Sdr./Sdri Sebangsa dan Seperjuangan Melanesia Barat Merdeka (MBM)
  dan Para Sahabat-Sahabat Simpatisan/Pendukung MBM baik yang ada
  di DNPB/Indonesia,baik yang ada di LN (Pacific,Europah,USA,Asia dll
  tempat didunia).

  Setelah menerima,membaca,dan memahami berita: CENDERAWSIH POS,
  Rabu 26 Juli 2006 Pemerintah Tak Mentolerir Separatisme "Pesan Men-
  dagri Pada Pelantikan Gubernur dan Wagub Papua.

  Oklah, sdr./sdri Pejuang-Pejuang MBM, jika kalian semua setelah meneri-
  ma,membaca,dan memahami isi artikel dibawah ini,apa renungan kalian
  semua disitu nantinya? Jika sekiranya kalian semua masih merasa segan-
  segan diri untuk intervensi isi artikel tersebut ini; baiklah OPM 
(Organisa-
  si Papua Merdeka - Free Papua Movement) tampil kedepan dengan pen-
  dapat ini dan sekaligus memajukan pertanyaan-pertanyaan seiring deng-
  an isi artikel tersebut kepada Mendagri sbb berikut dibawah ini yaitu:

  1. Deskripsi Mendagri Pada Pelantikan Gubernur Barnabas Suebu Boneka
      (Kaki-tangan Pem:kolonial RI) dan Wagub Papua,OPM (Organisasi Pa-
      pua Merdeka-Free Papua Movement) menanggapi atau menilai deskrip-
      si Mendagri itu sebagai menghibur dan membujuk-bujuk diri (pikiran)
      dan jiwa-jiwa mereka sendiri karena akibat kekecewaan dan berputus-
      asaan mereka terhadap keberadaan dan progress OPM/TPN Guerrillas
      Forces di DNPB dan di LN (International).

  2. Perasaan kekecewaan hati dan berputusasaan dipihak Pemerintah ko-
      lonial RI dibumi Melanesia di Papua Barat; adalah sepantasnya oleh ka-
      rena kedua hal negatif ini yang sangat memburuk-burukan (menjelek-
      jelekan) nama baik Indonesia di Tingkat Dunia International yaitu: (1)
      Akibat Penipuan Indonesia masyarakat dunia international ikut terlibat
      dan menciptakan apa yang disebut dengan istilah "The New York Ag-
      reement-15 Augustus 1962," (2) Lagi lagi Indonesia menipu dan me-
      manipulasi isi Persetujuan (New York Agreement) masyarakat dunia
      international ikut menerima,mengakui,dan membenarkan kepalsuan
      Pepera Indonesia lewat PBB/UN Resolusi: 2504 - XXV, tgl. 19 Novem-
      ber 1969 dan memaksa rakyat PB terus tinggal di dalam NKRI.

  3. Kedua hal negatif Indonesia seperti diungkapkan pada point satu dan
      dua diatas ini telah menjadi suatu pertanda bagi Indonesia diseluruh
      pelosok dunia ini. Bersyukur kepada TUHAN Allah Langit dan Bumi;
      karena oleh petunjuk-petunjuk tanganNya yang penuh "Kasih" tetapi
      "BERAT OLEH KEADILAN DAN KEBENARANNYA" - itulah yang memb-
      uat OPM (Organisasi Papua Merdeka - Free Papua Movement) masih
      terus hidup dan berada diantara kedua "celah" ini yaitu: Di DNPB dan
      di LN (International) serta berusaha meyakinkan bahkan juga akibat
      kerja keras dan memberi makan dengan penerangan politik OPM seca-
      ra terus menerus kepada masyarakat dunia international barulah mere-
      ka menjadi sadar diri bahwa; Rakyat Melanesia di Papua Barat sana buk-
      anlah rakyat bangsa Indonesia. Sepertinya di Negeri Swedia ini, dahulu
      kala mereka sangkah bahwa, rakyat Papua Barat adalah sebagian rakyat
      yang sama jenis bangsa Indonesia (ras,warna kulit,budaya (kultur), 
ada-
      istiadat,Agama dll hal) - akan tetapi setelah mereka menelan penerang-
      an politik OPM ke Tingkat Dunia International khususnya di dalam nege-
      ri Swedia ini;barulah mereka menjadi sadar diri bahwa rakyat bangsa 
Me-
      lanesia bukanlah rakyat bangsa Indonesia. Sekarang ini baik 
rakyat,baik
      para mahassiswa, dan bahkan juga para pejabat-pejabat tinggi lainnya
      menuduh dan mempersalahkan Pemerintahnya karena hanya menden-
      gar secara sepihak dan memberi suara pada PBB/UN Resolusi: 2504 -
      tgl. 19 November 1969 yang mengakibatkan rakyat Melanesia Barat
      diperkosa,disiksai/diayaniayai, dan dibunuh serta merampas dan memi-
      liki segala hak milik rakat Melanesia, namun, pihak Pemerintahnya pim-
      pinan PM Karel Bildt terdahulu memberi jawab kepada opposisi di Par-
      liament bahwa; Pemerintah Swedia ada sedang memperhatikan dgn
      bersungguh-sungguh hati tentang soal perkosaan manusia di PB sana.
      Nah ini adalah sebagai sebuah contohnya hasil-hasil penerangan politik
      OPM LN (International). Jadi mereka semua hanya tinggal menunggu
      dan melihat sikap Pemerintah kolonial RI mau bikin apa dengan soal
      Melanesia Barat.

   4. Pertanyaan-Pertanyaan OPM kepada Mendagri, akan dimajukan entah
       besok atau lusa pagi. dan sekian tanggapan untuk sementara ini


    "Salam hangat Nasional teriring bersama!"



     J. H. Prai.
     OPM-OIIO Malmö,Sweden.






>From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <Undisclosed-Recipient:;>
>Subject: Pemerintah Tak Mentolerir Separatisme
>Date: Wed, 26 Jul 2006 05:06:40 +0200
>
>CENDRAWASIH POS
>
>Rabu, 26  Juli 2006
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>Pemerintah Tak Mentolerir Separatisme
>
>*Pesan Mendagri Pada Pelantikan Gubernur dan Wagub Papua
>
>
>
>JAYAPURA- Plong. Setelah menunggu selama 7 bulan, akhirnya rakyat di 
>Provinsi Papua kini memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) yang 
>definitif. Ini menyusul telah dilantiknya pasangan Barnabas Suebu, SH dan 
>Alex Hesegem, SE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 
>2006 - 2011 oleh Mendagri Mohamad Ma'ruf atas nama Presiden Republik 
>Indonesia (RI) di GOR Cenderawasih kemarin.
>
>Kendati sempat molor hingga 30 menit dari jadwal yang ditentukan pada pukul 
>09.00 WIT, namun rapat paripurna DPRP dalam rangka pengambilan janji 
>jabatan dan pelantikan Gubernur dan Wagub Provinsi Papua masa bakti 2006 - 
>2011 itu berlangsung dengan lancar tertib dan khidmat. Bernabas Suebu dan 
>Alex Hesegem, Mendagri dan Pejabat Gubernur DR Sodjuangon Situmorang tiba 
>di GOR Cenderawsih 5 menit sebelum acara dimulai.
>
>Rapat Paripurna yang dihadiri 45 orang dari 55 anggota DPRP yang ada itu, 
>dibuka Ketua DPRP Drs John Ibo,MM didampingi Wakil Ketua I dan II DPRP. 
>Ikut hadir sejumlah tamu dari Negara sahabat dan sejumlah tamu dari 
>pemerintah pusat dan DPR-RI, diantaranya Wakil Ketua DPR-RI Suryoguritno 
>dan Wismoyo Arismunandar, hadir pula calon Gubernur drh Constant Karma juga 
>terlihat para bupati dan walikota se-Provinsi Papua, Gubernur Irian Jaya 
>Barat Abraham O. Atururi dan isteri, ketua DPRP IJB Jimy Demianus Idjie, 
>Muspida Provinsi Papua, tokoh pemuda, perempuan, agama, adat, tokoh 
>masyarakat dan ratusan bahkan ribuan warga yang hendak menyaksikan upacara 
>pelantikan tersebut.
>
>Mendagri Mohamad Ma'ruf usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Gubernur 
>dan Wagub Provinsi Papau yang baru itu, berpesan dan menegaskan bahwa 
>pemerintah tidak akan mentolerir setiap kegiatan atau gerakan yang mengarah 
>pada separatisme maupun gerakan disintegrasi bangsa lainnya.
>
>"Saya ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak mentolerir setiap kegiatan 
>atau gerakan yang mengarah pada seperatsime dan disintegrasi bangsa, 
>pemerintah senantiasa mengedepankan pendekatan persuasive, edukatif namun 
>akan bertindak tegas terhadap setiap tindakan dan gerakan yang mengarah 
>pada separatisme dan disintegasi bangsa. Semangat NKRI harus kita junjung 
>tinggi dan hormati oleh seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.
>
>Mendagri juga meminta Gubernur dan Wakil Gubernur agar dalam melaksanakan 
>tugasnya wajib untuk memegang teguh Pancasila dan UUD 45, menegakkan dan 
>melaksanakan seluruh peraturan perundang-undangan, memelihara ketertiban 
>masyarakat meningkatkan taraf hidup, kesejahterraan dan mencerdaskan 
>kehidupan rakyat Papua.
>
>Selain itu, juga diharapkan agar dalam melaksanakan tugasnya, Gubernur dan 
>Wakil Gubernur dalam mengelola keuangan daerah agar mengedepankan 
>transparansi akuntablitas. "Belanja APBD harus diutamakan untuk belanja 
>public yang antra lain guna penyediaan pelayanan kepada masyarakat dan 
>pembangunan wilayah," ujarnya.
>
>Gubernur dan Wagub juga diminta untuk memprioritaskan penanggulangan 
>kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, tingkatan kesempatan kerja, 
>investasi dan eksport, tingkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan serta 
>kesehatan, revitalisasi pertanian dan perdesaan.
>
>Lebih jauh, Mendagri juga meminta agar Gubernur dan Wagub melakukan 
>hubungan kerjasama dengan daerah lain dalam rangka mewujudkan efisiensi dan 
>evektifitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta untuk 
>meningkatkan pengelolaan potensi daerah demi tercapainya kesejahteraan 
