Adat Istiadat Rakyat di Kota Xiamen, Tiongkok

Xiamen (厦门 dibaca: xià mén) adalah sebuah kota utama di bagian tenggara pantai 
pesisir Republik Rakyat Tiongkok dan menghadap Selat Taiwan. Berikut beberapa 
adat istiadat rakyat di kota Xiamen, Tiongkok:

Teh Gongfu

Xiamen adalah salah satu asal mula upacara minum teh gongfu (kung fu) dengan 
budaya minum teh yang mendalam. Inti dari budaya minum teh Xiamen adalah 
upacara minum teh, yang melibatkan lima elemen: daun teh, air, set teh, api, 
dan lingkungan. Orang Xiamen kebanyakan minum teh Oolong dan terutama menyukai 
Anxi Tieguanyin, yang dikenal sebagai teh kelas tertinggi. Orang Xiamen 
biasanya memulai hari mereka dengan membuat secangkir teh kungfu.

Jianggu

Jianggu (讲古场 dibaca: jiǎng gǔ chǎng) adalah jenis cerita dalam dialek Minnan 
(provinsi Fujian selatan) dan dapat dilihat di Minnan, Taiwan, dan daerah 
berpenduduk Tiongkok di Asia Tenggara.

Pelaku biasanya menceritakan kisah dengan bahasa gaul, peribahasa atau doggerel 
yang hidup dan lucu, menggunakan nada dramatis, ekspresi wajah yang kuat, dan 
bahasa tubuh untuk menarik penonton. Ini adalah pertunjukan hiburan rakyat 
tradisional Tiongkok yang populer.

Perjudian Kue Bulan Pertengahan Musim Gugur

Perjudian kue bulan Pertengahan Musim Gugur (中秋博饼 dibaca: zhōngqiū bó bǐng), 
bertaruh pada kue bulan, adalah permainan rakyat yang dimainkan di sekitar 
Festival Pertengahan Musim Gugur. Itu berasal dari Xiamen dan kemudian 
melakukan perjalanan ke tetangga Zhangzhou, Quanzhou dan Kinmen (Quemoy).

Ini adalah permainan yang dimainkan dengan enam dadu. Cukup lempar dadu ke 
dalam mangkuk dan pip berbeda yang Anda dapatkan akan mewakili berbagai 
peringkat penghargaan yang akan Anda menangkan.

Permainan judi memiliki enam peringkat penghargaan, yang diberikan nama-nama 
pemenang dalam ujian kekaisaran kuno: zhuangyuan, bangyan, tanhua, jinshi, 
juren dan xiucai.

Mengirim Kapal Wang

Perayaan yang disebut Song Wang Chuan (送王船 dibaca: sòng wáng chuán) adalah 
festival tradisional lama yang diadakan di desa-desa pesisir di provinsi Fujian 
dan Taiwan untuk mencegah malapetaka dan membawa berkah.

Juga dikenal sebagai Shao Wang Chuan dan Ji Wang Chuan, berasal dari tradisi 
bahwa para pelancong kuno melepaskan perahu kecil atau kapal yang dihias untuk 
berdoa demi keselamatan sebelum berlayar dan kemudian memasukkan pemujaan Zheng 
Chenggong, seorang laksamana Dinasti Ming (1368–1644). ) dan ritual Tao hai 
jiao. Sekarang telah berkembang menjadi kebiasaan tradisional yang menampilkan 
pertunjukan rakyat.

Kebiasaan itu menyebar ke Taiwan melalui perahu yang bepergian ke sana, migrasi 
dan kegiatan pertukaran agama. Ini menunjukkan rasa hormat orang Minnan (Fujian 
selatan) terhadap laut, kehidupan, perdamaian dan keadilan, serta simpati 
mereka terhadap kelompok rentan.

Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk 
artikel-artikel lain yang lebih menarik.

https://www.tionghoa.org/1284

December 29, 2021 at 01:11AM

Manage

Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email service.




IFTTT

        Manage on IFTTT:
        https://ifttt.com/myrecipes/personal/124850832

-- 
Milis Lampion Merah
Oleh Tionghoa.com : https://www.tionghoa.com
--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Lampion Merah" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/lampionmerah/61cbadc317339_117849f31846465%40satellite-prod-worker-596c666b69-89nzq.mail.

Reply via email to