Ang Hauw Lang (1897-1963), Pejuang Kemerdekaan dari Ende

Ang Hauw Lang dan istri (Veronica Surati)

Mengunjungi Kupang, Nusa Tenggara Timur, saya amat berbahagia karena 
mendapatkan informasi penting dari bapak Theo Widodo, seorang tokoh masyarakat 
dan juga merupakan pimpinan Perhimpunan INTI Indonesia Tionghoa) NTT. Pak Theo 
menyampaikan kepada saya tentang kisah sosok pejuang bernama Ang Hauw Lang. 
Satu kehormatan juga diperkenalkan dengan keturunan (cicitnya) bernama Melly.

Ang Hauw Lang (AHL) adalah tokoh penting yang hadir mengisi ruang sejarah 
bangsa ini pada saat Bung Karno diasingkan ke Ende pada tahun 1934 sd 1938. 
Dalam film berjudul “Ketika Bung Di Ende” (produksi tahun 2013, didanai oleh 
Kemendikbud) yang diantara pemerannya adalah Baim Wong dan Paramita Rusady itu, 
sosok AHL ikut ditampilkan dalam beberapa adegan.

Peran AHL kala Bung Karno diasingkan adalah menjadi penyampai surat-surat dari 
Bung Karno kepada kawan-kawan seperjuangannya di pulau Jawa dan juga 
sebaliknya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan baik karena beliau adalah 
seorang pengusaha yang berniaga antar pulau saat itu.

Bukan hal yang mudah dapat melakukan kegiatan berbahaya tersebut, karena 
sebagai tahanan politik, Bung Karno diawasi secara ketat oleh pihak Belanda, 
siapa pun yang tampak berhubungan dengannya dipastikan menimbulkan kecurigaan 
dari pihak Belanda. Bagaimana tidak diawasi, Bung Karno adalah tokoh penting 
penggagas kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Belanda.

Keberanian AHL untuk menjadi kurir bagi surat-surat penting tersebut 
mendapatkan apresiasi tinggi dari Bung Karno, bahkan beliau menganggap AHL 
sebagai bapak angkatnya. Ada satu kisah menarik yang peristiwanya teejadi 
setelah kemerdekaan, yakni sekitar awal tahun 1960an. Dalam suatu kesempatan, 
beliau mendatangi langsung istana kepresidenan di Jakarta dan memberitahukan 
kepada para penjaga jika beliau ingin bertemu presiden, “Saya ingin berjumpa 
Nak Karno!” begitu ujarnya. Mengetahui AHL yg datang, Bung Karno menyambut dan 
menerima beliau di istana. Selama di Jakarta, AHL diberikan penginapan di Hotel 
Indonesia.

Ada peristiwa lainnya yang menarik dan menyentuh hati, yakni penolakan beliau 
terhadap permintaan Bung Karno agar jika nanti meninggal dunia dapat dimakamkan 
di Taman Makam Pahlawan. Alasan penolakan adalah beliau ingin nantinya 
dimakamkan berdampingan bersama istri tercinta (Veronica Surati), yang tentu 
saja hal tersebut tak dapat diwujudkan jika beliau dimakamkan di TMP. Keinginan 
mulia yang akhirnya terwujud.

Ketika Ang Hauw Lang meninggal dunia (15 Januari 1963) melalui utusannya, Bung 
Karno mengirimkan karangan bunga dan bendera merah putih besar menutupi peti 
dan tulisan yang menerangkan jika Ang Hauw Lang adalah Pejuang Kemerdekaan. Dan 
ada kesaksian lain yang perlu ditelusuri kebenarannya lebih jauh, bahwa prosesi 
pemakamannya juga dilakukan secara militer yakni dengan iringan tembakan salvo.

Peran beliau adalah bagian penting dari sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa, 
seperti setiap potongan puzzle yang menjadi bagian penting untuk dapat 
membentuk suatu gambar yang utuh. Tugas kita sebagai generasi penerus utk 
mengenang dan meneladani jasa-jasanya.

Dari perjalanan kemarin, saya masih mendapatkan potongan-potongan cerita tak 
lengkap tentang beliau, amatlah menyedihkan jika nantinya nama beliau 
benar-benar terlupakan. Kisah-kisah seperti ini akan lenyap jika hanya 
mengandalkan cerita dari mulut ke mulut, dan inilah yang terjadi pada peran 
sejarah perjuangan orang-orang Tionghoa di indonesia, saatnya untuk mencatat 
dan mengabarkannya.

Ang Hauw Lang (1897-1963), Pejuang Kemerdekaan dari Ende
By Azmi Abubakar
Senin, 27 Desember 2021
Sumber: 
https://geotimes.id/kolom/ang-hauw-lang-1897-1963-pejuang-kemerdekaan-dari-ende/

Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk 
artikel-artikel lain yang lebih menarik.

https://www.tionghoa.org/1439

December 28, 2021 at 11:24AM

Manage

Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email service.




IFTTT

        Manage on IFTTT:
        https://ifttt.com/myrecipes/personal/124850832

-- 
Milis Lampion Merah
Oleh Tionghoa.com : https://www.tionghoa.com
--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Lampion Merah" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/lampionmerah/61cb2138500cf_413441330510f%40satellite-prod-worker-596c666b69-hhdnb.mail.

Reply via email to