>masyarakat dalam hal ini termasuk membangun sinergitas hubungan kerja sama 
>antar daerah kabupaten dan kota dalam wilayah Provinsi Papua. "Untuk itu 
>kembangkan system manajemen dengan pelayanan satu atap dalam pengembangan 
>investasi. Gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah agar melakukan 
>fasilitasi dan pengawasan atas pelaksanaan standar pelayanan minimal pada 
>kabupaten / kota yang ada diwilayah ini. Gubernur juga menerapkan 
>prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dilingkungan pemerintah 
>daerah," paparnya.
>
>Lanjutnya, Gubernur juga diminta untuk memberikan dukungan dan mengambil 
>langkah-langkah yang maksimal dalam penegakan hokum dan upaya peniadaan 
>korupsi termasuk dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa. Dan selanjutnya 
>bersama -sama instansi terkait agar melakukan langkah-langkah untuk 
>menciptakan keharmonisan kehidupan social dan politik serta mengantisipasi 
>secara dini untuk mencegah gangguan keamanan yang dilakukan orang-orang 
>yang tidak bertanggung jawab.
>
>Terakhir, Mendagri juga berpesan, agar menjalin hubungan kerja dengan DPRP 
>dalam rangka mengembangkan kebijakan daerah yang dapat membawa peningkatan 
>dan kemajuan daerah yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan 
>masyarakat Papua. Ia juga menyampaikan bahwa mulai saat ini keduanya adalah 
>milik rakyat Papua. "Saya sampaikan kepada saudara Gubernur dan Wakil 
>Gubernur bahwa dengna dilantiknya saudara, maka saudara adalah milik 
>seluruh masyarakat Provinsi papua dan laksanakan tugas sebaik-baiknya 
>amanah yang telah diberikan masyarakat untuk menciptakank kesejahteraan dan 
>kemakmuran masyarakat di Papua," katanya.
>
>Sementara itu, Ketua DPRP John Ibo antara lain mengatakan, saat ini 
>masyarakat Papua telah masuk ke gerbang baru menuju demokrasi yang dilalui 
>dengan berbagai dinamika. Untuk itu, ia juga mengahak agar seluruh 
>masyarakat Papua mendukung penuh pelaksanaan pembangunan bersama Gubernur 
>dan Wakil Gubernur yang baru. Kata dia, DPRP telah melakukan upaya 
>rekonsiliasi yang yang tujuannya untuk menciptakan perdamaian 
>ditengah-tengah masyarakat. "Untuk mari kita saling memaatkan untuk 
>mewujudkan perdamaian lupakan masa lalu mari kita bersama-sama bergandeng 
>tangan untuk membangun Papua kedepan," pintanya.
>
>Kepada Cenderawasih Pos, usia makan siang bersama, Mendagri juga 
>mengharapkan agar Gubernur harus bisa menjabarkan program Otsus, sehingga 
>bisa terlaksana dengan baik. "Tentu saja pusat akan terus melakukan 
>pembinaan dan pengawasan agar penjabaran Otsus dan program pembangunan 
>lainnya bisa jalan dengan lancar," tandasnya.
>
>Usai menutup rapat paripurna, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan 
>selamat dari seluruh yang hadir di tempat itu.
>
>Konsolidasi dan Baca Situasi ///
>
>Sementara itu, meskipun telah dilantik dan dikukuhkan kemarin oleh Menteri 
>Dalam Negeri atas nama Presiden RI, Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu, 
>SH rupanya untuk saat ini belum akan bertindak jauh (baca melakukan 
>pergantian pejabat eselon II). Sekarang ini Ia akan fokuskan diri pada 
>upaya konsolidasi dan melihat situasi yang ada.
>
>Ia mengatakan, bahwa dirinya masih akan memusatkan perhatiannya kepada 
>kunjungan Presiden H. Susilo Bambang Yudhoyono yang akan tiba hari ini 
>sehingga belum berpikir untuk melakukan penyusunan 'kabinet'. Dimana ia 
>akan ke Jayawijaya dan Yahukimo untuk mendampingi Presiden disana.
>
>Meski dirinya kelak pasti akan memikirkan rencana tersebut, namun ia belum 
>melakukannya saat ini. "Saya belum berpikir kesana, persiapan untuk 
>penyusunan para pejabat eselon II itu, sementara ini banyak hal yang harus 
>kita lakukan," katanya.
>
>Tentang para pejabat eselon II ini kata Bas Suebu, dirinya akan melihat 
>dulu struktur orang-orangnya dan bagaimana nanti jika dilakukan pergantian 
>para pejabat eselon II. Tentunya ia akan menyesuaikannya dengan aturan yang 
>ada. "Tunggu saja, tapi belum sekarang saya masih mau berpikir bagaimana 
>memulai tugas ini dengan sebaik-baiknya sehingga tidak mengecewakan 
>rakyat," tandasnya.(ta)




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke