"Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Peiter Feith kembali menegaskan permintaannya supaya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) beralih menjadi gerakan politik. Sementara perayaan setahun perdamaian ini diharapkan menjadi renungan semua pihak untuk terus menjaga perdamaian." (Acehkita.com, Senin 14 Agustus 2006)
 
 
Heran kita melihat pernyataan Peiter Feith itu. Soalnya GAM yang merupakan singkatan daripada Gerakan Acheh Merdeka sudah demikian jelas bahwa mereka telah beralih dari perjuangan bersenjata kepada perjuangan Politik. Justru tidaklagi mengangkat senjatalah maka kami bersedia untuk berunding di Helsinki (Gerakan Politik). Realitanya Tuan Feith masih saja meminta GAM untuk menjadi gerakan politik. Apa tidak salah paham itu orang yang berkebangsaan Belanda?
 
Perayaan setahun perdamaian sebetulnya tidak tepat untuk dilaksanakan sekarang mengingat itu pihak Indonesia belum menepati janjinya.  Seharusnya Tuan Feith itu meluruskan UU-PA itu dulu agar sesuai dengan perjanjian yang mereka monitor, bukan mengulang-ulangi pernyataan yang tidak kurang menyebalkan bangsa Acheh – Sumatra dibandingkan pihak Indonesia itu sendiri. 
 
Mengenai tidak ikutnya GAM kali ini, tapi tahun 2009 adalah tepat sekali mengingat apa yang disodorkan pihak Indonesia itu bukan UU-PA yang sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani di Helsingki tapi berupa ”Tempe apak” yang dilado sama cabei merah. Itu bukan makanan bangsa Acheh tapi khasnya makan Indonesia itu sendiri.
 
Saya salut kepada pemimpin GAM, Perdana Meuntroe Malek Mahmud, Meuntroe Zaini Abdullah, Meuntroe Zakaria Saman dan  meuntroe-meuntroe lainnya serta beberapa Petinggi GAM yang cepat berpikir untuk menunda ikut serta dalam acara pengelolaan tempe basi itu tahun ini. Menurut prediksi saya GAM baru bersedia untuk ikut serta ketika UU-PA itu benar-benar sesuai dengan perjanjian Helsinki. Justru itu kalau Tuan Feith menginginkan agar GAM ikut kali ini, cepatlah berusaha agar UU-PA itu sesuai perjanjian Helsinki.
 
Tuan Feith harus memahami bahwa dengan bersedianya berunding dengan Indonesia, kami bangsa Acheh – Sumatra sudah banyak sekali korban politik, yaitu bersedianya 6 wewenang dimiliki pihak Indonesia. Hal ini membuat sebahagian orang Acheh menuduh kami telah menjual Acheh kepada Indonesia.
 
Pernyataan sebahagian kecil orang Acheh itu memang tidak tepat andaikata perjanjian itu benar-benar ditepati pihak Indonesia. Namun realitanya pihak Indonesia itu benar-benar menyebalkan kami bangsa Acheh – Sumatra.  Rupanya lebih menyebalkan lagi pernyataan Tuan Feith itu. Masak wasit ikut  menendang bola kegawang kami?  Permainan apa-apaan ini. 
 
Maaf Tuan Feith terpaksa kami tegaskan barangkali Tuan tidak paham persoalan kami yang sebenarnya ataupun memang keluguan  anda sendiri.  Andaikata kami ikut serta kali ini sudah barang pasti, pernyataan sebahagian orang Acheh itu tidak mampu kami jawab mengingat realitanya demikian. Apalagi mengikuti pernyataan Tuan yang berulang-ulang untuk membubarkan GAM, tapi tidak meminta agar dibubarkan Indonesia. Kenapa Tuan Feith tidak bertindak adil? 
 
Billahi fi sabililhaq
Ali Al Asytar
Stavanger, Norwegia
 


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke