husaini daud <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Apabila kita renungkan sedalam-dalamnya, sepertinya ada hal yang tidak beres bagi kita bangsa Acheh - Sumatra ini. Sepertinya Allah tidak redha kepada kita disebabkan ada suatu hal tadi yang perlu kita kaji secara mendalam, mengapa kita tidak pernah berhasil. Katakanlah itu faktor X. Dibandingkan bangsa-bangsa lain yang mendiami kepulauan Melanesia ini, Bangsa Acheh termasuk yang tidak ketinggalan dalam perjuangannya kalau tidak dikatakan nomor wahid. Namun setiap perjuangan itu ada saja faktor X yang membuat perjuangan itu khandas di tengah jalan.Saya belum mengatakan bahwa perjuangan sekarang ini akan gagal juga, tapi nampaknya seperti tidak akan sampai ketujuan. Disatu sisi kita bangga melihat bagaimana bangsa Acheh melakukan demo agar UU-PA itu direvisi dulu sesuai dengan Perjanjian di Helsinki. Mereka nampaknya bersikukuh bahwa akan membekot pemilihan yang akan datang andaikata UU-PA tidak direvisi dulu. Namun dipihak lain kita lihat belum apa - apa sudah merayakan setahun perdamaian yang mengandung knotasi bahwa perdamaian itu sudah berhasil dengan diberikan "Rencong Emas" bagi pemenangnya. Lalu diikuti lagi dengan acara "Sidjuek-meupeusidjuek". Lebih ironis lagi ketika si Endang Suwarya mendapatkan penghargaan dari tokoh adat Aceh sebagaimana di kecam oleh saudara Syammaun Gayo: "Enak saja, sudah menyuruh menyiksa kemudian membunuh orang Aceh tanpa keputusan pengadilan malah dapat penghargaan adat lagi. Kok gitu?" Ada satu legenda yang mengatakan bahwa watak bangsa Acheh itu disimbolisasikan oleh "Tari Seudati" dimana dalam pertunjukan itu pemain mendemontrasikan kebolehannya begitu antusias, namu pada akhir prtunjukan mereka menyerahkan kepada penonton secara lembut sekali. Ini memang merupakan legenda yang tidak seharusnya kita berpedoman kesana, namun realitanya seperti demikian adanya. Dulu begitu hebat perjuangtan dibawah Tgk Muhammad Daud di Beureueh tapi berakhir dengan penyerahan kepada "Penonton". Akankah sekarang kita mengalami nasib seperti itu lagi? Tiro tidak sama dengan Beureueh, tapi apabila kita tidak tegas membekot pemilihan sebelum UU-PA itu disesuaikan dulu dengan perjanjian yang telah mereka tandatangani sebagaimana ketegasan yang diperlihatkan oleh Ineng Acheh (LINA) dan Agam Acheh yang mengelar demo di Banda Acheh hari ini, yakinlah kita akan mengalami nasib yang sama sebagaimana diperlihatkan oleh Legenda mengenai Seudati itu.Kita demikian mudah terpengaruh dengan ucapan penonton (baca pemimpin-pemimpin dunia itu yang belum apa-apa sudah pada memuji Indonesia itu. Mereka berkomentar demikian yakin dengan perjanjian yang belum ditepati pihak Indonesia itu akan berhasil dan menjadi contoh bagi Dunia. Yang patut kita dengar adalah Rakyat kita sendiri yang masih suci (baca Ineng Acheh (LINA) dan Agam yang berjumlah jutaan menggelar demo di Mesjid Raya Banda Acheh. Haruskah suara mereka kita abaikan, dimana SIRA dan organisasi - organisasi yang terpercaya lainnya juga ikut serta didalamnya? Apakah kita mengira suara penonton itu lebih baik dari suara rakyat kita sendiri yang masih suci itu?Kita sudah cukup toleran pada menjetujuai 6 wewenang untuk mereka miliki, namun kenapa ketika mereka jelas-jelas hendak mempermainkan kita juga kita masih toleran? Bukankah ini yang namanya "KITA BERIKAN HATI, MASIH DIMINTA JANTUNG?" Belum cukupkah bagi kita pengalaman yang sudah-sudah di masa lampau tentang ketidakjujuran mereka? Semoga tulisan ini tidak dianggap sebagai kontra tapi merupakan suatu usaha kearah yang sesungguhnya. Kendatipun agak pahit namun sesuai dengan kata Rasulullah: "Kulli haq walaukana murra". Perlu saya nyatakan bahwa pemimpin kita belum mengambil keputusan untuk menerima dulu UU-PA itu sebelum direvisinya sebagaimana komentar pemimpin-pemimpin dunia itu.Billahi fi sabililhaqHusaini Daud SpSandnes, Norwegia
Syamaun Gayo <[EMAIL PROTECTED]com> wrote:Para anggota milis IACSF terutamanya warga Aceh, saya percaya dan yakin bahwa hanya orang yang kurang waras sajalah yang tidak suka pada perdamaian.Ini dapat dimaklumi jikalau rakyat Aceh menuntut kedamaian karena konflik Aceh telah berlangsung selama 29 tahun--kalau di umpamakan seorang manusia konflik Aceh sudah seukuran manusia dewasa--kemudian ditambah lagi musibah raksasa berupa gelombang air tsunami.Namun pertanyaan yang paling besar adalah, perdamaian yang model bagaimana bentuknya dan bagaimana proses cara perdamaian itu sendiri, apakah bentuk perdamaian itu tidak melanggar sumpah sebelumnya?Singkatnya, damai sih damai tapi masalah hak dasar orang Aceh untuk menuntut hak penentuan nasib sendiri itu jangan dihilangkan, kalau ini dihilangkan atau setuju untuk dihilangkan maka perjuangan yang telah mengorbankan nyawa, darah dan air mata sepertinya menjadi hampa. Seyogyanya, damai yang dikehendaki adalah damai yang menuju kemenangan.Namun, lihatlah sekarang apa yang terjadi?Berlomba-lomba orang mengatakan damai.......damai ini damai itu, persoalan yang paling esensial yakni hak Aceh untuk menentukan nasib sendiri sudah dihilangkan sudah tidak lagi menjadi lagi soal, udah gitu pelanggaraan HAM sebelumnya mendapatkan impunitas, dan yang paling heran bahwa kemarin Si Endang Suwarya mendapatkan penghargaan dari tokoh adat Aceh. Enak saja, sudah menyuruh menyiksa kemudian membunuh orang Aceh tanpa keputusan pengadilan malah dapat penghargaan adat lagi. Kok gitu? Woi......perjuangan kedepan masih panjang, jangan pernah percaya dan terlena dengan janji kosong Jawakarta. (10X)
Taufik Al Mubarak <taufik_pidie@yahoo.com> wrote:dame mantong deh
akuridwansaja <rumahkandang@yahoo.com> wrote:Kiban damee: meudarah atee teuh....=========----- Original Message ----
From: Nona <[EMAIL PROTECTED]com>
To: [EMAIL PROTECTED]com
Sent: Wednesday, August 16, 2006 10:20:59 AM
Subject: Re: [IACSF] Fwd: Pernyataan Masyarakat Aceh Di USA
Beutoi nyan: berjuang setiap saat utk Keadilan (terutama), perdamaian, n demokrasi, nyan na keuh nilai2 Islam...Tapi, panee na "Perdamaian dan demokrasi Abadi" lam donya nyoe..Perdamaian meu sibuleun mantong ka Alhamdulillah that...Perdamaian abadi ken di Syurga, Insha Allah...kon nyoe meunan??NDate: Tue, 15 Aug 2006 11:46:49 -0700 (PDT)
Subject: Re: «PPDi» Fwd: Pernyataan Masyarakat Aceh Di USA
Penjelasan Pengurus Achenese Society of North America (ASNA)TentangPernyataan Masyarakat Aceh AmerikaKami para Pengurus Achenese Society of North America (ASNA) dan rakyat Acheh di America maupun Canada yang mendukung dan berafiliasi dengan organisasi kami, dalam kesempatan ini perlu menegaskan bahwa kami tidak pernah memberi hak kami untuk direpresentasikan oleh Perkumpulan Masyarakat Acheh Amerika yang berpusat di Harrisburg, Pensylvania, dan diketuai oleh Sdr. Bustami Ibrahim.Karena itu kami minta kepada khalayak yang membaca atau mendengar pernyataan dukungan terhadap Perdamaian antara GAM dengan Indonesia berasaskan MoU Helsinki yang dikeluarkan oleh Masyarakat Aceh Amerika dan mengatasnamakan masyarakat Acheh yang berdomisili di Amerika, untuk tidak mengaitkan atau mengasosiakan dengan keberadaan kami sebagai Bangsa Acheh yang menetap di Amerika yang merupakan para pengurus, anggota dan pendukung ASNA di Wilayah Amerika Utara.Sebagai organisasi yang berjuang untuk perdamaian dan demokrasi yang abadi di tanoh éndatu, Acheh, posisi kami jelas menolak keberadaan MoU Helsinki yang tidak transparan, bukan sepenuhnya aspirasi bangsa Acheh, tidak demokratis, menyalahi garis perjuangan kemerdekaan serta telah menghancurkan konstitusi maupun landasan perjuangan bangsa. Adapun dukungan dan partisipasi kami sebagai suatu elemen dari Bangsa Acheh kami salurkan kepada pihak manapun yang setia kepada perjuangan untuk pembebasan sepenuhnya Nanggroë dan Bangsa kami dari cengkraman penjajah Indonesia.Kami menyadari bahwa dari sekian banyak rakyat Acheh yang menetap di Amerika mempunyai perbedaan pendapat menyangkut strategi perjuangan khususnya berkaitan MoU Helsinki. Namun demikian sebagai penduduk suatu negara yang berasaskan demokrasi, kami dibenarkan untuk berpegang pada pendapat dan keyakinan kami sendiri serta tidak dalam keadaan terpaksa atau memaksa untuk tunduk dalam suatu aliran pendapat tertentu. Demikian pula tentang keberadaan berbagai organisasi atau persatuan bangsa Acheh di Amerika yang berbeda sikap politik adalah cerminan dari kehidupan kami dalam lingkungan yang bebas berpendapat dan telah pula mendewasakan kami dalam memahami arti demokrasi yang sesungguhnya. Maka keadaan ini tidak pernah memutuskan persaudaraan kami sebagai suatu bangsa yakni Bangsa Acheh.Demikian siaran penjelasan ini kami sampaikan untuk dimaklumkan sepenuhnya.Philadelphia, August 13, 2006Pengurus Sementara ASNA(signed) (signed)Effendi Ilyas Mursalin Krueng
----
"Yang Aku tahu adalah Aku tak Tahu apa-apa""terus berjuang atau kembali terjajah"
----Taufik Al Mubarak_____________________ ___ _____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
Bosan dengan spam? Mel Yahoo! memiliki perlindungan spam yang terbaik
http://my.mail.yahoo.com/ __._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
![]()
SPONSORED LINKS
Dvd region free Region free dvd All regions dvd player Regions mortgage Region free dvd player
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Lantak" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
- [Lantak] Re: [IACSF] Fwd: Pernyataan Masyarakat Aceh Di US... husaini daud
- Balasan: [Lantak] Re: [IACSF] Fwd: Pernyataan Masyara... abujihad nurdin
Kirim email ke
