http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 26 Agustus 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


GAM SEBAGAI LEMBAGA PENGEMBAN DAN PEMANGKU PERDAMAIAN DI ACHEH SERTA 
KEBEBASAN BERPOLITIK BAGI INDIVIDU.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MENGUPAS GAM SEBAGAI LEMBAGA PENGEMBAN DAN PEMANGKU PERDAMAIAN DI ACHEH 
SERTA KEBEBASAN BERPOLITIK BAGI INDIVIDU YANG PERLU DIDUKUNG.

“Juru Bicara Komite Peralihan Acheh (KPA) Sofyan Dawood mengumumkan 
kepastian Irwandi-Nazar maju melalui jalur independen dalam Pilkada 
mendatang, Sabtu (26/8). Pasangan ini akan dideklarasikan besok di markas 
KPA Pusat.” (acehkita.com , 28 Agustus 2006) “Kami selaku Ketua Ketua Komite 
Peralihan Acheh (KPA) Pusat dan seluruh KPA wilayah, mendukung paket Humam 
Hamid dan Hasbi Abdullah, walaupun secara institusi GAM tidak ikut dalam 
Pilkada. Tetapi secara personal GAM dibolehkan untuk mencalonkan diri dan 
dicalonkan” (Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf, Banda Aceh, 
Selasa 22 Agustus 2006)

Kondisi politik dan hukum yang tercipta sekarang di Acheh adalah karena 
lahirnya MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Kebebasan dan perdamaian yang 
menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak wujud di Acheh 
adakah karena lahirnya MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

GAM sekarang secara de-facto dan de-jure dan sekaligus sebagai pengemban dan 
pemangku perdamaian di Acheh berada di Acheh. GAM telah bersatu dengan 
rakyat Acheh. Inilah salah satu keberhasilan dari apa yang telah disepakati 
di Helsinki yang dituangkan dalam MoU Helsinki.

Kondisi politik dan hukum yang bebas di Acheh sekarang telah menjadi pupuk 
yang subur untuk tumbuh dan berkembangnya kehidupan berpolitik dan bernegara 
bagi rakyat Acheh dibawah naungan MoU Helsinki dengan salah satu produk 
hukumnya undang-undang tentang pemerintahan Acheh. Proses penolakan terhadap 
UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh karena sebagian 
pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU Helsinki yang dilakukan oleh pihak 
masyarakat sipil Acheh dan GAM agar supaya UU tersebut direvisi oleh DPR RI 
sedang berjalan melalui jalur hukum yang telah disepakati dalam MoU 
Helsinki. Bersamaan dengan proses peng-revisi-an UU No.11 tahun 2006 tentang 
Pemerintahan Acheh sedang berjalan, rakyat Acheh telah mulai siap memasuki 
kehidupan politik yang bebas yang dilindungi oleh MoU Helsinki dengan 
turunan hukumnya.

Tentu saja bagi GAM dengan terciptanya keadaan dan situasi politik dan hukum 
yang bebas ini merupakan pupuk subur untuk tumbuh dan berkembangnya GAM di 
bumi Acheh. GAM sebagai pengemban dan pemangku perdamaian di Acheh merupakan 
kunci utama untuk membuka ruangan kebebasan dalam berpolitik dan ber-hukum 
bagi seluruh rakyat Acheh di Acheh. GAM sebagai lembaga atau institusi 
pengemban dan pemangku perdamaian di Acheh tidak perlu untuk melibatkan 
dalam arena perebutan kursi pemerintah melainkan yang paling utama bagi GAM 
adalah membangun konsolidasi dan kekuatan intern kedalam bersama dengan 
seluruh rakyat Acheh. Walapun GAM secara langsung tidak terlibat dalam 
kancah politik kursi pemerintah Acheh, tetapi pada hakekatnya dan 
kenyataannya GAM adalah merpupakan pemerintah bayangan di Acheh. Apapun yang 
akan dijalankan oleh pemerintah Acheh yang terbentuk nantinya, mau tidak mau 
pemerintah yang baru harus mempertimbangkan kekuatan GAM yang secara 
de-facto dan de-jure menguasai di Acheh.

Apabila GAM berhasil mempertahankan status politik dan hukumnya sebagai 
lembaga atau institusi pengemban dan pemangku perdamaian di Acheh, maka 
cita-cita GAM dan semua rakyat Acheh untuk bebas berdiri diatas kaki sendiri 
akan tercipta melalui jalur politik, hukum dan kebebasan menyatakan 
pendapat.

Hal ini memang telah disadari oleh pemerintah RI, tetapi karena pihak RI 
terikat dengan kekuasaan yang diikat dalam bentuk enam kewenangan di Acheh 
sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki, maka pihak pemerintah RI tidak 
bisa bertindak diluar apa yang sudah disepakati oleh pihak GAM dan 
pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU Helsinki.

Dalam keadaan kondisi politik dan hukum yang bebas di Acheh sekarang telah 
memunculkan figur-figur rakyat Acheh untuk tampil guna mengatur dan 
menjalankan roda Pemerintahan Sendiri di Acheh.

Nah, dengan munculnya rakyat Acheh sendiri digelanggang politik dan hukum di 
Acheh, maka secara langsung rakyat Acheh telah menguasai lapangan politik 
dan hukum di Acheh. Acheh untuk bangsa Acheh. Acheh akan dipimpin oleh 
bangsa Acheh. Inilah langkah awal menuju ke pintu kebebasan berpemerintahan 
dan bernegara di Acheh. Apabila di Acheh secara de-facto dan de-jure rakyat 
Acheh yang menguasai Acheh, maka tidak ada alasan bagi pihak di luar Acheh 
untuk mengklaim bahwa Acheh adalah milik mereka, Acheh adalah merupakan 
bagian wilayah mereka. Melainkan apa yang mereka anggap bahwa Acheh 
merupakan milik mereka adalah hanya tertuang dalam kertas dan aturan yang 
mereka buat sepihak saja. Karena pada kenyataannya secara de-facto dan 
de-jure Acheh dikuasai dan diatur oleh bangsa dan rakyat Acheh.

Inilah merupakan taktik dan strategi GAM melalui MoU Helsinkinya, yang oleh 
pihak-pihak yang anti dan menolak MoU Helsinki dianggap bahwa GAM menjual 
marwah bangsa Acheh dan menggadaikan Acheh kepada pihak RI. Anggapan yang 
dilotarkan oleh para penolak MoU Helsinki adalah anggapan yang tidak 
didasarkan oleh kekuatan politik, hukum, fakta dan bukti yang kuat. Mengapa 
? Karena kelompok  yang menolak MoU Helsinki adalah justru kelompok yang 
paling lemah yang tidak memiliki pijakan politik hukum yang kuat, baik yang 
ada di luar negeri ataupun yang ada didalam RI. Bagi kelompok penolak MoU 
Helsinki yang ada di luar negeri, mereka itu tidak mendapat pengakuan 
politik dan hukum dari pemerintah setempat. Adapun kelompok yang menolak MoU 
Helsinki yang ada di RI adalah hanya sebagian kecil saja yang masih 
menginginkan di Acheh kekuatan TNI dan Polri memegang kekuasaan dan 
menjalankan taktik dan strategi militernya saja.

Selanjutnya, rakyat Acheh yang secara individu telah tampil mempergunakan 
kereta MoU Helsinki dengan memakai merek calon independen untuk mencapai 
kursi kekuasaan Pemerintah Acheh adalah patut didukung, terlepas apakah 
individu-individu tersebut adalah dari GAM atau bukan. Disinilah bangsa dan 
seluruh rakyat Acheh diuji dan dituntut kesadarannya dalam berpikir dan 
bersikap dalam iklim dan kehidupan politik dan hukum yang bebas yang berada 
didalam lindungan payung hukum MoU Helsinki. Dengan cara dan berpikir yang 
demikian yang ditampilkan oleh bangsa dan seluruh rakyat Acheh, maka 
kebebasan bagi negeri Acheh dan rakyat Acheh akan dicapai dan dapat diraih.

Dari orang-orang yang tampil mempergunakan kendaraan politik MoU Helsinki 
calon independen yang Ahmad Sudirman kenal seperti saudara  Irwandi Yusuf 
juga saudara Muhammad Nazar. Khusus dengan saudara Irwandi ini Ahmad 
Sudirman mengenal dia sejak bulan nopember 2002, ketika ia menulis email 
yang menceritakan bagaimana taktik dan strategi TNI dibawah pimpinan 
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang ditunjang oleh Menko Polkam 
Susilo Bambang Yudhoyono dan KASD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu di rawa 
Chot Trieng yang luasnya tidak lebih dari 16-20 km persegi dengan cara 
mengisolasi oleh 5 batalion angkatan darat dan laut juga para elit Kopassus 
melalui penempatan 3-4 serdadu di setiap jarak sepuluh meter dari sejak 
tanggal 27 Oktober 2002, tetapi telah mampu dikelabui dan dipukul lumpuh 
oleh kekuatan intelijen Tentara Negara Acheh (TNA), sehingga pengepungan TNI 
terhadap TNA di rawa Chot Trieng tidak ada hasilnya. Terakhir Ahmad Sudirman 
berjumpa dengan saudara Irwandi Yusuf di Stockholm, Swedia pada tanggal 21 
Mei 2005. Adapun dengan saudara Muhammad Nazar berjumpa ketika ia berkunjung 
ke Stockholm beberapa bulan yang lalu.

Terakhir, siapapun yang tampil dari rakyat Acheh untuk maju guna menjalankan 
roda Pemerintahan Acheh, perlu didukung oleh seluruh bangsa dan rakyat 
Acheh. Dan tentu saja GAM sebagai lembaga atau institusi pengemban dan 
pemangku perdamaian di Acheh akan menjadi faktor utama terciptanya dan 
terpeliharanya perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat 
bagi semua pihak di Acheh. Acheh untuk bangsa dan rakyat Acheh, Acheh 
dipimpin oleh bangsa dan rakyat Acheh, Acheh berdiri diatas kaki sendiri 
akan terwujud secara de-facto dan de-jure apabila seluruh bangsa dan rakyat 
Acheh telah menyadari dan memahami bahwa kebebasan berpolitik dan berhukum 
di Acheh diacukan pada MoU Helsinki dan turunan hukumnya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1175

Berita
Selasa, 22 Agustus 2006, 17:32 WIB
PILKADA
GAM Dukung Paket Humam-Hasbi
Reporter : Radzie

Banda Aceh, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite Peralihan 
Aceh (KPA) menyatakan dukungannya terhadap pasangan Ahmad Humam Hamid dan 
Hasbi Abdullah sebagai calon gubernur dan wakil yang akan maju dalam 
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 11 Desember nanti.

Keputusan memberikan dukungan kepada Humam-Hasbi dicapai setelah sejumlah 
petinggi GAM, seperti Malik Mahmud (Perdana Menteri), Zaini Abdullah 
(Menteri Luar Negeri), Teungku Muhammad Usman Lampoh Awe (bekas perunding), 
Ilyas Abed, Abu Razak (bekas Komandan Operasi), Amni bin Ahmad Marzuki 
(bekas perunding), bekas Panglima Aceh Rayeuk Muharram, dan sejumlah anggota 
GAM lainnya, bertemu di sebuah losmen di Banda Aceh, Selasa (22/8). 
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah ulama dari unsur Partai 
Persatuan Pembangunan (PPP), partai yang mengusung paket Hasbi-Humam.

Usai pertemuan, bekas Panglima GAM Muzakkir Manaf membacakan hasil pertemuan 
tersebut. “Kami selaku Ketua KPA Pusat dan seluruh KPA wilayah, mendukung 
paket Humam Hamid dan Hasbi Abdullah,” kata Muzakkir Manaf yang didampingi 
Ilyas Abed.

Kendati menyatakan dukungan terhadap paket ini, Muzakkir Manaf kembali 
menegaskan bahwa GAM secara institusi tidak ikut dalam Pilkada. “Walaupun 
secara institusi GAM tidak ikut dalam Pilkada. Tapi secara personal GAM 
dibolehkan untuk mencalonkan diri dan dicalonkan,” kata Muzakkir.

Keputusan untuk memberikan dukungan kepada Humam-Hasbi karena Teungku 
Nashiruddin yang terpilih sebagai calon gubernur dalam pertemuan raya GAM 
Ban Sigom Donja di kampus Darussalam pada 21-23 Mei lalu, mengundurkan diri. 
Sementara Muhammad Nazar, pasangan Teungku Nash, tetap menyatakan akan maju 
dalam Pilkada mendatang.

Disebut-sebut, Senior Representasi GAM di Aceh Monitoring Mission (AMM) 
Irwandi Yusuf juga akan mencalonkan diri sebagai calon gubernur melalui 
jalur independen dalam Pilkada mendatang. Dia didampingi oleh Muhammad 
Nazar, ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) yang 
juga merupakan salah seorang tim perumus Rancangan Undang Undang 
Pemerintahan Aceh versi GAM. Dikabarkan, pasangan Irwandi-Nazar akan 
mendeklarasikan diri pada 28 Agustus nanti.

Terkait dengan kabar pencalonan pentolan GAM ini, Ilyas Abed dan Muzakkir 
Manaf, menyatakan belum mengetahui sama sekali kabar tersebut. “Kalau di 
pihak KPA tetap memberikan sokongan kepada Humam dan pasangannya,” kata 
Ilyas Abed. [dzie]
----------




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke