Bandar Lampung, : kemarin, sepakat menolak imbauan Gubernur karena DAU tidak mencukupi. : Rapel baru bisa dibayar pada 2002. Akibat keterlambatan pembayaran : rapel, para guru di daerah itu berencana mogok mengajar mulai 6 : September nanti. : : Di Palangkaraya, Kalteng, ribuan guru dari tingkat TK sampai SLTA di : Palangkaraya juga mengancam mogok mengajar mulai hari ini jika : pembayaran rapel kenaikan gaji belum juga dibayar. : : Melalui surat pernyataan sejumlah perwakilan guru, kemarin, mereka : memberikan deadline kepada Pemda Kota Palangkaraya sampai 31 Agustus : 2001. : : Ancaman serupa muncul di Padang dan Pariaman, Sumbar. Ribuan guru : mengancam mogok mengajar karena rapel belum dibayar. Meski PGRI : mengimbau Wali Kota Padang Zuiyen Rais segera melakukan pembayaran, : pemda tak bisa berbuat apa-apa. Alasannya, pemda tak punya dana untuk : menanggulangi kenaikan gaji PNS sebesar Rp 58 miliar. : : Sedangkan di DKI Jakarta, menurut Fauzi Bowo, sekda setempat, : keterlambatan pembayaran rapel disebabkan masalah teknis administrasi. : Dia berjanji paling lambat dua minggu mendatang para guru di DKI Jakarta : sudah mendapat rapel kenaikan gaji. : : Begitu pula di Kabupaten Minahasa, Sulut, pembayaran rapel PNS di daerah : itu belum terealisasi. Menurut Wakil Bupati Minahasa Boy Tangkawarouw, : rapel PNS termasuk guru masih tersangkut di Kantor Perbendaharaan Kas : Negara. "Pekan depan pasti sudah terbayar. Para PNS tak perlu khawatir," : katanya. (FL/JN/AD/IH/GT/VL/YR/Sad/N-2) : : : : ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> : Get your FREE credit report with a FREE CreditCheck : Monitoring Service trial : http://us.click.yahoo.com/MDsVHB/bQ8CAA/ySSFAA/9rHolB/TM : ---------------------------------------------------------------------~-> : : ================================================= : : Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk menggali : berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik. : : Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke: [EMAIL PROTECTED] : : Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke: [EMAIL PROTECTED] : : ================================================= : : Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ : : : ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<- -> FREE email !! [EMAIL PROTECTED] ... http://www.kulitinta.com <-
