Tgk Paya Bujok, Atranyan tjit mandum ka got that populer bak mata bangsateuh. Got tjit ka neupeutrang tjara Aceh. Meukon lagee njan hana meunjum. Sabab le nyang ka klo prip dum.
Paya Bujok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bôh manok kom.!!Anda juga kadang"benar Muhammad al qubra sebab sekarang kou sudah terbuka mata tidak buta lagi sehingga mempersoalkan, kenapa juga mareka bersedia berunding dengan kaum yang hipokrit itu?mari kita kilas kembali, yang pertama pihak GAM M-Z sudah meninggalkan tuntutan KEMERDEKAAN dan yang keu dua pihak SIRA pun meniru langkah yang sama yaitu meninggalkan tuntutan REFERENDUM.Mareka itu sudah menaruh kepercayaan kepada penjajah biadap Indonesia dan Syaitan haramjadah AMM untuk kepentingan ketiga tiga Buaya: RI,GAM-MZ dan SIRA, sebelum di tandatangan MOU di Helsinki banyak tokoh yang ber Bangsa Aceh memberi pendapat dan menegur mareka yang terlibat dalam perundigan hasilnya langsung tidak di indahkan yang terlibat hanyalah di kalagan sendiri sendiri sahaja oleh sebab Aceh Merdeka itu Syarikat kepunjaan bapak dan mak mareka.Hasilnya adalah mareka di tuduh MP GAM, pengkianat Bangsa,dll bahkan pihak GAM M_Z dilapangan berani membunuh siapa saja yang di curigai dan keluarga musuh Politik mareka.Sekarang telur busuk MOU Helsinki sudahpun meletup dan berbau hanyir, kenyataan 90 persen Bangsa Aceh menutupi hidung nya nasib mareka bagaikan jatuh di timpa tangga pula.BEK KARU KARU DILÉI DJIPHOEMA DJIH EUNTEUK, Njan slogan barokon djinoe ka karu bansabôh Donja Tuhan pue sabab kadjipabma keuh dum!!! Karusekarang Bangsa Aceh telahpun di ikat lehernya dengan tali UU_PA ciptaan dari hasil sekumpulan manusia zalim dan biadap yang mengkianati Bangsa Aceh.Peucaya lom keu Jawa liehma keuh binatang yang terlibat.
Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Anda benar M Suryadi. Namun kalau boleh saya ikut komentar bahwa prediksi saya bukan tidak boleh mengkritik MoU H tapi dua pihak itu sedang terikat dengan satu perjanjian dimana satupihak (baca GAM) agak khawatir kalau-kalau dengn kritikan itu berubah pikiran pihak lain. Sedangkan pihak GAM inginkan supaya berhasil. Kalau boleh saya istilahkan dengan bahasa Acheh: "Bek karu-karu dilee diphe ma djih euntreuk". Dalam hail ini kitapun jangan cepat menuduh kita dicap pengkhianat. Soalnya itu suatu hal yang paling bserius bagi seseorang hingga kadang agak keras peringatan sedikit untuk membendung orang lain agar "bek diphe ma djih euntreuk".Hal itu terbaca dari pernyataan dari beberapa elkit GAM memang kendatipun kita tidak yakin akan kejujuran pihak Indonesia itu. Hal mini bukan setakat ini kita katakan tidak yakin dimana kemunafikan Indonesia memang sudah terbukti dengan hasil UU-PA yang sudah disahkan secara paksa itu untuk menerimanya.Memang suatu hal yang mustahil untuk dapat kita percayakan kaum hipokrit yang sudah mendarah daging dalam system yang militeris itu. Lalu timbul pertanyaan. Kenapa juga mereka bersedia berunding dengan kaum yang hipokrit itu ? saya kira kepercayaan kita terletak pada pihak Tim Eropa (baca AMM) yang ingin kita buktikan sampai dimana komitment nya. Kendatipun untuk menunggu bukti kejujuran mereka kita harus membayar mahal. Biarpun AMN sudah menyatakan dukungannya serta menerima UU-PA itu, kita terpaksa menunggu beberapa saat lagi untuk melihat sosok mereka yang sesungguhnya. Disamping itu kita juga sudah bisa bersiap-siap untuk menghadapi apapun yang terjadi dan siap menerima resiko dari keharusan menolah UU-PA hasil "Sandiwara" Basyar-basyar itu (baca makhluk yang tidak pernah ber esensi) dimana kemunculannya dipermukaan planet Bumi ini senantiasa merugikan kaum dhu'afa dimanapun diseluruh dunia.Selanjutnya saya juga tidak dapat mengerti pernyataan Saudara Taufik Al MUbarrak bahwa gagalnya UU PA mengadopsi MoU Helsinki dan aspirasi rakyat Aceh bukan hanya disebabkan oleh gagalnya elite lokal dan nasional menangkap aspirasi rakyat Aceh melainkan karena logika damai sudah dikalahkan oleh logika perang serta ambisi politik sesaat para elite yang serakah. Menurut saya gagalnya UU-PA disebabkan justru orang-orang hipokrit yang ingin terus menjajah bangsa Acheh, yang merumuskan UU tersebut. Bagaimana mungkin mereka gagal membaca aspirasi rakyat Acheh, bukankah sejak jauh-jauh hari mereka sudah menggelar demo untuk memprotes kaum hipokrit itu agar menjesuaikan UU itu dengan MoU Helsinki ?Kemudian bagaimana pula maksudnya bahwa logika damai sudah dikalahkan logika perang. Justru logika perang dapat menerima logika damai dengan syarat damai itu benar-.benar damai bukan damai dipasung oleh tni/polri yang terlanjur menggunakan attribut itu untuk melacurnya menjadi tunggangan majikannya bukan lembaga negara yang sebenarnya sebagaimana lazimnya di Eropa. Untuk ini saja berasumsi bahwa kegagalan UU-PA itu justru bterletak kepada pihak yang bertindak sebagai hakim yang tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang di embannya. Dalam hal ini adalah AMM (Tim Eropa) yang tidak adil terhadap GAM dan rakyat Acheh yang sedang menderita. Dimana mereka sudah jauh-jauh hari meminta agar GAM dan SIRA dapat membubarkan diri. Sementara Indonesia tidak diminta untuk bubar. Ini terbukti keberpihakannya kepada pihak yang mendhalimi (baca Indonesia)Belakangan AMM juga menyatakan dukungan dan menerima UU-PA yang bertentangan itu. Rupanya mereka sama hipokritnya dengan Indonesia itu. Lalu kita mengharapkan kepada komunitas manapun didunia ini agar sekali-kali tidak mempercayakan urusannya kepada "orang tua" dunia yang sudah dekaden itu. Mereka berlagak wibawa sementara yang sesungguhnya mereka itu memposisikan diri sebagai penyokong kedhaliman diseluruh dunia. Dimulut mereka senantiasa mengucapkan demi HAM namun realitanya mereka itu tidak lebih dari penipu yang berpenampilan hipokrit. Saya membuat pernyataan ini setelah adanya bukti bukan sekjedar tuduhan kosong semoga mereka mendengar pernyataan saya ini agar mereka dapat menebus kesalahannya.Wahai bangsa West Papua dan Ambon !Mungkin sebentar lagi penipu-penipu dari Eropa itu akan datang kepada kalian untuk membuat konspoirasi jahat yang sama sebagaimana yang mereka lakukan terhadap bangsa Acheh - Sumatra. Andaikata mereka sudah tiba di negara kalian ingatlah seruanku ini.Billahi fi sabililhaqMuhammad Al QubraSandnes, Norwegia
M Suryadi <[EMAIL PROTECTED]> skrev:Lho, ngomongnya kok baru sekarang? Aneh. Persis setahun yang lalu sepertinya "haram" berujar untuk menolak ini dan itu karena semuanya pakai prinsip "nrimo", "enggeh" hingga akhirnya ikut arus kemana saja dibawa.
Tidak sadar bahwa semua itu adalah "trap" Jakarta dan semuanya seperti "koor" jikalau apa saja boleh asalkan "damai", mau bagaimana bentuk damai itu nanti dipikir kemudian. "Damai" dijadikan kambing hitam, kalau ada apa-apa bisa dijadikan alibi, pers juga begitu, ikut arus. Meskipun ditipu dan meuramah otonomi pun ok-ok saja, yang penting damai. Anehnya lagi, jika ada yang mengkritisi MoU Helsinki malah difitnah sebagai perusak kedamaian Aceh bahkan yang lebih ekstrem lagi dicap sebagai "pengkhianat". (Main cap sama rata)
Tiada habis-habisnya kena tipu, sudah sejak zaman generasi dulu hingga generasi saat ini juga terkena tipu. "Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian..........dst"
Taufik Al Mubarak <taufik_pidie@yahoo.com > wrote:
Dalam hal masalah Aceh, kalimat demikian bisa dirumuskan begini, "gagalnya UU PA mengadopsi MoU Helsinki dan aspirasi rakyat Aceh bukan hanya disebabkan oleh gagalnya elite lokal dan nasional menangkap aspirasi rakyat Aceh melainkan karena logika damai sudah dikalahkan oleh logika perang serta ambisi politik sesaat para elite yang serakah!â
Di Aceh, UU PA sudah mulai dieja dengan âUjong-ujong Peungeut Acehâ. Entahlah!
Untuk lebih lengkap buka http://www.sirareferendum.org/ indexa.php? mod=article& cat=opini& article=108
----
"Yang Aku tahu adalah Aku tak Tahu apa-apa"
"terus berjuang atau kembali terjajah"
----
Taufik Al Mubarak
_____________________ ___
http://sirareferendum.org
http://almubarak.multiply. com
taufik.almubarak@gmail.com , [EMAIL PROTECTED]um.org
--------------------- --------- ---
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
Yahoo! Groups Links
--------------------- --------- ---
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
![]()
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Lantak" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
- [Lantak] Re: [acehkita] UU PA Mulai Dieja Ujong-Ujong Pe... M Suryadi
- [Lantak] SEMOGA AMM MENDENGAR PERNYATAAN SAYA INI U... Muhammad al qubra
- Re: [Lantak] SEMOGA AMM MENDENGAR PERNYATAAN SA... Paya Bujok
- Re: [Lantak] SEMOGA AMM MENDENGAR PERNYATAA... Aceh Watch
- Re: [Lantak] SEMOGA AMM MENDENGAR PERNYATAAN SA... Paya Bujok
Kirim email ke
