Kalau itu alasannya tepat sekali Tgk Reyza Zain, tapi kenapa tidak berdaya upaya untuk berembuk dengan PM Malek dan Meuntroe Zaini. Hal ini disamping memalukan mereka sebagai "orang tua" kita, juga mengundang perpecahan bangsa Acheh. Persatuan bangsa Acheh lebih mahal dari korsi Gubernur  (bukan kepala pemerintah Acheh). 
 
Sekarang masih ada waktunya untuk berembuk kembali dan harus dikesampingkan apasaja demi kesatuan bangsa Acheh.  Silakan Tgk Reyza Zain dan kawan-kawannya. Saya mengusulkan kepada Tgk Hasbi Abdullah agar dia saja untuk mengundurkan diri demi kesatuan bangsa Acheh. Namun kalu Tgk Irwandi berhati mulia lebih baik juga mundur, mlalu Tgk Muhammad Nazar bergabung dengan Tgk Hasbi Abdullah. Kemunduran yang demikian sangat mulia nilainya demi kesatuan bangsa Acheh.
 
Ada sebuah kisah begini:
Seorang ayah yang memiliki 2 orang anak, masing - masing bernama Antusias dan Mukhlis.  Suatu hari mereka pergi memancing setelah shalat 'Ashar. Sayangnya ikan hanya 3 ekor saja yang terpancing, sementara keadaan sudah mulai gelap. Si Antusias yang lebih tua memintakan agar 2 ekor kepada Ayahnya sementara si Mukhlis juga demikian. Ayahnya membujuk agar diantara mereka ada yang mengalah sebagai anak yang memahami Orang tuanya. Namun bujukan sang Ayah tidak juga berhasil. Akhiurnya sang Ayah meminta kepada keduanya agar berdiri sejajar dan menghadap ke jalan untuk pulang. Sang Ayah meletakkah gagang pancing di bahu Antusias dan Mukhlis. Lalu mencematkan ikan-ikan itu masing-masing di depan Antusias, di belakang Mukhlis dan diantara Antusias dan Mukhlis. Ketika keduanya meminta masing-masing diberikan 2 ekor, sang Ayah menjawab lihatlah masing-masing di depan satu di belakang satu.
 
Si Mukhlis mengatakan bahwa itu merupakan suatu penipuan. Sang Ayah menjawah bahwa itu memang penipuan, tapi terpaksa Ayah lakukan disebabkan tidak ada diantara kalian yang memahami persoalan Ayah untuk mengalah demi meraih kemenangan yang lebih baik dari itu. Lalu si Mukhlis berkata: "Biarkan saya yang mengalah, demi menghilangkan persoalan Ayah".
 
Mafkan saya yang tidak bermaksud untuk mendiskreditkan si-siapa. Yang ingin saya angkat dari kisah tersebut, bahwa mengalahnya si Mukhlis bukanlah kalah tapi justru itulah kemenangan yang sesungguhnya. Justru dia yang mampu berfikir secara dewasa ketika keluarga mengalami suatu persoalan yang menjadi beban bagi orang tua mereka sendiri.

 
Billahi fi sabililhaq
Ali Al Asytar
[EMAIL PROTECTED]
Stavanger, Norwegia
 
 

Reyza Zain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum..
 
Ustaz yang saya muliakan. Kami tidak percaya bahwa 'tujuan GAM yang masih jauh' itu akan bisa dicapai oleh Humam Hamid, seorang tokoh yang turut tanda tangan untuk meminta DOM, dan 3 kali menolak datang ke pertemuan civil society-GAM 2 kali di Swedia dan sekali di KL karena alasan takut dituduh mendukung GAM di masa sebelum penandatangan Helsinki. Tokoh yang pernah menjadi politikus Golkar dan naik pilkada lewat PPP.
 
Kami lebih percaya kalau Irwandi Yusuf dan M. Nazar, akan membawa kami ke 'tujuan GAM yang masih jauh' itu, sebab mereka berdua secara pribadi sudah teruji dan bukan bunglon.
 
Kami semua tetap setia kepada PNM Wali Negara yang mendidik kami tentang cara berdemokrasi, demikian juga dengan Tgk. Malik Mahmud dan Tgk. Zaini Abdullah, yang telah bersedia berdiri bersama bangsa beliau di kala senang dan susah.
 
Untuk info kepada ustaz, bahwa Muzakkir Manaf, dijebak untuk membacakan surat dukungan kepada calon tertentu. Surat itu belum beliau lihat sebelum dibacakan.
 
wasalam


Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 27 Agustus 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


ALASAN TAKTIK BUTTOM-UP DENGAN KEDOK DEMOKRASI SEMU AKAN MENGHANCURKAN
PERJUANGAN GAM YANG MASIH JAUH.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MENGUPAS ALASAN TAKTIK BUTTOM-UP DENGAN MEMAKAI KEDOK DEMOKRASI SEMU AKAN
MENGHANCURKAN PERJUANGAN GAM YANG MASIH JAUH.

Ada beberapa anggapan yang dijadikan alasan oleh sebagian orang di Acheh
yaitu bahwa pasca MoU Helsinki 15 Agustus 2005 adalah sistem telah berobah
yaitu dari model sistem top-down menjadi sistem buttom-up.

Nah, setelah Ahmad Sudirman membaca berulang kali dan memikirkan serta
menganalisa yang lebih dalam dari apa yang dianggap oleh sebagian orang di
Acheh pasca MoU Helsinki 15 Agustus 2005 tersebut, ternyata anggapan
tersebut hanyalah sekedar alat untuk mencapai tujuan kursi kekuasaan Kepala
Pemerintah Acheh. Mengapa ?

Karena dalam realita dan pelaksanaannya yang dinamakan dengan buttom-up itu
adalah mengelola aspirasi yang timbul dari individu dengan tujuan untuk
meraih kursi kekuasaan Pemerintah Acheh dengan memakai kedok demokrasi semu
dan jalur hukum MoU Helsinki serta memakai tali jalur calon independent yang
diembeli dengan sokongan Komite Peralihan Acheh (KPA) tanpa mempedulikan dan
mendengarkan lagi pimpinan tertinggi GAM yang masih tetap komitmen dalam
memimpin dan menjalankan arah dan gerak perjuangannya.

Nah, kalau yang dimaksud orang tersebut bahwa sebelum MoU Helsinki yang
dipakai dalam GAM adalah sistem top-down, tetapi setelah pasca MoU Helsinki
harus dirobah menjadi buttom-up, maka pendapat orang tersebut sangat keliru.
Mengapa ?

Karena perjuangan GAM bukan berakhir setelah MoU Helsinki ditandatangani
pada tanggal 15 Agustus 2005, melainkan MoU Helsinki hanyalah merupakan
pakta perjanjian damai yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi
semua pihak yang disepakti oleh pihak GAM dan pemerintah RI. Adapun
perjuangan GAM tetap berkelanjutan dan tidak terpengaruh dengan adanya MoU
Helsinki.

Nah selanjutnya, kalau timbul kondisi politik dan hukum di Acheh yang bebas
karena didasarkan pada iklim kebebasan yang lahir dari adanya kesepakatan
MoU Helsinki, maka itu bukan berarti suatu kesempatan bagi individu untuk
mencapai tujuan meraih kursi kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh melalui
penafsiran bahwa pasca MoU Helsinki itu sistem telah berobah dari sistem
top-down menjadi sistem buttom-up yang dianggap mengelola aspirasi dari
rakyat.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman menggali kembali apa yang dinyatakan dan
ditafsirkan orang dengan istilah sistem top-down menjadi sistem buttom-up
yang diterapkan kepada perjuangan GAM, maka ditemukan adanya suatu pemikiran
dari orang tersebut yang tanpa didasari oleh pengertian dan pemahaman
tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan tertinggi Teungku Hasan Muhammad di
Tiro.

Sebagai contoh misalnya, apakah yang dimaksud dengan model sistem buttom-up
itu adalah ketika saudara Muzakkir Manaf selaku Ketua Komite Peralihan
Acheh (KPA) Pusat dan seluruh KPA wilayah memberikan sokongan kepada Humam
Hamid dan Hasbi Abdullah, kemudian muncul juru bicara Komite Peralihan Aceh
(KPA) saudara Sofyan Dawood yang menyatakan bahwa dengan didukung 80 persen
KPA wilayah menyokong saudara Irwandi Yusuf perorangan personal GAM dan
Muhammad Nazar perorangan personal SIRA akan maju dalam Pilkada ?

Nah, kalau itu yang dimaksudkan dengan sistem buttom-up yang mengelola
aspirasi rakyat Acheh, maka itu namanya adalah salah fatal dan bisa
menghancurkan perjuangan GAM itu sendiri. Mengapa ?

Karena penerapan buttom-up tersebut bukan mengelola aspirasi rakyat,
melainkan menghancurkan tubuh Komite Peralihan Acheh (KPA) dengan munculnya
dua aliran dalam tubuh KPA yang tujuannya sama yaitu untuk meraih kursi
kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh.

Nah, kalau juga memakai alasan demokrasi, yang bisa diartikan kekuasaan ada
ditangan rakyat, tetapi dalam penerapannya adalah bertolak belakang dengan
demokrasi itu sendiri. Mengapa ?

Karena, bukan rakyat yang menentukan dan memegang kekuasaan, melainkan
segelintir individu yang berkeinginan dan bermaksud meraih kursi kekuasaan
Kepala Pemerintah Acheh dengan memakai orang-orang yang ada dalam Komite
Peralihan Acheh (KPA) yang bisa diajak dan dimintakan untuk melambungkan
keinginan dan tujuannya meraih kursi kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh dan
juga mengatasnamakan adanya restu dari petinggi GAM.

Dalam langkah perjuangan GAM yang masih jauh ini harus tetap berada dalam
satu barisan dan tetap berada dalam satu garis komando. Nah adanya kekuatan
yang diatur dalam satu barisan dan berada dalam satu garis komando, bukan
berarti bahwa langkah perjuangan itu adalah langkah yang memakai sistem
top-down, melainkan itu sistem dinamakan sistem bersama dengan tali ikatan
garis satu komando.

Nah, sistem bersama dengan tali ikatan garis satu komando adalah tidak boleh
diputuskan hanya sekedar dengan adanya santapan didepan mata yang berisikan
makanan kursi kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh dengan bumbu demokrasi semu
yang bisa menghancurkan kekuatan kebersamaan dalam tubuh Komite Peralihan
Acheh (KPA).

Jadi, sebenarnya orang yang memakai alasan bahwa pasca MoU Helsinki yang
harus diterapkan sistem buttom-up sebagai alat untuk meraih kursi kekuasaan
Kepala Pemerintahan Acheh dengan memakai jalur Komite Peralihan Acheh (KPA)
disertai dengan berbagai alasan adalah orang yang tidak mengerti dan tidak
memahami apa yang dinamakan dengan sistem buttom-up dihubungkan dengan
perjuangan GAM dibawah pimpinan tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Selanjutnya kalau dari pihak GAM menyatakan bahwa secara institusi GAM tidak
ikut dalam Pilkada, tetapi secara personal GAM dibolehkan untuk mencalonkan
diri dan dicalonkan, maka itu bukan berarti bahwa dari satu tubuh Komite
Peralihan Acheh (KPA) harus muncul bermacam keinginan dengan alasan sistem
buttom-up dan dengan berbagai alasan, sehingga akibatnya bisa merobohkan
bangunan Komite Peralihan Acheh (KPA) itu sendiri.

Disini Ahmad Sudirman masih melihat orang itu masih memiliki kelemahan dalam
pengertian dan pemahaman tentang demokrasi itu sendiri dan tentang MoU
Helsinki itu sendiri, juga tentang perjuangan GAM yang dipimpin oleh
pimpinan tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Akhirnya ketika melihat
kondisi hukum dan politik yang muncul akibat MoU Helsinki, maka lahirlah
istilah top-down berubah menjadi istilah buttom-up dengan alasan mengelola
aspirasi rakyat. Pelajaran berharga bagi bangsa dan rakyat Acheh agar supaya
tidak terjerumus kedalam jurang perpecahan akibat silau melihat hidangan
makanan kursi kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh dengan memakai baju
demokrasi semu lewat jalur bangunan Komite Peralihan Acheh (KPA).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------



>From: Reyza Zain <[EMAIL PROTECTED]>
>To: Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Emailing: Penuntut revisi UUPA.jpg @-- Tolong jangan di fwd ke
>Umum
>Date: Sat, 26 Aug 2006 18:09:00 -0700 (PDT)
>MIME-Version: 1.0
>Received: from web54601.mail.yahoo.com ([206.190.49.171]) by
>bay0-mc2-f12.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sat,
>26 Aug 2006 18:09:01 -0700
>Received: (qmail 84374 invoked by uid 60001); 27 Aug 2006 01:09:01 -0000
>Received: from [203.91.159.130] by web54601.mail.yahoo.com via HTTP; Sat,
>26 Aug 2006 18:09:00 PDT
>X-Message-Info: LsUYwwHHNt272v6Sa0XRM+PFBmahU0W3Dhpx6WHMltA=
>DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=s1024; d=yahoo.com;
>h=Message-ID:Received:Date:From:Subject:To:Cc:In-Reply-To:MIME-Version:Content-Type:Content-Transfer-Encoding;
>
>b=sVxH5tUuG3/mChK29FJf1sgZ7sNblkZH/oDDnUBWvKtTsNXVR3WYKyk0uMBjs7fN9E3smQAoMlrBJZFXUew0ZYOAxPxcvkZwUNgcNwMCTOCvcNG+KKCqW99ojT1eumLMiGdCcSj6CKO69o1TFvL5p4MOFICkPYfe4GL8Lh5Y9ls=
> ;
>Return-Path: [EMAIL PROTECTED]
>X-OriginalArrivalTime: 27 Aug 2006 01:09:01.0599 (UTC)
>FILETIME=[61CF9AF0:01C6C975]
>
>Assalamualaikum..
>
> Sebelumnya saya minta maaf, karena jarang bisa mengikuti diskusi kawan
>kawan disebabkan oleh lamban nya internet di Banda.
>
> Saya akan coba memberikan masukan kepada beberapa hal.
>
> 1. Bahwa kalau kita boikot pilkada, maka pilkada akan tetap saja
>dijalankan, dan orang orang yang pro-status-quo akan memerintah sampai
>2011. Makna MoU untuk menciptakan Acheh yang baru akan gagal, pilkada hanya
>akan menjadi pemindahan kekuasaan dari sebuah pemda pro Jakarta ke
>pemerintah Acheh yang pro Jakarta juga. Perjuangan agar UU PA direvisi
>tetap kita jalan kan, namun wewenang yang bisa kita ambil, tetap kita
>ambil.
>
> 2. Bangsa Acheh tidak pecah. Ini semua dinamika. Sudah menjadi
>kesepakatan bahwa GAM membenarkan anggota nya untuk maju. Pimpinan GAM dan
>Panglima GAM tidak salah. Hanya ada segelintir kecil orang yang memaksa dan
>memberikan info yang tidak benar kepada Pimpinan. Pimpinan tetap
>menginginkan agar GAM tidak terpecah, sehingga timbul kesan bahwa Pimpinan
>mendukung calon tertentu. Nyata nya, bahwa Pimpinan tetap menjadi pengayom
>kepada semua, dan semua anggota GAM tetap patuh kepada pimpinan dan seluruh
>keputusan yang diambil dengan kesepakatan dan musyawarah.
>
> 3. Sekarang yang sangat indah dalam tubuh GAM bahwa sistem telah
>berubah. Kalau dulu banyak top-down, sekarang pasca MoU, buttom-up. Kita
>mengelola aspirasi dari rakyat di bawah. Dan ini telah berjalan dengan
>baik. Indonesia mengira GAM akan segera angkat senjata lagi untuk menuntut
>kecurangan dan tipuan mereka, sehingga fasilitas2 militer diperbaharui dan
>dilengkapi. Namun, GAM dan rakyat Acheh telah kommit kepada perjuangan
>sipil dan politik, sehingga akan dengan sangat mudah kita patahkan strategi
>Indonesia dengan izin Allah. Buktinya, untuk tuntutan revisi UU PA,
>dihadiri oleh 1 juta rakyat Acheh. Kelak, bisa jadi 3 juta insya Allah.
>
> Wasalam
>
>
>
>Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Assalamualaikum wr wbr.
>
> Kepada yth:
>
> Ustaz Ahmad Sudirman
> di
> Stockholm, Swedia
>
> http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1182
>
> http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1175
> Nampaknya Tgk Irwandi Yusuf dan Tgk Muhammad Nazar SIRA sudah positif
>maju dalam pilkapa Acheh mendatang. Menurut pikiran saya memang cocok untuk
>hal itu, tapi ada beberapa hal yang mengganjal di benak saya:
>
> 1. Kenapa mereka tidak memikirkan dan berdaya upaya untuk merevisi UUPA
>terlebih dahulu dengan tetap bersikukuh bahwa kalau UUPA tidak direvisi,
>akan membekot pilkapa. Menurut mereka justru untuk meluruskan UUPA yang
>tidak benar itulah mereka maju dalam pilkapa tersebut. Bagaimana menurut
>pendapat Ustaz, mungkinkah mereka memiliki wewenang untuk menuntut revisi
>setelah menjadi Gubernur Acheh bukan Kepaqla Pemerintahan Acheh? (Mou
>Helsinki: Kepala Pemerintahan Acheh yang pasti memiliki werwenang. Menurut
>UUPA versi RI: Gubernur yang pasti didekte Jakarta)
>
> 2. Nampaknya PM Malek Mahmud dan Meuntroe Zaini Abdullah telah
>menyatakan dukungan kepada pasangan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah. Kalau
>ini benar sungguh suara bangsa Acheh akan pecah dan ada kemungkinan untuk
>di menangkan pihak lain yang pro Indonesia.
>
> 3. Sangat disayangkan kenapa dalam masa Revolusi sudah di sodorkan
>Demokrasi yang mengakibatkan munculnya berpasang-pasang calon di rapat
>"Sigom Donja" yang lalu. Andaikata hal ini tidak diserahkan kepada orang
>ramai, tapi cukup pemimpin saja yang menentukan calaon dari pihak GAM kan
>tidak memalukan seperti sekarang ini?
>
> 4. Sangat disayangkan juga kenapa itu Tgk Hasbi Abdullah menggabungkan
>diri dengan PPP yang tidak berbeda sepakterjangnya dengn Golkar dan partai
>status quo lainnya. Sepatutnya dia mencari pasangannya dari GAM sendiri
>agar dapat memperoleh dukungan bangsa Acheh dalam pemilihan nanti.
>Betapapun pasangan Irwandi - Nazar lebih baik daripada bergabung dengan
>partai yang berstatus quo tersebut. Namun yang paling disesali pemimpin
>sudah duluan mendukung mereka.
> Jadi bagaimana pendapat Ustaz kalau mereka mengadakan kompromi mkembali
>demi persatuan rakyat Acheh. Sebaliknya kalau Tgk Hasbi terus maju pasti
>memiliki pendukung sebagaimana Tgk Irwandi dan Tgk Muhammad Nazar.
>Akibatnya sejak dari itu bangsa Acheh mulai tertanam benih perpecahan.
>
> Demikianlah Ustaz pertanyaan saya semoga bermanfaat buat masa depan
>bangsa Acheh - Sumatra dan semoga mendapat redha Allah kiranya.
>
> Wassalam
> Husaini Daud Sp
> Sandnes, Norwegia
>
>
>
>
>
> The message is ready to be sent with the following file or link
>attachments: Penuntut revisi UUPA.jpg Note: To protect against computer
>viruses, e-mail programs may prevent sending or receiving certain types of
>file attachments. Check your e-mail security settings to determine how
>attachments are handled.
>
>---------------------------------
> Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great
>rates starting at 1¢/min.
>---------------------------------
> Why keep checking for Mail? The all-new Yahoo! Mail shows you when there
>are new messages.
>
>---------------------------------
> Why keep checking for Mail? The all-new Yahoo! Mail shows you when there
>are new messages.
>
>
>---------------------------------
> All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done
>faster.
>
>
>---------------------------------
>Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
>starting at 1¢/min.




All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Asia business Asia Region mortgage company
Regions mortgage inc Regions mortgage


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke