Terima kasih saudaraku Ismail Asso,  dari bangsa West Papua yang mengalami nasib yang sama dengan kami bangsa Acheh - Sumatra. Semoga kita akan dipertemukan Allah kelak. Dan hal ini suatu yang tidak mustahil. Justru memiliki nasib yang samalah maka kita berkenalan walau melalui medan Internet. Alhamdulillah saya memiliki banyak persamaan ilmu dan gagasan dengan anda saudaraku. Apa yang anda ungkapkan itu benar sekali menurut yang kupahami: 
 
”Alif Lam Mim, Bangsa Rumawi telah dikalahkan di negara tetangga. Namun setelah mereka mengalami kekalahan, mereka akan mengalami kemenangan kembali pada sepuluh tahun kemudian.  Soal kemenangan pertama dan kemenangan terakhir adalah urusan Allah. Disa’at itu orang-orang beriman merasa gembira” (QS. Ar Rum 1 -  4)
 
Ketika Surah Ar Rum ini diturunkan Allah, dunia ini juga seperti yang kita saksikan dewasa ini, dimana dua negara super power telah membagikan dunia ini kepada dua bagian yaitu blok Parsi (Penyembah Api Arumanazda) dan blok Romawi (Penyembah Trinitas).  Kendatipun masih ada negara lainnya yang memiliki kedaulatan tersendiri, namun mereka tidak terlepas dari pengaruh dua negara raksasa ini sebagaimana kita saksikan sekarang ini banyak negara yang menjadi satelit Amerika dan Rusia kendatipun sekarang Rusia buat sementara dikalahkan Amerika Serikat secara politis. Ironisnya kendatipun Parsi dan Romawi memiliki wilayah dan pengaruh yang demikian luas, mereka tetap saja bermusuhan satu sama lainnya.
 
Disa’at itu nama Arab tidak dikenal didalam kamus dua super power itu kecuali Yaman, mengingat suburnya daerah tersebut hingga menjadi inceran sebagaimana lazimnya hari ini negara-negara yang mengandung Petrodollar menjadi medan perebutan negara Adidaya dengan cara apapun seperti kawasan Arab, Chechenia, Afganistan, Acheh – Sumatra dan sebagainya.
 
Ketika dunia dikuasai dua raksasa itu, nun jauh disana di gurun pasir Arabia muncullah sebuah titik hijau sebagai ”Ghurabag” bak kata Rasulullah. Yaitu sebuah tunas yang hijau ditengah-tengah ranting yang coklad dan kering alias mati. Disanalah munculnya seorang Pemimpin yang membawa rahmatan lil 'alamin, bernama Muhammad saww. Beliaulah yang berstatus sebagai “Bahtera Penyelamat”.  Hal ini dapat kita pahami bahwa andaikata Nabi Muhammad tidak di turunkan di Gurun Pasir itu, semua orang Arab dan bahkan semua orang didunia kala itu “berada ditepi jurang neraka” kecuali sedikit sekali seperti Arkam bin Naufal, pamannya Khadijah binti Khuwailid, yang masih mengikuti agama nabi Ibrahim as.  ”...Ketika itu kamu (benar-benar) telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menyampaikan ayat-ayatNya kepadamu  agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imran 103)
 
Tunas hijau di gurun pasir Arab yang tidak dikenal orang di negara super power itulah kemudian yang mampu meluluh lantakkan mereka untuk menyelamatkannya ”dari tepi jurang neraka” tadi. "… mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."(Q.S. Al Baqarah: 121)
 
Sekarang superpower Uni Sovyet, sudah runtuh. Amerika Serikat lebih tepat mewakili Romawi yang kini mengalami ketakutan yang amat sangat terhadap kebangkitan Idiology Islam. Justru itulah kita lihat berdaya upaya untuk melucuti Nuklir Republik Islam Iran kendatipun hanya digunakan untuk kemaslahatan sipil.  Prediksi saya justru Hizbullah yang diangap remeh oleh AS cs yang memiliki kemampuan untuk mewakili "Tunas Hijau" (Ghurabag) di jaman Parsi dan Romawi. Mereka yang memiliki Idiology untuk membela kaum dhu'afalah kelak yang akan meluluhlantakkan kekuatan-kekuatan yang menindas bangsa-bangsa yang lemah seperti Indonesia. Ini adalah kabar gembira  bagi kita bangsa yang sedang ditindas secara sistimatis. sesuai firman Allah: "Berapa sering terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S Al Baqarah: 249).
 
Salam buat saudara Ismail sekeluarga khususnya dan kepada bangsa West Papua pada umumnya. Semoga kita tidak lama lagi mengalami penindasan dan pembodohan. We are in the same perspective.


ismail asso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam sejahtera. Saya ingin bergabung dan ikut komentar atas obrolan/diskusi dua rekan ini (Bung Ali Al Asytar dan Freedom).
 
Saya ingin bergabung dengan diskusi anda berdua, menarik karena themanya tentang Libanon yang didukung oleh pasukan Hisbullah (dan dunia Arab) dan Israel yang dibelakangnya ada Amerika atau dunia Eropa, terutama negara sekutunya Amerika.
 
Namun menjadi catatan terlebih dahulu sebelum melangkah lebih dalam diskusi ini penting saya ingatkan bahwa saya tidak ada niatan lain kecuali bahwa kita bergabung disini karena ada parasaan senasib.
 
Jelasnya perasaan senasib itu diwujudkan dalam Tujuan kita bergabung dalam milis ini (komunitas/pembebasan Papua atau GAMRMSOPM) tiada lain, hanya semata-mata merasa dianiaya oleh Indonesia akan hak-hak kita sebagai sebuah bangsa dan negara berdaulat yang tidak terintegrasi ke dalam apa yang dinakamakan NKRI sebagai claim sepihak Indonesia.
 
BENTURAN PERADABAN
 
Dalam bukunya yang cukup menggeparkan Samuel P. Huntington; mengemukakan thesisnya yang berjudul ; "clas of civilisation" atau "Benturan Peradaban", yang mengasumsikan bahwa Barat, (Amerika Serikat dan sekutunya) pasca perang dingin yaitu runtuhnya Unisoviet. Maka musuh Amerika yang sangat potensial adalah Islam.
 
Peradaban manusia masa yang akan datang tidak sebagaimana perang dunia ke kedua tahun 1945 sampai era 70-an tahun yang lalu. Pada masa ini banyak negara yang bergabung berdasarkan atas nama sebangsa karena berdasarkan nasionalisme. Semua suku bangsa dan agama bergabung dalam sebuah bangsa yang dinamakan nation atau bangsa. Namun kemerdekaan lebih pada dominasi dua idiologi yakni Blok Timur (Unosoviet) dan Blok Barat (Amerika Serikat dan Sekutunya).
 
Namun dunia yang di dominasi oleh Blok Barat dan Blok timur sudah berakhir. Dengan kemengan Blok Barat atau Amerika Serikat dan sekutunya. Praktis Amerika Serikat kini tidak lagi memiliki musuh yang lebih berarti lagi. Dengan runtuhnya Unisoviet maka Ideologi sosialisme dianggap kalah atas idiologi kapitalismenya Amerika dan sekutunya.
 
Michael Gorbacev telah mengakhiri perang dingin yang cukup mengkhawirkan semua orang akan penggunaan senjata kimia itu dengan reformasi dari dalam. Reformasi ekonomi dari dalam yang digagas oleh Gorbacev mengantarkan dan kini menempatkan Amerika Serikat serta sekutunya sebagai kekuatan satu-satunya yang kini berkuasa dan mengontrol atas masyarakat dunia.
KETAKUTAN AMERIKA PADA ISLAM
 
Sesudah tidak lagi mempunyai saingan dalam kekuatan baik ekonomi, tekhnologi maupun ideologi, Islam adalah salah satu selain Cina; musuh potensial yang sangat ditakuti dan harus diwaspadai oleh Amerika.
 
Dalam bukunya "Clas of sivilisation" menyebutkan ini. Bahwa islam adalah satu-satunya kekuatan baru yang sangat potensial untuk menjatuhkan peradaban Barat yang maju saat ini.
 
Semua bangsa dunia kini dan kedepan akan mencari indentitas, maka bangsa yang bergabung seperti Unisoviet, Yogoslavia dan Indonesia akan hancur dengan kemerdekaan bangsa lain yang digabung dan disatukan pada masa lalu, akibat kuatnya indentifikasi indentitas bangsa itu.
 
Bangsa -bangsa dunia baru sedang merangcang dunia mereka berdasarkan kesadaran identitas kesuku-bangsaan. Idielogi dari Blok Timur yakni Sosilisme atau Komunisme yang dipimpin oleh Unisoviet telah nyata runtuh. Komunisme/Sosialisme sebagai idiologi tidak mati, tetapi sebagai kesadaran ia tetap dianut oleh Cina, Kuba dan Eropa Timur.
 
Namun sebagai kekuatan tidak lagi idiologi Komunisme atau Kapitalisme sebagaimana pada era pasca perang dunia kedua, namun kini dunia mulai dirancang lebih berdasarkan identitas yakni persamaan suku atau ras dan geografis spesifik lebih menentukan daripada lain. 
 
Tapi yang menarik disini adalah thesisnya Huntungton; yang menyebutkan bahwa sesudah Unisoviet musuh atau dunia idiologi yang akan menjadi kuat dan lawan Amerika nantinya adalah Islam.
 
Islamlah potensial yang menjadi saingan Amerika Serikat dan Sekutunya. Ideologi Islam berbeda dengan Idiologi Komunisme atau Kapitalisme. Islam betapapun sebagai sebuah idiologi duniawi tetap mendasarkan dirinya pada spritual.
 
Kehebatan Islam yang berbeda adalah keunikan dan kehebatan idiologi Islam, karena sebagaimana pada masa lalu Barat pernah takluk dan dikalahkan oleh peradaban islam dengan penaklukannya Spanyol Andalusia semala 7 abad.
 
Namun thesis Samuel P Huntington akan tampilnya saingan baru barat dan sekutu dalam era yang akan datang adalah sesuatu yang menjadi bukan saja menarik tapi sekaligus sangat ditakutkan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dewasa ini.
 
ISU TERORISME KETAKUTAN BARAT PADA ISLAM
 
Isu terorisme yang diciptakan oleh Amerika dan dunia barat adalah sebuah contoh ketakutan Amerika pada Islam. Dengan alasan ini , maka pengguanaan kekerasan dan intervensi Amerika atas kedaulatan Negara lain dengan izin PBB, menjadi niscaya bagi Amerika. Demikian standar ganda dan bias kepentingan Amerika dalam mengajak sekutu lain untuk memberantas apa yang ditakutinya sebagi Terorisme "Islam" dewasa ini.
 
Namun apa sesungguhnya yang dikatakan terorisme adalah hanya sebuah ketakutan Barat belaka pada Islam yang dirasakan kebangkitannya, didalam Negeri-negeri Islam baik di Asia maupun Afrika.
 
Dunia Arab yang mendasarkan ediologi nasionalisme Arab menyadari bahwa Idiologi Nasionalisme Arab telah gagal total dan mereka dikalahkan oleh sebuah negara "boneka" Amerika yakni Israel ditenggah-tengah bagai luka dalam tubuh.
 
Dengan kemenangan Ayatullah Imam Khomaeni, maka dunia islam membuka mata mengarahkan mata menuju arah ke Iran.  Negara-negara seperti Sudan, Al Jazair, Afganistan dan Somalia serta Mesir adalah contoh negara Islam yang kini mau mencoba menbangun dengan mendasarkan idiologi islam sebagai landasan pembangunan negerinya.
 
Pada saat sam di Palestina yang selalu bersengketa dengan Israel kini yang berkuasa adalah gerakan yang di mata Barat sebagai "garis keras" adalah gerakan Islam. Bahkan di Indonesia saat pemelu kemarin PKS yang berhaluan islam radikal menang semua daerah kota, terutama Ibukota.  Maka takutlah Amerika pada islam bukan tanpa usaha penghancuran. Hal ini kita saksikan pada Irak, Afghanistan dan kini Libanon oleh Israel sebagai negara boneka Barat/Amerika di Timur Tengah.
 
Freedom <[EMAIL PROTECTED]com> wrote:
Israel tetap exist dan akan exist sampai MARANATHA. Ini adalah keyakinan saya.
 
Sampai kapan umat anda membenci Amerika dan Israel? Saya pikir ada yang salah dengan otak kalian semua.
Contoh, baru-baru ini intel Inggris berhasil membongkar komplotan teroris yang akan meledakan pesawat Amerika dan Inggris di Bandara Heatrow London.
Aneh sekali yang menjadi teroris adalah warga negara Inggris sendiri yang Muslim.
Jadi jelas sekali menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kelompok Muslim adalah penghianat terbesar. Mau hidup enak di negara orang, tapi bila ada kesempatan mau bunuh orang senegara sendiri.
 
Saya sendiri belum melihat upaya dunia Islam untuk membantu kemerdekaan Aceh apalagi membantu kemerdekaan Papua.
Aceh sendiri bisa aman karena campur tangan negara Barat dan Amerika. Jadi semua yang anda jelaskan saya tidak percaya. This is my final comments.


Ali Al Asytar <alasytar_acheh@yahoo.com> wrote:
Janganlah anda melihat suatu fenomena itu bagaikan orang buta mengenal seekor gajah. Orang buta yang pertama mengatakan bahwa gajah itu tegak macam tiang disebabkan dia meraba kakinya. Orang buta yang kedua mengatakan bahwa gajah itu macam karpet disebabkan dia meraba daun telinganya. Orang buta yang ke tiga mengatakan bahwa gajah itu macam beton disebabkan dia meraba badannya.
 
Israel itu memang sebuah negara kecil ditinjau batas toritorial geographinya namun dia itu besar disebabkan Amerika Serikat dibelakangnya. Justru itulah dulu Israel itu berhasil mengalahkan bangsa Arab. Angin badai bertiup di hutan, tapi mengapa pohon - pohon tertentu saja tumbang. Tumbangnya pohon - pohon tertentu bukan karena angin Badai, tapi pohon itu sendiri yang sudah keropos akarnya. Kalahnya Bangsa Arab itu bukan karena Israel, tapi mereka sendiri sudah keropos 'Aqidahnya. Tujuan Hidup bangsa Arab itu bukan untuk mencari keredhaan Allah,tapi untuk mencari kesenangan diatas penderitaan orang lain. Justru itulah mereka terkalahkan.
 
Sekarang Israel yang kecil wilayahnya dengan backing kuat dari negara superpower itu (baca AS) berhadapan dengan bangsa Islam yang tujuan hidupnya adalah untuk mencari keredhaan Allah, bukan bangsa Arab.  Bangsa Arab tetap menjadi satelit Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat mereka tidak mungkin melawan Israel.
Realitanya ketika Israel berhadapan dengan bangsa Islam, tak berhasil menerobos garis pertahanannya. Hal ini kita tidak hanya terfokus pada berita yang datang dari watawan pro Israel, tapi juga dari wartawan yang pro Hizbullah itu sendiri, mlalu kita tarik kesimpulan yang logis kalau tidak ada berita dari pihak yang netral.
 
Anda tersilah wahai Freedom. Saya forward berita tersebut untuk kita ambil iktibar bagi kita bangsa West Papua, Acheh - Sumatra dan Ambon bahwa betapa sering golongan yang kecil itu dapat mengalahkan golongan yang banyak. Kitab perlu merenungi dalam kontek seperti ini bukan dalam kontek Agama.  Israel berhadapan dengan Libanon sama dengan Amerika Serikat berhadapan dengan Iran. Hizbullah ternyata lebih unggul daripada Israel plus AS.
 
Kita juga dapat mengambil i'tibar bahwa faktor utamanya bukan the Gun but the Men behind the gun.  Jadi anatomonya jelas disini bahwa Israel itu adalah Indonesia yang menyerang bangsa lain untuk menguasainya sementara WQest Papua, Acheh - Sumatra itu adalah Libanon yang memiliki kekuatan tempurnya yaitu Hizbullah.
 
Sekali lagi bukan persoalan agama. Kami bangsa Acheh bukan Islam Radikalis, kendatipun tentu ada sebahagian yang fanatik buta. Persoalan agama bagi Islam Kaffah sudah jelas berdasarkan firman Allah sendiri: "Lakum dinukum waliadin" yang atinya, Bagimu agamamu dan bagi saya agama saya. Persoalan dengan Indonesia bukan persoalan Agama tapi persoalan penindasan yang kerapkali dilakukan oleh kaum yang mengaku diri Islam tapi sesungguhnya mereka itu Islam Palsu atau Munafiqun/Hipokrit.
 
Hal ini dapa direnungi kenapa justru kaum Kristen dari pulau Jawa itu justru turut membunuh dan menganianya orang Papua yang Kristen. Kenapa orang dari pulau yang sama juga membunuh dan menganianya orang Acheh - Sumatra sementara mereka mengaku ber agama Islam juga. Jadi bukan persoalan agama, anda tersilap Freedom.  Sentral masalahnya adalah Komunitas yang Qabili dengan komunitas yang Habili. Komunitas penindas dan komunitas yang tertindas.
 
alsytr,-
 


Freedom <[EMAIL PROTECTED]com> wrote:
Pace ko tinggal di mana?
Ko tinggal di Libanon atau di Meulaboh?
Ko ada hubungan apa dengan Hisbullah? Dan kira-kira Papua ada hubungan apa dengan Israel?
 
Ko dan kelompokmu itu selalu pake kacamata agama untuk semua konflik antara Barat dan Muslim, pada hal di dunia Barat  sudah ada pemisahan antara negara dan agama.
 
Sa kasian sekali baca ko punya email selama ini.

Kawan-kawan Papua. Pertempuran di Timur Tengah adalah pertempuran untuk mempertahankan existensi suatu negara kecil yang bernama ISRAEL. Negara tersebut dikepung oleh hampir 1 milyar Arab, tapi mereka tidak juga mampu untuk hancurkan ISRAEL.
Perang yang baru saja usai dimenangkan mutlak oleh ISRAEL dimana mereka telah berhasil merebut Libanon Selatan mulai dari sungai Litany sampai ke Utara Israel hanya dalam tempo satu bulan.
Pemimpin dan tentara Hisbullah menggunakan rakyat sipil untuk berlidung. Hasan Nasralah (pemimpin Hisbullah) selama satu bulan lari sembunyi dalam bungker sementara lebih dari 1000 pendukung Hisbullah jadi bubur diterjang rudal Israel.
 
Ini pelajaran beharga bagi perjuangan Papua. Bila kita mau exist maka kita harus kuat dan bersatu. Dengan apa kita dapat kalahkan 200 juta orang indonesia?
Kita pikir dan jawab menurut kata hati masing-masing.
 
Wassalam,
Doto
 
 
 

Ali Al Asytar <alasytar_acheh@yahoo.com> wrote:
@
@
Sekjen PBB, Kofi Annan, mengumumkan, gencatan senjata akan diterapkan sejak pukul 05.00 GMT, Senin pagi. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita BBC, Annan malam Sabtu setelah melakukan perundingan dengan Perdana Menteri Lebanon menyatakan, "Pada tahap ....
 
Sekjen gerakan perjuangan Hezbollah Lebanon, Sayid Hasan Nasrollah, menyatakan bahwa para pejuangnya hingga kini masih tetap berada dalam kondisi siap tempur, dan selama agresi militer terus dilancarkan tentara Zionis, para pejuang Hezbollah akan terus melakukan ......
@
@
Zionis Habiskan Enam Miliar US Dolar Untuk Serang Lebanon
Bush Kaitkan Kelompok Teroris di Inggris dengan Hezbollah
Dua Serdadu Zionis Tewas Tergilas Tank
Asefi: Perang di Lebanon Hal Yang Memalukan Bagi Zionis
Parlemen Iran Tolak Penangguhan Pengayaan Uranium
Perkembangan Baru Isu Nuklir, Bush Anulir Rencana Menyerang Iran
AS Bantai 26 Warga Sipil di Irak
Taliban: 20 Tentara AS Tewas
Sepanjang Sabtu Kemarin, Hezbollah Berhasil Tewaskan 17 Serdadu Zionis

How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.



Get your email and more, right on the new Yahoo.com


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Dvd region free Region free dvd All regions dvd player
Regions mortgage Region free dvd player


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke